40 HARI SUKA DUKA DI DESA SOMBO
40 HARI SUKA DUKA DI DESA SOMBO
Oleh : Ramadan Putra Purnama
Pendahuluan
Kisah
ini dimulai ketika saya akan menginjak ke semester 7, waktu yang saya rasa
cepat berlalu ini membuat saya merasakan apa itu sebuah perjuangan. Bukan hanya
tentang perjuangan menuntut ilmu, tetapi ini juga tentang kisah perjuangan
hidup yang dibumbui dengan lika-liku.
Kuliah
Pengabdian Masyarakat atau yang biasa disebut dengan KKN adalah kegiatan
perkuliahan pengabdian mahasiswa dalam bentuk belajar , bekerja sama dengan
Masyarakat. Dengan tujuan agar mahasiswa dapat menyalurkan ilmunya kepada
masyarakat sehingga bisa meningkatkan dan mengembangkan apa yang ada di
masyarakat guna meningkatkan kualitas dan kesejahteraan di masyarakat. Kegiatan
Kuliah Pengabdian Masyarakat yang di lakukan oleh pihak kampus Insitut Agama
Islam Negeri ponorogo ( IAIN PONOROGO ) di bagi beberapa macam yang di
selenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ( LPPM )
salah satunya yaitu Multi Disiplin.
Pada
tahun ini KPM sudah diselenggarakan secara offline selama 40 hari dimulai dari
tanggal 1 Juli – 10 Agustus 2024 yang lokasinya hanya tersebar di wilayah
Kabupaten Ponorogo, Wonogiri, dan Magetan. Jenis dan metode pada tahun ini
terdiri dari beberapa yaitu KPM Mono Disiplin, Multi Disiplin,Tematik Inisiatif
Mandiri ,Responsif, sedangkan untuk
metodenya menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). Kegiatan
KPM ini bertujuan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah
dalam bentuk pemberdayaan masyarakat serta melatih penalaran dan kepekaan
mahasiswa dengan bekerjasama antar disiplin ilmu.
Saya
Ramadan Putra Purnama sebagai mahasiswa jurusan tarbiyah Pendidikan Agama Islam
angkatan 2021 memilih KPM jenis multi disiplin. Lokasi KPM saya berada di desa
Sombo kecamatan Poncol kabupaten Magetan .kuliah pengamdian masyarakat yang
membawa saya pada sebuah desa, dimana desa itu tidak terlintas dibenak saya
sebelumnya.
Sebelum
melaksanakan KPM, kami dipersilahkan untuk melakukan koordinasi dengan DPL
(Dosen Pembimbing Lapangan) yang mana kelompok kami ini didampingi oleh ibu
Yulia Anggrahini, M.M Selain koordinasi dengan DPL, kami juga diberikan
pembekalan oleh LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Dan
juga, kurang lebih sekitar satu 5 hari sebelum KPM dimulai kami melakukan
penjajakan awal (survey) di desa Sombo yang mana tempat KPM kami kelompok 81.
Perjalanan yang dibilang tidak dekat dan cukup memanjakan motor itu membuat
kami terpukau saat memasuki desa Sombo, karena kami disuguhkan dengan
pemandangan yang cukup membuat mata menjadi terpana dengan di dampingi suasana
desa yang ramah, Desa yang berada diantara pegunungan itu sebagian besar
masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Saat tiba disana kami di ajak
untuk melihat rumah yang akan kami tempati dan pemilik rumah itu adalah kakek
yang biasa disapa dengan mbah Sarbi. Kami sangat senang karena mbah Sarbi
membuka lebar pintu rumahnya untuk kami KPM kelompok 81 IAIN Ponorogo
Minggu
Pertama: Awal yang Penuh Semangat
Perjalanan
KPM kami di desa Sombo dimulai dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Hari
pertama, kami membersihkan posko, tempat yang akan menjadi rumah kami selama
sebulan ke depan. Kegiatan ini menjadi ajang untuk saling mengenal dan
mempererat kebersamaan di antara anggota kelompok. Setelah posko bersih malam
harinya tepatnya setelah solat magrib berjamaah saya melaksanakan tahlil
bersama, sebuah tradisi doa yang memberikan nuansa khidmat dan kekeluargaan.
Kemudian setelah itu, kami mengadakan rapat untuk membahas agenda esok hari.
Suasana rapat penuh dengan antusiasme, ide-ide segar, dan rencana strategis
yang siap dijalankan. Pagi hari yang cerah diawali dengan sowan ke kepala desa.
