40 HARI MENGABDI, SEJUTA MANFAAT UNTUK MASYARAKAT SOMBO

 

“40 HARI MENGABDI, SEJUTA MANFAAT UNTUK MASYARAKAT SOMBO”

Rizki Nanda Soviasari

PENDAHULUAN

            Program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) telah menjadi salah satu sarana bagi perguruan tinggi untuk turut serta dalam pembangunan desa. Di Desa Sombo Poncol, Magetan, KPM telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Desa Sombo Poncol, Magetan, menjadi saksi bisu dari semangat pengabdian mahasiswa. Melalui program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), mahasiswa dari IAIN Ponorogo telah berkontribusi aktif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Cerita ini akan mengulas berbagai kegiatan KPM yang telah dilaksanakan, dampaknya bagi masyarakat, serta tantangan yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menjalankan program ini.

Selama 40 hari, kami mencurahkan waktu dan Tenaga untuk mengabdi Kepada Masyarakat Sombo, Sebuah Desa Kecil yang terletak dikaki Gunung Merapi. Kegiatan pengabdian ini Bertujuan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Sombo Melalui berbagai Program, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga peningkatan Kesadaran akan pentingnya Kesehatan dan pendidikan Masyarakat Sombo. Yang sebagai besar bermata pencaharian sebagai petani, memiliki potensi yang besar namun masih menghadapi berbagai tantangan. Desa sombi poncol, merupakan sebuah permata tersembunyi dikabupaten magetan, yang menyimpan potensi yang luar biasa yang belom tergali secara maksimal. Letaknya yang strategis dan kekayaan alam yang melimpah seharusnya menjadi modal utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, sebagai kendala seperti keterbatasnya akses informasi, teknologi, dan sumber daya manusia berkualitas, menghambat pengembangan desa. Melihat kondisi tersebut, IAIN Ponorogo merasa terpanggil untuk turut serta berkontribusi dalam Upaya membangun desa yang mandiri dan berdaya saing. 

ISI

Didesa sombo ini memiliki udara pagi didesa sombo poncol terasa menusuk tulang. Embun yang menyelimuti rerumputan, Berkilau bak kristal dibawah sinar Matahari pagi yang Masih malu-malu. Dinginnya khas Pegunungan Membuat siapa pun yang merasakannya ingin segera berselimut Tebal. Suara burung berkicau, ayam yang berkokok, gemricik air, dan angin spoi-spoi menjadi musik alam yang menyejukkan jiwa. Ditengah hiruk pikuk kehidupan modern, desa Sombo Poncol tetap mempertahankan Keasliannya.

Susahnya hidup sebagai seorang Petani mereka harus merasakan perubahan iklim yang signifikan itu sangat mempengaruhi pekerjaannya. Musim kemarau yang akan datang membuat para petani mulai cemas dengan datangnya musim kemaraui ini karena akan mempengaruhi dalam perairan yang ada dibuat untuk mengairi tanamannya tersebut. maka dari kitu petani harus memiliki banyak ide untuk tetap mempertahannya hasil pertaniannya. Karena mata pencaharian pertama didesa sombo ini adalah sebagai seorang petani. Sebagai seorang petani itu merasakan betapa sulitnya diera yang penuh ketidakpastian mereka selalu mencari cara untuk mengatasi masalah-masalah yang datang mulai dari membuatkan sumur bor yang digunakan untuk penggan air hujan sampai sekarang pun belom mendapatkan hasil yang memuaskan.

            Didesa Sombo Poncol Magetan ini memiliki Segala Kesederhanaannya yang menyimpan Banyak Pelajaran yang berharga bagi kita semua. Kehidupan didesa ini yang jauh dari hirik pirik kota, Mengajarkan kita tentang Nilai- nilai Luhur kehidupan yang sering kali terlupakan dalam era modern. Dari desa ini mengajarkan kita tentang pentingnya gotong Royong. Masyarakat desa Hidup Rukun dan saling Membantu. Ketika salah satu Warga Mengalami kesulitan, maka waraga tersebut berpartisipasi untuk membantu. Nilai gotong Rooyong ini telah menjadi warisan para leluhur yang terus dijaga dam diwariskan kepada generasi Muda. Dari Gotong Royong, kita belajar tentang pentingnya Kerjasama, kepedulian, dan solidaritas Sosial.

