BERSUA di SOMBO
BERSUA di SOMBO
Muhammad Ulil
Amri Nur Asyrof
KPM
Multidisiplin (IAIN Ponorogo PAI/FTIK)
Kegiatan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) adalah suatu program tahunan yang
dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN
Ponorogo. Program ini bertujuan untuk melakukan penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat serta untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan
praktek nyata di lapangan, dan mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan
masyarakat. Di desa-desa yang terletak di daerah pedesaan, seperti Desa Sombo
di Magetan, program KPM tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap
pengembangan desa, tetapi juga menjadi sarana belajar yang berharga bagi para
mahasiswa.
Desa
Sombo terletak di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.
Desa ini merupakan salah satu desa yang masih menjaga keaslian budaya dan
kearifan lokal. Dengan mayoritas penduduk yang bermata pencaharian sebagai
petani dan peternak, masyarakat Desa Sombo sangat bergantung pada sektor
pertanian dan peternakan serta pengelolaan sumber daya alam. Salah satu
kekayaan alam yang dimiliki oleh desa ini adalah Sumber Air Sirah Wetan dan
Sirah Kulon, yang menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat. Sumber air
ini sangat penting bagi kehidupan sehari-hari penduduk, baik untuk kebutuhan
konsumsi maupun untuk kegiatan pertanian.
Selama
program KPM di Desa Sombo, berbagai kegiatan dilakukan dengan tujuan untuk
memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan belajar dari interaksi
langsung dengan penduduk setempat. Adapun kegiatan-kegiatan yang kami
laksanakan pada saat melakukan Kuliah Pengabdian Masyarakat diantaranya adalah
Seminar anti bulyying, pemberdayaan Masjid, diklat perawatan jenazah dan
seminar pemanfaatan sampah organik melalui teknik biopori.
Pada
saat pertama datang di Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan ini, saya merasakan ketenangan yang
sebelumnya belum pernah saya rasakan, ketenangan yang saya rasakan disini
adalah udara yang ada di Desa ini sangatlah segar dan alam yang masih asri nan
indah tidak ada kepulan asap-asap pabrik seperti yang ada di Kota-kota besar.
Di Desa ini juga masih banyak terdapat tumbuhan hijau-hijau dan pemandangan
persawahan yang dapat memanjakan mata untuk melihatnya, selain itu juga warga
yang ada di Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan ini sangatlah
ramah-ramah pada teman-teman kelompok KPM kami yang berada di Desa ini.
Tanggal
1 bulan Juli 2024 bertepatan pada hari Senin pertama kali saya menginjakkan
kaki di Desa Sombo ini, saya pertama datang dengan empat teman saya dua orang
laki-laki dan dua orang perempuan yang sangatlah memiliki kecantikan menurut
saya. Sebelumnya saya berangkat pada tanggal 1 itu tepatnya pada hari senin karena
ada dua orang teman perempuan saya yang berangkat duluan, dan saya sejak dahulu
orangnya tidak teganan pada orang apa lagi perempuan, saya mengurungkan niat
untuk berangkat pada tanggal 2 dan berniat untuk datang lebih awal dari pada
teman-teman yang lain dan pada hari itu untungnya ada salah satu teman
laki-laki saya yang juga mau berangkat duluan untuk menemani saya dan dua teman
perempuan yang saya sebut tadi. Saya
sebagai orang laki-laki yang normal terpesona dengan salah satu teman perempuan
yang pertama kali datang di Desa ini. Akan tetapi saya hanya bisa mengaguminya
akan kecantikan parasnya, yaa karena saya hanya orang biasa yang tidak begitu
ganteng dan belum mempunyai apa-apa lebih baik sadar diri, karena jika saya
mengutarakan niat untuk menjadi kekasihnya takutnya nanti saya akan sakit hati
dan menjadi asing, wkwkwkw.
Langsung
saja pada hari kedua karena kalau saya ceritakan cerita yang ada dihari pertama
tidak akan ada selesainya, ehehehe. Ya, pada hari kedua teman-teman kelompok
KPM sudah berbondong-bondong satu-persatu datang diposko kami yaitu di Desa
Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Dihari kedua ini kami satu kelompok
menata barang bawaan yang kami bawa dari rumah untuk 40 hari kedepan dan
sekalian menata tempat yang akan kami tinggali selama 40 hari kedepan karena
sebelumnya rumah yang kami tempati ini agak tidak terurus karena yang punya
rumah sudah membangun rumah didepan rumah yang kami tinggali ini, ditempat yang
kami tinggali ini hanya ada seorang kakek yang hidup sebatang kara karena
anak-anaknya sudah berkeluarga semua dan hidup bersama keluarganya, namun
sebelum kami meninggali tempat ini kakek itu sudah ditawari untuk tinggal
sementara bersama anaknya yang berada tepat didepan posko yang kami tinggali ini, akan tetapi kakek ini
tidak mau dan akan tetap tinggal bersama kami diposko ini namun berada ditempat
yang biasa disebut dengan sholatan atau biasa kita dengar dengan suatu
tempat untuk beribadah umat muslim disuatu rumah tersebut.