Pertemuan ini penting untuk membangun hubungan baik dan mendapatkan dukungan
dari kepala desa serta masyarakat setempat. Kepala desa menyambut kami dengan
ramah dan penuh kehangatan. Setelah sowan, kami melakukan survei ke puncak
Blego. Perjalanan ke puncak Blego memberikan pengalaman petualangan yang seru
dan menantang. Sore harinya, kami mengadakan evaluasi dan rapat untuk membahas
program kerja penunjang. Evaluasi ini membantu kami untuk melihat perkembangan
dan melakukan perbaikan agar kegiatan berjalan lebih efektif.
Hari
ini kegiatan kamu dimulai dengan membersihkan balai desa. Kami bekerja
bersama-sama, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat. Setelah itu, dilakukan
pembukaan resmi KPM yang dihadiri oleh seluruh anggota kelompok dan masyarakat
setempat. Acara pembukaan berjalan meriah dengan sambutan hangat dari warga
desa. Setelah pembukaan, kami mengadakan evaluasi dan rapat dengan DPL (Dosen
Pembimbing Lapangan) untuk membahas kemajuan dan tantangan yang dihadapi. Tiga
anggota laki-laki kami juga melakukan kunjungan ke posko kelompok lain, membuka
peluang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Malam harinya, rapat kembali
diadakan untuk membahas program kerja inti yang akan dijalankan.
Hari
4, 5 Juli 2024 Hari ini dimulai dengan sowan ke pengurus TPQ oleh empat anggota
laki-laki. Sowan ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dan mendukung kegiatan
keagamaan di desa. Setelah itu, seluruh anggota kelompok mengikuti acara
takziah, menunjukkan rasa empati dan kepedulian kami terhadap masyarakat.
Kunjungan ke posko kelompok 80 memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman
dan memperkuat jaringan antar kelompok KPM. Malam harinya, kami menerima
kunjungan dari dua orang perwakilan kelompok lain dan mengadakan rapat untuk
membahas agenda esok hari serta evaluasi kegiatan pada hari Jumat. Suasana
rapat penuh dengan canda tawa namun tetap fokus pada tujuan.
Hari
5, 6 Juli 2024 Kegiatan hari ini dimulai dengan sowan ke kamituwo Sombo dan
lembar oleh seluruh anggota kelompok. Sowan ini penting untuk membangun
hubungan baik dengan pemimpin adat setempat. Setelah itu, kami melakukan survei
ke sumber mata air Sirah wetan untuk mengeksplorasi potensi pengembangan sumber
air. Anggota kelompok perempuan mengadakan yasinan, sementara seluruh anggota
mengikuti istighosah, memperkuat ikatan spiritual di antara kami. Malam
harinya, diadakan evaluasi untuk merinci pembelanjaan dan memastikan
transparansi dalam penggunaan dana. Suasana evaluasi penuh semangat dengan
diskusi yang konstruktif.
Hari
6, 7 Juli 2024 Pada hari ini dimulai dengan kerja bakti di sumber air Sirah
kulon bersama masyarakat desa Sombo. Kami bekerja bersama-sama membersihkan dan
memperbaiki fasilitas sumber air, merasakan kepuasan tersendiri saat melihat
hasil kerja kami. Setelah itu, kami berkeliling desa untuk berinteraksi dengan
warga, mendengarkan cerita dan harapan mereka. Malam harinya, diadakan evaluasi
untuk melihat perkembangan program kerja per divisi masing-masing. Evaluasi ini
menjadi ajang untuk saling memberikan apresiasi dan masukan, memastikan setiap
program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Minggu
Kedua: Tantangan dan Solidaritas
Memasuki
minggu kedua, kami menghadapi berbagai tantangan yang menguji kemampuan dan
solidaritas Saya dengan tim atau bahkan itu juga hari yang sangat sedih bagi
saya dikarenakan Salah satu momen sedih terjadi yaitu kakek Saya meninggal,
pada hari itu saya meminta izin kepada ketua kelompok saya untuk pulang dan
ikut serta mengurusi almarhum kakek saya, setelah itu beberapa hari selanjutnya
teman-teman Saya yaitu kelompok 81 KPM ikut serta menghadiri acara takziah.
Kehilangan seseorang kakek yang saya cintai selalu menjadi momen yang berat,
tetapi saya berusaha untuk kuat dan memberikan dukungan moral kepada keluarga
saya. Terimakasih teman-teman bahwa
kehadiran dan empati kalian sangat berarti bagi Saya dan keluarga saya yang
sedang kesusahan .