            Dari desa ini juga Mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga kelestarian Lingkungan. Masyarakat didesa Sombo ini sangat menghormati alam, tidak mengeksploitasi alam secara Berlebihan. Mereka menjaga hutan, Sungai, dan tanah dengan baik. Dari desa ini, kita belajar bahwa Manusia adalah bagian dari alam, bukan penguasa alam. Dari desa ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya kesederhanaan. Kehidupan didesa sangat sederhana. Warga des aini tidak mengejar materi secara berlebihan. Mereka lebih mementingkan kebahagiaan dan ketentraman jiwa. Dari mereka, Kita Belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu identic dengan kekayaan Materi. Desa ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai Waktu. Masyarakat desa sangat menghargai waktu. Mereka bangun pagi, bekerja keras, dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Dari mereka kita belajar bahwa waktu itu adalah sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.

            Desa sombo ini mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga hubungan sosial. Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi nilai -nilai Sosial. Mereka saling mengunjungi, bertegur sapa, dan Berbagai cerita. Dari mereka kita belajar tentang pentingnya membangun Hubungan yang harmonis dengan seksama. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, Dimana teknologi semakin canggih dan persaingan semakin ketat, kita sering kali lupa akan nilai- nilai luhur kehidupan. Desa sombo poncolmagetan mengingatkan kita akan pentingnya Kembali ke akar, untuk menghargai nilai- nilai tradisional yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Desa sombo poncol magetan adalah sebuah labolatorium kehidupan yang sangat berharga. Dari desa ini, kita dapat belajar banyak hal tentang kehidupan, tentang nilai- nilai kemanusiaan, dan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Semoga nilai-nilai luhur yang kita dapatkan dari desa ini dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dapathidup lebih Bahagia dan bermanfaat bagi sesama.

            Dari sekian banyak kegiatan KPM (Kuliah pengabdian Masyarakat) ada kegiatan mengajarkan anak anak kecil cara membaca huruf hijaiyah dan cara membaca al-qur’an serta mempelajari hukum tajwid dan ilmu-ilmu agama. Didesa sombo ini sangat minim orang yang mengajarkan mengaji maka dari itu dengan kehadiran kami mereka sangat antusias untuk mengajak anak anak kecil mereka untuk belajar cara membaca al-qur’an. Anak kecil didesa sombo tersebut sangatlah senang dengan kehadiran kita karena mereka senang ada yang bisa buat mengajarkan cara membaca al-qur’an. Sebenarnya anak kecil didesa sombo itu sangat antusias untuk belajar membaca al-qur’an namun sangat disayangkan didesa sombo itu sangat minim guru yang mengajar ngaji. Pembelajaran Al-Quran di desa, khususnya di Desa Sombo, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Namun, proses pembelajaran ini tidak terlepas dari berbagai tantangan yang perlu diatasi. Di sisi lain, terdapat pula peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran Al-Quran agar lebih efektif dan menarik.

            Literasi Al-Quran di desa, khususnya di Desa Sombo, merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang beriman dan berakhlak mulia. Namun, upaya menebarkan literasi Al-Quran di desa seringkali dihadapkan pada berbagai tantangan. Beberapa tantangan didesa Ketika kegiatan belajar membaca al-qur’an salah satunya adalah Kurangnya guru yang memiliki kualifikasi dan kompetensi dalam mengajarkan Al-Quran. Didesa sombo ini memiliki guru yang minim sehingga membuat guru tersebut kewalahan dalam mengajar anak-anak kecil dalam membaca al-qur’an. Banyak keluarga di desa juga memiliki keterbatasan ekonomi sehingga kesulitan memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan anak. Kadang para orang tua belom paham akan pentingnya belajar membaca al-qur’an. Sehingga jika anak anak tidak ada dukungan untuk belajar membaca mekera akan sesuka hari mereka untuk bermain. Tanpa mengetahui bahwa belajar membaca al-qur’an sangat penting apalagi untuk kehidupan sehari-hari.

