40 Hari dalam Lingkar Pengabdian Khoirul Mahmudah

 

40 Hari dalam Lingkar Pengabdian

Khoirul Mahmudah

(Peserta KPM multi Disiplin di desa Sombo)

PENDAHULUAN

Pengabdian kepada masyarakat merupakan suatu kegiatan intrakurikuler yang diberikan bobot dalam Sistem Kredit Semester (SKS) pada lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk memungkinkan mahasiswa mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di lingkungan akademis kepada masyarakat. Dengan begitu, mereka dapat berperan dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat melalui kontribusi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo mewujudkan komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui dua jalur utama, yaitu Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KPM merupakan program yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) melalui Pusat Pengabdian Masyarakat, berfokus pada penempatan di wilayah internal Ponorogo. Di sini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menghadirkan dampak positif langsung ke dalam komunitas sekitar, menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.

Sementara itu, KKN mengambil pendekatan lebih luas dengan melibatkan kolaborasi lintas kampus dan menempatkan peserta di luar daerah. Program KKN ini merupakan peluang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi tantangan dan peluang yang ada di lokasi baru, dan menggabungkan pengetahuan serta kemampuan mereka untuk mengatasi berbagai masalah masyarakat. Dalam hal ini, penulis sendiri ditempatkan di Posko di Desa Sombo, Poncol, Magetan. Fokus KKN ini adalah pada penyelesaian problematika nyata yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Melalui Pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai keragaman tantangan yang ada di masyarakat, tetapi juga merangkul aset dan potensi yang ada di lingkungan tersebut untuk mencapai perubahan yang signifikan. Dengan demikian, mahasiswa menjadi agen perubahan yang turut serta dalam memajukan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya kolaborasi di dalam pengabdian kepada masyarakat tergambar dalam implementasi KKN yang melibatkan kerja sama antara berbagai perguruan tinggi. Dengan berbagi gagasan, pengetahuan, dan wawasan, mahasiswa dapat menciptakan solusi yang lebih holistik dan berkelanjutan terhadap permasalahan yang dihadapi. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, pengalaman ini juga memupuk keterampilan interpersonal dan kemampuan beradaptasi pada mahasiswa.Secara keseluruhan, pengabdian kepada masyarakat di IAIN Ponorogo, yang terwujud melalui KPM dan KKN, mengambil peran penting dalam memastikan bahwa nilai-nilai pendidikan tinggi tercermin dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa bukan hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga kontributor berharga dalam mendorong perubahan positif dan kemajuan sosial di berbagai lapisan masyarakat, seperti yang tercermin dalam penempatan penulis di Posko di Desa Sombo, Poncol, Magetan.

PROFIL DESA SOMBO

Desa Sombo Kecamatan Poncol terletak diKecamatan Poncol Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur yang merupakan daerah pegunungan yang berketinggian 600,00 M di atas Permukaan Air Laut , dengan batas wilayah Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Cileng Kecamatan Poncol, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ngunut Kecamatan Parang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Trosono Kecamatan Parang serta Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sukorejo Kabupaten Wonogiri, dengan luas wilayah 282,75 Ha, Desa Sombo terbagi dalam 3 Dusun, 6 RW, 15 RT.  Desa Sombo merupakan daerah pegunungan yang berada di Lereng Gunung Lawu yang berudara sejuk dengan sebagian besar wilayah berupa tanah persawahan, perkebunan dan hutan rakyat. Desa Sombo mempunyai sumber daya alam yang terdiri dari tanah pertanian dengan produk unggulan tanaman padi, tanah perkebunan dan pekarangan dengan produk unggulan Buah Kelapa serta hutan rakyat dengan tanaman unggulan Pohon Jati. Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) terdiri dari lulus SD 454, lulus SMP 328, lulus SMA 75, lulus PT 45. Dengan budaya yang dimiliki berupa Seni Campursari, Seni Hadroh, Seni Reog, Seni Pencak Silat serta budaya gotong royong.