Kegiatan
minggu kedua ini di KPM desa Sombo dimulai dengan Posyandu lansia, di mana lima
anggota perempuan kelompok kami membantu pelaksanaan pemeriksaan kesehatan
untuk para lansia. Kehadiran kami disambut dengan antusias oleh para lansia
yang sangat menghargai perhatian yang diberikan. Dua anggota kelompok juga
melakukan piket di kantor desa, memastikan administrasi berjalan lancar. Sore
harinya, kami menerima kunjungan dari kelompok multi disiplin 80, yang
memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan metode kerja yang berbeda.
Kunjungan dari kelompok 95 mono disiplin desa Pragak juga menambah wawasan
kami. Mengajar TPQ di masjid Miftakhul Jannah adalah salah satu kegiatan yang
paling menyenangkan, di mana dua anggota kelompok berbagi ilmu agama dengan
anak-anak. Malam harinya, kami mengadakan evaluasi dan rapat untuk membahas
kegiatan hari ini dan menyusun agenda untuk esok hari.
Pagi
hari pun tiba diawali dengan Posyandu balita, diikuti dengan Posyandu lansia.
Kedua kegiatan ini diikuti oleh lima anggota perempuan yang dengan telaten
membantu pemeriksaan kesehatan. Tiga anggota kelompok melakukan piket di kantor
desa, sementara yang lainnya melaksanakan pembinaan kader Posyandu di balai
desa, memberikan pelatihan dan pengetahuan baru kepada para kader. Mengajar TPQ
menjadi kegiatan yang ditunggu-tunggu, di mana anggota kelompok berbagi
pengetahuan agama dengan anak-anak. Evaluasi dan rapat pada malam hari menjadi
ajang untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan dan merencanakan agenda
esok hari.
Kami
melakukan piket kantor balai desa dilakukan oleh empat anggota kelompok,
memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar. Di balai desa, sepuluh
anggota kelompok terlibat dalam kegiatan bansos, membagikan bantuan sosial
kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan mengajar TPQ tetap menjadi prioritas,
dengan empat anggota kelompok yang berbagi ilmu dengan anak-anak. Rapat malam
hari membahas agenda untuk esok hari, termasuk persiapan untuk acara wayangan
dan bersih desa yang akan datang.
Hari
ini diawali dengan piket kantor balai desa oleh lima anggota kelompok. Anggota
perempuan terlibat dalam kegiatan rewang di balai desa, membantu persiapan
acara. Sementara itu, anggota laki-laki bekerja bakti di sumber air Sirah etan,
memastikan fasilitas sumber air tetap bersih dan terawat. Seluruh anggota
kelompok kemudian berpartisipasi dalam kerja bakti dan gladi bersih di balai
desa, mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara bersih desa yang akan
diadakan. Malam harinya, kami ikut serta dalam acara wayangan di balai desa,
membantu pelaksanaan dan menikmati hiburan tradisional bersama warga.
Kegiatan
pada hari kedua belas ini dimulai dengan yasinan di desa Sombo dan desa Lembar,
di mana anggota kelompok perempuan terbagi menjadi dua kelompok untuk mengikuti
kegiatan tersebut. Malam harinya, seluruh anggota kelompok ikut serta dalam
acara sholawatan di desa Sombo, mengisi malam dengan lantunan doa dan pujian.
Senam lansia di balai desa menjadi kegiatan utama pada hari ketiga belas.
Seluruh anggota kelompok ikut serta dalam kegiatan ini, memberikan semangat dan
energi positif kepada para lansia yang berpartisipasi. Kegiatan ini tidak hanya
menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi para lansia.
Hari
terakhir dari 2 Minggu tepatnya tanggal 14 juli ini kegiatan KPM di desa Sombo
dimulai dengan percobaan biopori, salah satu program kerja utama yang
melibatkan semua anggota laki-laki. Piket kantor dilakukan oleh enam anggota
kelompok, memastikan administrasi berjalan lancar. Mengajar TPQ tetap menjadi
prioritas, dengan dua anggota kelompok yang berbagi pengetahuan dengan
anak-anak. Sowan ke pak Rohmadin, kamituwo Sombo, dilakukan oleh enam
perwakilan, memperkuat hubungan dan mendapatkan dukungan untuk kegiatan kami.
Rapat malam hari membahas kegiatan untuk menjalankan program kerja utama,
memastikan semua rencana berjalan sesuai dengan tujuan.