            Kemudian kegiatan rutin selanjutnya adalah yasinan, Yasinan adalah kegiatan membaca Surat Yasin secara bersama-sama. Biasanya, kegiatan ini dilakukan secara berjamaah, baik di rumah, masjid, atau tempat lain. Selain membaca Surat Yasin, seringkali juga disertai dengan pembacaan doa, tahlil, atau dzikir lainnya. Didesa ini rutin untuk kegiatan yasinan yang dilaksanakan malam jum’at untuk laki-laki dan malam ahad untuk Perempuan. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, Mencari keberkahan, Mengingat kematian, Memperkuat silaturahmi. Salah satu tujuan kegiatan ini dilaksanakan didesa sombo poncol magetan ini guna untuk menjadi ajang berkumpul dan mempererat tali silaturahmi antar anggota masyarakat didesa sombo poncol magetan. Kami mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama dengan begitu kami bisa lebih dekat dengan masyarakat desa sombo. Yasinan Merupakan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi umat Islam. Selain sebagai ibadah, Yasinan juga dapat memperkuat persatuan dan kesatuan umat serta meningkatkan keimanan.

            Yasinan di Desa Sombo Poncol, Magetan merupakan salah satu contoh nyata bagaimana tradisi keagamaan Islam begitu melekat dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Kegiatan ini bukan hanya sekedar membaca Surat Yasin, namun memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan keimanan, dan mencari keberkahan. Kegiatan ini selalu dilaksanakan secara berjamaah, melibatkan seluruh anggota masyarakat dari berbagai usia. Kegiatan Yasinan ini biasanya diadakan secara berkala, baik bulanan, mingguan, atau bahkan harian, tergantung pada kesepakatan bersama. Untuk Lokasi yasinan Biasanya dilaksanakan di masjid atau rumah warga secara bergantian. Selain membaca Surat Yasin, kegiatan ini juga seringkali disertai dengan dzikir, tahlil, dan doa bersama. Terkadang, Yasinan di Desa Sombo Poncol dikombinasikan dengan acara-acara lain seperti pengajian, santunan anak yatim, atau peringatan hari besar Islam. Yasinan di Desa Sombo Poncol adalah sebuah potret indah tentang bagaimana nilai-nilai agama dapat menyatukan masyarakat. Dengan terus dilestarikan dan dikembangkan, tradisi ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

            Kemudian masyakat sombo ini juga gemar bersholawat sapai mereka memiliki rutinan untuk bersholawat Bersama setiap dua minggu sekali untuk bersholawat bareng bareng dengan masyarakat desa sombo. Didesa tersebut grub sholawat sangan berkembang karena mereka sungguh mencintai sholawat. Selain mereka menyukai bersholawat mereka mengetahui bahwa makna sholawat itu sangat bagus sehingga mereka terus melesatarikan budaya tersebut. mereka juga memiliki beberapa pasang alat hadroh sehingga mereka bisa mendirikan grub bersholawat. Semoga dengan adanya ini masyarakat sombo terus bersemangat dalam mengembangkan budaya ini agar tidak berhenti cukup sampai disini. 

            Disini kami mengikuli kegiayan MPLS (masa pengenalan lingkungan Sekolah), MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) Merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah pada awal tahun ajaran baru untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, peraturan, dan program-program yang ada. Disini kami mengikuti rangkaian tersebut. Untuk kelas 2 sampai dengan kelas 6 dilaksanakan selama 3 hari. Sedangkan untuk kelas 1 dilaksanakan selama 2 minggu. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Sombo tahun ini berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seru seperti ice breaking, perkenalan dengan guru, dan kunjungan ke perpustakaan. Siswa baru SD Negeri Sombo antusias mengikuti berbagai kegiatan MPLS yang seru. Melalui MPLS, siswa baru SD Negeri Sombo semakin mengenal teman-teman baru dan guru-guru yang ramah.