MINGGU PERTAMA

Pada minggu pertama tanggal 2 Juli 2024, hari pertama kegiatan,  seluruh anggota kelompok mulai melakukan pembersihan posko. Dalam kegiatan ini, setiap anggota kelompok  bekerja keras agar posko bersih dan siap digunakan.  Setelah posko dibersihkan, pada malam harinya seluruh anggota kelompok berkumpul untuk melakukan tahlil bersama. Melalui Tahlil, anggota kelompok dapat saling mendoakan dan memotivasi diri untuk menyelesaikan serangkaian kegiatan yang  direncanakan. setelah tahlil, diadakan rapat membahas agenda kegiatan untuk hari berikutnya. Pada hari kedua, kelompok melakukan sowan ke kepala desa. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan kelompok, menjelaskan rencana kegiatan, dan meminta dukungan dari kepala desa. Setelah itu, kelompok kami melakukan survei ke Puncak Blego untuk menilai lokasi sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, mengidentifikasi potensi dan tantangan yang mungkin dihadapi. Pada malam harinya, dilakukan evaluasi dan rapat untuk membahas program kerja penunjang berdasarkan hasil survei dan feedback dari kepala desa. Hari ketiga dimulai dengan bersih-bersih balai desa oleh seluruh anggota kelompok. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembukaan acara oleh semua anggota. Evaluasi dan rapat dengan DPL (dosen pembimbing lapangan) dilakukan untuk mengevaluasi kegiatan dan membahas proker (program kerja) inti. Kemudian, dilakukan kunjungan ke posko kelompok lain oleh tiga anggota laki-laki untuk membandingkan dan memperoleh informasi tambahan. Malam harinya yaitu evaluasi membahas proker inti untuk menilai progres dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya. Pada hari keempat, melakukan sowan ke pengurus TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) oleh anggota laki-laki. Selanjutnya, dilakukan takziah oleh semua anggota sebagai bentuk dukungan kepada keluarga yang sedang berduka pada teman satu kelompok. Kunjungan ke posko kelompok 80 untuk menjalin silaturahmi dan berbagi pengalaman. Kunjungan dari kelompok lain oleh dua orang. Pada malam harinya evaluasi untuk membahas agenda hari berikutnya dan mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan pada hari Jumat. Hari kelima diawali dengan sowan ke kamituwo Sombo dan lembar, oleh seluruh anggota kelompok. Selanjutnya Survei di sumber mata air Sirah Wetan untuk menilai kondisi dan potensi sumber air tersebut. Setelah itu, malam harinya diadakan yasinan oleh anggota kelompok perempuan dan dilanjutkan dengan istighosah oleh seluruh anggota kelompok.

MINGGU KEDUA

Pada minggu kedua hari keenam, yaitu kami melaksanakan kerja bakti di sumber air Sirah Kulon untuk memperbaiki dan merawat sumber air serta mengikuti kegiatan yang dilakukan setahun sekali pada bulan suro. Kemudian, dilakukan keliling desa untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan mereka. Malam harinya Evaluasi perkembangan proker per divisi untuk mengevaluasi kemajuan masing-masing divisi dan menentukan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Hari ketujuh dimulai dengan mengikuti acara posyandu oleh tujuh orang perwakilan perempuan. Piket kantor kepala desa dilakukan oleh salah satu anggota kelompok, sementara sowan ke rumah pak RT dilakukan oleh seluruh anggota laki-laki dan enam perwakilan perempuan. Kunjungan ke SDN Sombo juga dilakukan oleh seluruh anggota laki-laki dan enam perwakilan perempuan. Kemudian, kelompok mengunjungi ketua karang taruna dan mengajar di TPQ di masjid Miftakhul Jannah. Di malam hari, semua anggota kelompok berkumpul untuk evaluasi dan rapat membahas kegiatan hari ini serta agenda untuk besok. Hari kedelapan dimulai dengan posyandu lansia yang dihadiri oleh lima anggota kelompok perempuan. Piket kantor dilakukan oleh salah satu anggota kelompok, dan kunjungan dilakukan dari kelompok multi disiplin 80 dan kelompok 95 mono disiplin desa Pragak. Mengajar TPQ di masjid Miftakhul Jannah dilakukan oleh anggota kelompok kedua. Malam harinya Evaluasi dan rapat dilakukan untuk membahas kegiatan hari ini dan agenda untuk hari berikutnya. Pada hari kesembilan, mengikuti posyandu balita dihadiri oleh lima anggota kelompok perempuan, dan posyandu lansia dihadiri oleh lima anggota kelompok perempuan lainnya. Piket kantor dilakukan oleh anggota kelompok ketiga, dan pembinaan kader posyandu di balai desa dilakukan oleh anggota kelompok ketiga. Mengajar TPQ juga dilakukan oleh anggota kelompok ketiga. Malam harinya seperti biasa Evaluasi untuk menilai kegiatan hari ini dan merencanakan agenda selanjutnya. Hari kesepuluh dimulai dengan piket kantor balai desa oleh anggota kelompok keempat. Dan membantu membagikan Bantuan sosial di balai desa oleh sepuluh anggota kelompok. Sore harinya Mengajar TPQ oleh anggota kelompok keempat, dan malam harinya yaitu rapat untuk membahas agenda hari berikutnya, termasuk persiapan wayangan dan bersih desa. Pada hari kesebelas, piket kantor balai desa yang dilakukan oleh anggota kelompok kelima. Dan Rewang di balai desa dilakukan oleh anggota kelompok perempuan, sementara kerja bakti di sumber air Sirah Etan dilakukan oleh anggota kelompok laki-laki. Kerja bakti dan gladi bersih di balai desa seluruh anggota kelompok, sebagai bentuk partisipasi dalam acara bersih desa atau wayangan di balai desa. Hari kedua belas diisi dengan yasinan di desa Sombo oleh tujuh anggota kelompok perempuan, dan yasinan di desa Lembar oleh tujuh anggota kelompok perempuan lainnya. Sholawatan di desa Sombo diikuti oleh seluruh anggota kelompok sebagai bagian dari kegiatan spiritual dan penutup hari.