Minggu
Ketiga: Menginspirasi dan Memberdayakan
Pada
minggu ketiga, kegiatan kami semakin beragam dan fokus pada pemberdayaan
masyarakat. Mengikuti kegiatan MPLS di SD Negeri Sombo memberikan kesempatan
untuk berinteraksi dengan anak-anak dan memberikan motivasi kepada mereka. Kami
juga melaksanakan proker penunjang seperti sosialisasi anti-bullying di SDN
Sombo. Melihat antusiasme anak-anak dalam kegiatan ini menjadi momen yang menginspirasi
kami untuk terus berkontribusi bagi pendidikan mereka.
Mengajar
TPQ dan mengadakan senam lansia di balai desa menjadi kegiatan rutin yang
memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami merasa bangga melihat kemajuan
anak-anak dalam belajar agama dan semangat para lansia dalam menjaga kesehatan.
Salah satu momen menyenangkan adalah saat kami mengadakan acara senam lansia,
di mana para lansia dengan semangat mengikuti gerakan senam dan tertawa
bersama. Kebahagiaan mereka menjadi kebahagiaan kami juga.
Minggu
Ke Empat: Kebersamaan dan Kenangan
Memasuki
minggu keempat, kebersamaan kami semakin erat. Kegiatan sosialisasi perawatan
jenazah memberikan pengalaman yang berharga dalam membantu masyarakat memahami
proses perawatan jenazah secara islami. Kami juga melaksanakan proker
pemberdayaan masjid dengan mengecat masjid Miftakhul Jannah. Kerja bakti
bersama di sumber air dan masjid menjadi momen yang mempererat rasa kebersamaan
kami sebagai tim.
Salah
satu momen yang mengharukan adalah saat kami menghadiri acara yasinan dan
sholawatan di desa Sombo dan desa sekitar. Suasana penuh kehangatan dan
kebersamaan terasa sangat kuat, membuat kami merasa seperti bagian dari
keluarga besar desa Sombo. Momen-momen ini memberikan inspirasi dan motivasi
untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Minggu
Kelima: Penutupan yang Mengharukan
Minggu
Kelima KPM di desa Sombo diisi dengan persiapan dan pelaksanaan acara
penutupan. Kami melakukan piket kantor, mengajar TPQ, dan latihan senam lansia.
Kegiatan rapat dan evaluasi dilakukan setiap malam untuk memastikan semua
persiapan berjalan lancar. Salah satu momen menyenangkan adalah saat kami
mengikuti acara senam pagi bersama warga desa. Melihat semangat dan kebersamaan
mereka memberikan kebahagiaan tersendiri bagi kami.
Penutupan
KPM diadakan dengan acara sholawat dan kerja bakti di mushola Al-Ikhlas. Momen
ini menjadi puncak dari perjalanan kami, di mana kami merasakan kebersamaan
yang sangat kuat dengan warga desa. Acara penutupan diisi dengan rasa syukur
dan haru, mengingat banyaknya kenangan indah dan pelajaran berharga yang kami
dapatkan selama KPM. Kami merasa bangga telah menjadi bagian dari desa Sombo
dan berharap apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat yang berarti.
Penutup
Pada
Minggu pertama dan Minggu kedua ini saya belajar banyak tentang arti
kebersamaan, kerja keras, pengabdian dan juga bahkan kesedihan yang sangat
sedih dalam hidupku. Setiap kegiatan memberikan pengalaman berharga dan
mempererat hubungan kami dengan masyarakat desa Sombo. Semangat dan antusiasme
yang kami bawa sejak hari pertama tetap terjaga hingga akhir, menciptakan
kenangan yang tak terlupakan dan inspirasi untuk terus berkontribusi bagi
masyarakat.
Perjalanan
KPM di desa Sombo memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Setiap hari dipenuhi
dengan kegiatan yang bermanfaat, dari membantu kesehatan masyarakat, memberikan
pendidikan agama, hingga menjaga lingkungan. Kami belajar banyak tentang arti
kebersamaan, kerja keras, dan pengabdian kepada masyarakat. Momen-momen
menyenangkan, sedih, dan mengharukan yang kami alami bersama warga desa Sombo
akan selalu menjadi kenangan indah dalam hidup kami. Kami berharap apa yang
kami lakukan selama KPM ini dapat memberikan manfaat besar bagi desa Sombo dan
warganya, serta menginspirasi kami untuk terus berkontribusi bagi masyarakat di
masa depan.
Dengan
penuh syukur dan kebahagiaan, kami menutup perjalanan KPM ini dengan hati yang
hangat dan penuh kenangan indah. Desa Sombo akan selalu menjadi bagian dari
perjalanan hidup kami, yang memberikan pelajaran dan pengalaman berharga dalam
mengabdi kepada masyarakat.
Comments
Post a Comment