            Disekolah tersebut setelah kami perhatikan akhirnya Kami mengabil program kerja yaitu sosialisasi anti bullying yang akan disampaikan di sekolah dasar negeri sombo yang khususnya untuk siswa dan siswi kelas 4 sampai dengan kelas  6. Disitu kami menyampaiakn apa itu arti yang sesungguhnya terkait bullying. Kami juga menyampaikan beberapa jenis atau beberapa macam-macam bullying dan menjelaskan apa dampak dari sifat bullying tersebut. memberikan beberapa penjelasan kepada mereka akan sifat tersebut perlu untuk kita hidari dan tidak kami lakukan. Dari situ juga perlu dukungan para guru untuk selalu memperhatikan para muritnya terkait sifat ini. Karena akibat dari sifat ini juga sangatlah merugikan. Dengan sifat ini membuat mental down para murid jika mendapatkan perlakuan dari sifat Bullying ini.

            Dengan masyarakat sombo ini kami juga mengadakan sosialisasi pemulasan dan perawatan jenazah karena masyarakat sombo ini sangat membutuhkan materi ini karena minimnya orang yang bisa merawat jenazah. Jika mereka hanya mangandalkan satu orang saja nanti akan kelamaan dalam memproses jenazah tersebut. akhirnya kami memberikan materi tersebut kepada Masyarakat sombo agar mereka memahami dan mengetahui akan materi tersebut. sosialisasi ini kami mengambil pemateri dari orang anggota KUA, dengan begitu mereka dengan senang hati mengirimkan ibu Muslikah, S.Th.i, untuk mengisi materi pemulasan jenazah didesa Sombo.

            Program berikutnya pemanfaatan sampah organic melalui Teknik biopori, Pupuk biopori merupakan inovasi teknologi sederhana namun efektif dalam memperbaiki struktur tanah. Dengan membuat lubang-lubang kecil di dalam tanah dan mengisi lubang tersebut dengan bahan organik, seperti sampah dapur atau kotoran hewan, maka akan terbentuk pori-pori tanah yang berfungsi sebagai saluran udara dan air. Hal ini akan meningkatkan aerasi tanah, drainase, serta kemampuan tanah dalam menahan air. Akibatnya, pertumbuhan akar tanaman menjadi lebih baik, penyerapan nutrisi meningkat, dan tanaman menjadi lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan, masyarakat Sombo dapat diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk biopori.

            Dengan adanya pusat pembuatan pupuk biopori, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh pupuk organik berkualitas. Pemanfaatan pupuk biopori merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat Sombo. Dengan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat sendiri, pemanfaatan pupuk biopori dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk permasalahan pertanian di Sombo. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Bahan yang digunakan untuk pembuatan pupuk biopori dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah didapatkan di sekitar kita seperti Kulit buah-buahan, sayuran, ampas teh, kopi, dan sisa makanan lainnya dapat menjadi sumber nutrisi yang baik untuk tanaman.

            Didesa ini akan mengikuti lomba senam lansia atau lomba senam tetapi para anggotanya para ibu-ibu yang umurnya lebih dari 50 tahun. Disini kami bertugas sebagai pelatih atau menjadi contoh senam para ibu- ibu lomba ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 agustus 2024. Senam ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat para ibu ibu untuk hidup sehat dengan berolah raga nyaitu olah raga senam. Dari kegiatan tersebut terlihat para ibu-ibu sangat antusias dalam mengiikuti lomba tersebut.