MINGGU KETIGA

Pada minggu ketiga hari ketiga belas, kegiatan kelompok dimulai dengan percobaan biopori sebagai proker utama. Seluruh anggota laki-laki berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan air dan lingkungan. Sementara itu, anggota kelompok 6 menjalankan tugas piket di kantor desa, membantu dengan administrasi dan pelayanan masyarakat. Anggota kelompok 2 melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ, mendukung pendidikan agama anak-anak di desa Sombo. Selain itu, enam perwakilan dari kelompok sowan ke Pak Rohmadin, kamituwo Sombo, untuk menjalin hubungan baik dan mendapatkan arahan. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat untuk membahas pelaksanaan proker utama. Pada hari kelima belas, seluruh anggota kelompok berpartisipasi dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SD Negeri Sombo. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru kepada lingkungan sekolah dan membantu mereka beradaptasi. Anggota kelompok 7 menjalankan piket di balai desa, sementara anggota kelompok 3 melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ. Di sore hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat untuk membahas agenda seminar yang akan diadakan pada Kamis, 18 Juli 2024. Hari keenam belas dimulai dengan kegiatan MPLS, di mana seluruh anggota kelompok kembali berpartisipasi. Setelah itu, mereka mengikuti senam lansia di balai desa, mendukung kesehatan para lansia di komunitas mereka. Anggota kelompok 8 menjalankan piket di kantor desa, dan anggota kelompok 4 mengajar di TPQ. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat untuk membahas persiapan seminar "Stop Bullying" yang akan diadakan besok sebagai Proker Penunjang. Selain itu, seluruh anggota laki-laki bekerja mengamplas pagar masjid Miftakhul Jannah sebagai bagian dari kontribusi mereka terhadap perawatan tempat ibadah sebagai proker penunjang juga. Pada hari ketujuh belas, seluruh anggota kelompok melaksanakan proker penunjang dengan mengadakan sosialisasi anti bullying di SDN Sombo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menghentikan perilaku bullying di sekolah.  Hari kedelapan belas dimulai dengan mengajar MPLS di SD Negeri Sombo oleh anggota kelompok 1. Anggota kelompok lainnya menjalankan piket di kantor desa, membantu administrasi. Seluruh kelompok mengadakan rapat untuk membahas sosialisasi proker perawat jenazah yang akan datang. Selain itu, sebagian anggota kelompok melaksanakan kegiatan Jumat bersih di masjid Miftakhul Jannah, memastikan kebersihan tempat ibadah. Anggota kelompok juga melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ, dan beberapa anggota sowan ke kamituwo, menunjukkan rasa hormat dan mempererat hubungan dengan tokoh masyarakat. Pada hari kesembilan belas, seluruh anggota kelompok mengikuti senam pagi untuk menjaga kesehatan fisik mereka. Kemudian, mereka melaksanakan proker pemberdayaan masjid, menunjukkan komitmen mereka terhadap perbaikan fasilitas ibadah. Di malam hari, seluruh anggota laki-laki melanjutkan kegiatan mengecat masjid, menunjukkan kontribusi nyata dalam mempercantik dan merawat tempat ibadah. Hari kedua puluh dimulai dengan melanjutkan kegiatan mengecat masjid oleh seluruh anggota kelompok. Kegiatan ini menunjukkan kerja keras dan dedikasi mereka dalam menyelesaikan proker Penunjang. Di malam hari, seluruh anggota laki-laki sowan ke rumah ketua muslimat, Pak Hendrik, untuk menjalin hubungan baik dan mendapatkan dukungan bagi kegiatan-kegiatan yang akan dijalankan.

MINGGU KEEMPAT

Minggu keempat hari ke-21, anggota kelompok 5 melanjutkan partisipasi mereka dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SDN Sombo. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah mereka. Sementara itu, anggota humas kelompok menyebarkan undangan untuk acara sosialisasi perawatan jenazah yang akan datang, memastikan bahwa seluruh warga mendapat informasi dan dapat berpartisipasi. Anggota kelompok 1 melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ, memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di desa Sombo. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat untuk mempersiapkan kegiatan sosialisasi perawatan jenazah yang akan diadakan besok sebagai proker penunjang. Pada hari ke-22, seluruh anggota kelompok menjalankan proker sosialisasi perawatan jenazah. Kegiatan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara yang benar dalam merawat jenazah, sesuai dengan ajaran agama. Anggota kelompok 3 melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ, memastikan kontinuitas pendidikan agama bagi anak-anak. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan evaluasi dan rapat untuk membahas kegiatan proker inti dan mengevaluasi pelaksanaan sosialisasi perawatan jenazah. Pada hari ke-23, anggota kelompok 3 berpartisipasi dalam kegiatan MPLS di SDN Sombo. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anggota kelompok untuk berinteraksi dengan siswa dan membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Anggota kelompok 4 melanjutkan kegiatan mengajar di TPQ, memperkuat pendidikan agama di komunitas. Seluruh anggota kelompok kemudian mengadakan rapat untuk membahas proker yang akan dijalankan, yaitu sosialisasi biopori, memastikan semua persiapan telah siap dan semua anggota memahami tugas masing-masing. Pada hari ke-24, anggota kelompok 4 mengikuti kegiatan MPLS di SDN Sombo, melanjutkan dukungan mereka bagi siswa baru. Anggota kelompok 5 mengajar di TPQ, menjaga kontinuitas program pendidikan agama. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat dan evaluasi mengenai proker biopori, membahas hasil-hasil yang telah dicapai dan perbaikan yang perlu dilakukan. Pada hari ke-25, anggota kelompok 5 berpartisipasi dalam kegiatan MPLS di SDN Sombo. Sementara itu, anggota kelompok 1 melanjutkan mengajar di TPQ, memberikan dukungan dan mengajar pendidikan agama kepada anak-anak. Di malam hari, seluruh anggota kelompok mengadakan rapat dan evaluasi untuk membahas proker yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Juli 2024, untuk memastikan semua persiapan telah matang dan semua anggota memahami peran mereka masing-masing. Pada hari ke-26, seluruh anggota kelompok melaksanakan proker sosialisasi pemanfaatan sampah organik melalui teknik BIOPORI yaitu sebagai proker utama kami. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah organik dan manfaat teknik biopori dalam menjaga lingkungan. Selain itu malam harinya, anggota kelompok mengikuti beberapa kegiatan yasinan di desa Sombo, desa Lembar, dan desa Duwet. Kegiatan yasinan ini menunjukkan dukungan mereka terhadap kegiatan keagamaan di komunitas. Dan setelah itu, seluruh anggota kelompok mengikuti acara shalawatan di desa Sombo, mempererat hubungan spiritual dan sosial dengan masyarakat