            Selain lomba senam kami juga memiliki kegiatan setiap hari yang sekelompok bersepakat membuat jadwal untuk piket di balai desa. Disini kami piket dibalai desa sejumlah 2 orang untuk membantu dibalai desa. Disana kami membantu para perangkat dalam mengerjakan tugas mereka disana para anggota perangkat menerima kami dengan senang hati untuk bergabung dengan mereka. Kami juga cukup antusias untuk membantu para perangkat. Disetiap jumat kami juga membantu takmir masjid dalam membersihkan masjid. Disini kami membagi tugas untuk merawat yang membersihkan masjid. Agar masjid tersebut nyaman digunakan untuk beribadah. Perawatan masjid merupakan tanggung jawab bersama seluruh umat Islam. Di Desa Sombo Poncol, upaya untuk menjaga kelestarian masjid telah dilakukan oleh berbagai pihak, namun masih terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi.

            Sholawat merupakan ungkapan cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Di Desa Sombo, tradisi melantunkan sholawat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan keimanan, Kami Anggota KPM 81 IAIN Ponorogo berinisiatif mengadakan acara sholawatan Bersama dan sebelumnya mengadakan simaan ngaji dilanjutkan denhgan istighosah Bersama dimasjid al-ikhlas. Sebelum acara dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan musyawarah untuk membahas segala persiapan yang diperlukan. Kami mengadakan acara tersebut bekerjasama dengan ranting NU didesa sombo.

            Acara pertama yang kita laksanakan itu simaan dimulai pada ahad malem kemudian selesai sebelum magrib. Kemudian dilanjutkan dengan do’a Bersama dilanjutkan istigosah Bersama. Kemudian setelah sholat isya’ dilanjutkan dengan sholawat Bersama dengan seluruh warga masyarakat desa sombo. Dan dilanjutkan dengan penutupan Kpm 81 IAIN ponorogo. Acara tersebut berjalan dengan lancar dan khidmad. Seluruh masyarakat desa sombo antusias untuk mengikuti sholawat Bersama dihalaman masjid al-ikhlas. Acara sholawatan yang kita gelar ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakan bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan. Dengan melantunkan sholawat, kita berharap dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat dari Nabi Muhammad SAW. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Desa Sombo. Semoga dengan adanya acara sholawatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah di Desa Sombo. Mari kita jaga kerukunan dan persatuan kita.

KESAN DAN PESAN

            KPM 81 di Desa Sombo adalah sebuah petualangan yang tak terlupakan. Saya merasa sangat beruntung bisa belajar langsung dari masyarakat dan memberikan kontribusi kecil bagi kemajuan desa. Pengalaman mengajar anak-anak tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan membaca membuka mata saya tentang betapa besar pengaruh seorang pendidik. Meskipun awalnya merasa kesulitan beradaptasi dengan lingkungan yang baru, namun dengan dukungan teman-teman setim dan warga desa, saya berhasil mengatasi semua tantangan. Terima kasih kepada seluruh warga Desa Sombo yang telah menyambut kami dengan hangat. Semoga ilmu dan pengalaman yang kami bagikan bermanfaat bagi kemajuan desa. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman setim yang telah menjadi keluarga kedua selama KPM (kuliah Pengabdian Masyarakat). Semoga silaturahmi kita tetap terjalin.

Terima kasih kepada seluruh warga Desa Sombo yang telah menyambut kami dengan hangat. Semoga ilmu dan pengalaman yang kami bagikan bermanfaat bagi kemajuan desa. Kami berharap silaturahmi ini tetap terjaga. KPM (kuliah Pengabdian Masyarakat) ini telah mempererat tali persaudaraan di antara kami. Terima kasih atas kerja sama dan dukungannya selama ini. Semoga kita bisa terus belajar dan berkontribusi bagi masyarakat. Terima kasih kepada IAIN Ponorogo yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengabdi kepada masyarakat. Semoga program KPM ini terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. KPM (kuliah Pengabdian Masyarakat) ini telah mengubah perspektif saya tentang kehidupan. Saya menyadari bahwa masih banyak hal yang perlu saya pelajari dan kembangkan. Semoga ilmu yang saya dapatkan dapat saya amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Comments

Popular Posts