MINGGU TERAKHIR

Pada minggu terakhir hari ke-27, senam pagi dilakukan oleh semua anggota kelompok. Dan juga bersih-bersih posko juga dilakukan oleh seluruh anggota kelompok, dan malam harinya rapat untuk membahas agenda kegiatan hari berikutnya. Hari ke-28 dimulai dengan piket kantor balai desa oleh anggota kelompok pertama. Kunjungan dari KKN Uniska ke posko lima orang perwakilan yang juga kebetulan sedang melaksanakan KKN di desa yang sama yaitu di desa Sombo. Siangnya  Melatih Senam lansia di balai desa oleh empat anggota kelompok pertama. Sorenya, Mengajar TPQ di masjid oleh anggota kelompok kedua, dan bersih-bersih poskampling di desa Sombo oleh seluruh anggota kelompok. Pada hari ke-29, piket kantor desa oleh anggota kelompok kedua, siangnya melatih senam lansia di balai desa oleh anggota kelompok kedua. Sore harinya Mengajar TPQ dilakukan oleh anggota kelompok ketiga, dan malam harinya rapat untuk membahas acara penutupan bersama pengurus muslimat NU, serta evaluasi terkait kegiatan yang dibahas dalam rapat tersebut. Hari ke-30 dimulai dengan piket kantor desa oleh anggota kelompok ketiga. melatih senam lansia di balai desa oleh anggota kelompok ketiga, dan sorenya dengan mengajar TPQ oleh anggota kelompok keempat. Dan yang lainnya Koordinasi agenda penutupan di desa Lembar oleh perwakilan laki-laki dan perempuan. Pada hari ke-31, yaitu ikut berperan sebagai supporter lomba linmas dan lomba pemadam kebakaran, dan alhamdulillahnya linmas desa sombo mendapatkan juara 1 dan juga pemadam kebakaranpun mendapatkan juara 1. siang harinya melanjutkan latihan senam lansia di balai desa oleh anggota kelompok keempat. Sore harinya Mengajar TPQ oleh anggota kelompok kelima, dan malam harinya rapat untuk membahas agenda penutupan. Hari ke-32 dimulai dengan piket kantor balai desa oleh anggota kelompok keempat. Sorenya Mengajar TPQ dilakukan oleh anggota kelompok pertama, dan sowan ke rumah Bu Ika dilakukan oleh enam perwakilan anggota kelompok. Malam harinya Rapat mengenai agenda penutupan dan susunan acara dilakukan oleh seluruh anggota kelompok. Pada hari ke-33, latihan senam di balai desa dilakukan oleh anggota kelompok kedua. Yasinan di desa Sombo, Lembar, dan Duwet diikuti oleh anggota kelompok sesuai dengan pembagian tugas serta berpamitan untuk sudah tidak mengikuti kegiatan rutinan yasinan lagi . Setelah itu Simaan Al-Qur'an (kataman) di mushola Al-Ikhlas dusun Lembar oleh seluruh anggota kelompok sebagai pembukaan tahun baru hijriyyah. Hari ke 34 dimulai dengan latihan senam di balai desa oleh anggota kelompok ketiga. Rewang di rumah Bu Ika untuk mempersiapkan konsumsi penutupan kami. Dan yang lain bersih-bersih tempat acara di mushola Al-Ikhlas sebagai tempat yang akan dilaksanakannya acara penutupan kami. Dan malamnya Acara sholawat dan penutupan KPM kelompok 81 pun dimulai dihadiri oleh seluruh anggota kelompok dan seluruh masyarakat desa sombo, selain itu juga ada dari kpm kelompok lain. Alhamdulillah acara penutupan berjalan dengan sangat lancar dan bahagia penuh haru. Setelah acara selesai, kerja bakti untuk membersihkan lokasi acara. dan bersih-bersih dilanjutkan pada hari ke 35. Hari ke 36 yaitu menjadi suporter lomba senam lansia yang dilaksaanakan di kecamatan Poncol. Dan hari ke 37,38,39,40 berpamitan dengan kelompok dan perpisahan dengan masyarakat desa sombo serta bersih-bersih dan Packing bersama-sama

PENUTUP

Secara keseluruhan, pengalaman KPM bukan hanya tentang mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga tentang mengasah kemampuan diri pada perubahan positif dalam beradaptasi, berkolaborasi, dan berinovasi. Konflik yang mungkin terjadi juga membantu kelompok untuk tumbuh dan matang karena dari situ kelompok belajar untuk menghadapi perbedaan pendapat dengan bijaksana dan meresolusikan masalah dengan kepala dingin. Momen-momen canda dan tawa di sela-sela aktivitas KPM menjadi pelipur lara dari segala kelelahan dan ketegangan. Namun, semakin dekatnya hari berpisah semakin terasa sedihnya karena selama ini kelompok telah menjadi keluarga yang saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Dan ketika akhirnya tiba saatnya untuk berpisah, perasaan sedih yang mendalam menggelayuti semua anggota kelompok karena bersama-sama mereka telah mengalami perjalanan berharga yang tak akan pernah terlupakan.

Kesan saya secara pribadi adalah meskipun banyak yang dilalui diawal akhirnya saya bisa menyelesaikan KPM ini dengan lancar dan dengan tangisan bahagia. Banyak ilmu, masukan dan saran untuk saya pribadi yang didapat. Berpisah dengan kebiasaan selama 40 hari bersama adalah hal yang membuat haru dan penuh kesan, maka jangan lupakan 40 hari itu pengalaman tak terhingga harganya dengan teman yang sangat baik dan penuh candaan. Semoga program kerja yang telah dijalankan bisa bermanfaat untuk masyarakat di desa sombo. Terimakasih Desa Sombo yang Penuh Cerita dan Kenangan.

 

 

Comments

Popular Posts