Dihari
kedua ini setelah kami melakukan bersih-bersih dan menata tempat yang akan kami
tinggali ini kami melakukan perkenalan kepada semua anggota kelompok kami
karena ada pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang” eeeaaa….,
setelah itu hari sudah menjelang sore dan kami bersiap-siap untuk mandi dan
setelah mandi kami bersiap untuk sholat magrib berjamaah. Setelah sholat magrib
berjamaah kami satu kelompok KPM yang ada di desa Sombo ini melaksanakan dzikir
tahlil yang bertujuan agar kami dimudahkan dalam melaksanakan program KPM yang
diadakan dari kampus serta dijauhkan dari segala mara bahaya. Setelah
melaksanakan dzikir tahlil kami melakukan rapat yang membahas agenda untuk
kedepannya yang akan kami laksanakan di Desa Sombo ini dan membahas berbagai
jadwal-jadwal kegiatan yang akan kami lakukan umtuk 40 hari kedepan.
Selamjutnya
setelah dilaksanakan rapat yang saya bahas tadi ada sesuatu kekonyolan yang
saya rasakan, yaitu kenapa kok saya dijadikan satu kelompok dengan teman saya
yang saya sebut diawal cerita tadi, bahkan tidak hanya dijadikan satu kelompok
dengan dia melainkan ada dua kelompok yang bersama dia. Sungguh saya tidak
mempercayai hal ini karena pada pembutan kelompok ini dipilih secara acak
dengan cara dispin dan itu dilakukan dengan tidak sengaja karena yaa kebetulan
saja, wwkwkwk.
Dihari
selanjutnya, kami satu kelompok melakukan kunjungan atau lebih enak dikenal
dengan kata “sowan” ke Balai Desa Sombo dan itu langsung disambut dengan baik
oleh Kepala Desa Sombo beserta perangkat-perangkatnya. Setelah kami melakukan
kunjungan kepada Kepala Desa Sombo beserta perangkat-perangkatnya, kami diberi
tahu bahwa di Desa Sombo terdapat salah satu aset wisata yang biasanya warga
sekitar mengenalnya dengan nama “Gunung Blego”. Disini saya langsung mendapat
pemikiran bahwa apakah ini dapat dijadikan sebuah program kerja untuk kelompok
KPM kami karena memiliki suatu keindahan alan dan dapat dijadikan sebagai aset
wisata untuk warga disekitar sini yang mau mengelolanya. Namun setelah kami
melakukan survey sekalian observasi ditempat ini (Puncak Blego) kebanyakan dari
teman sekelompok saya ada yang kurang setuju karena jika dijadikan program
kerja utama selama KPM kami ini tidak memungkinkan karena akses yang dituju
untuk menuju kepuncaknya sangatlah sulit dijankau dan selain itu anggota yang
ada dikelompok kami tidak banyak yang mempunyai hobi HIKING (olahraga OUTDOOR
yang menyenangkan untuk dilakukan).
Setelah
melakukan pendakian dipuncak Blego yang ada di desa Sombo, akhirnya kami
menyatakan sebaiknya untuk tidak mengambil PROKER itu dan sebelum itu
kami tidak lupa untuk melaksanakan rapat kembali karena kami disini di Desa
Sombo ini belum melaksanakan pembukaan KPM, dan malam setelah kami melakukan
pendakian dipuncak Blego serta observasi ketempat itu kami melakukan rapat
untuk melaksanakan pembukaan KPM di Desa Sombo ini. Selain membahas pembukaan
yang akan kami laksanakan itu kami juga membahas sebagian program kerja yang
akan kami laksanakan di Desa Sombo ini. Dan setelah kami melaksanakan rapat itu
kami mengambil keputusan bahwa kami akan melakukan pembukaan KPM ini pada
tanggal 4 Juli 2024 tepatnya kalau nggak salah pada hari Kamis. Selain itu kami
juga memutuskan untuk tidak melanjutkan PROKER kami yang akan melakukan
pemberdayaan pariwisata yaitu pemberdayaan Bukit Blego.
Singkat
cerita, dihari selanjutnya kami melakukan pembukaan yang berada di Balai Desa
Sombo yang dihadiri semua perangkat Desa Sombo dan dihadiri langsung oleh Dosen
pembimbing kelompok kami yang akan membimbing selama KPM di Desa Sombo ini 40
hari mendatang. Sebelum itu kami melakukan bersih-bersih dan menata tempat
serta membersihkan Balai Desa Sombo, Kami disambut dengan senang hati oleh
perangkat-perangkat perangkat Desa Sombo dan kelihatannya para-para perangkat Desa Sombo sangatlah senang akan
kehadiran kami dan mereka kelihatannya sangat berharap kepada kami agar dapat
memajukan Desa Sombo ini dan menjadikan masyarakat Desa Sombo ini menjadi
masyarakat yang lebih maju serta lebih islami tentunya.
Setelah
melakukan pembukaan yang ada di Balai Desa Sombo, keesokan harinya kami
melakukan kunjungan-kunjungan atau sowan kepada perangkat-perangkat Desa
Sombo beserta RT yang ada di Desa sombo, selain itu kami juga melakukan
kunjungan kepada pengurus TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang ada di Desa
Sombo dengan harapan kami bisa menyalurkan ilmu kepada santri-santri yang ada
di TPA di Desa Sombo. Setelah melakukan surve atau sowan kepada pengasuh
atau pengajar TPA yang ada di desa Sombo ini kami diperbolehkan untuk ikut
mengajar di TPA yang ada di Desa Sombo ini tepatnya juga di Dukuh Sombo.
Dihari
selanjutnya, kami melakukan observasi di sumber mata air yang ada di Desa Sombo
yang masyarakat sekitar menyebutnya “Sumber Sireh Etan”. Perlu diketahui
bahwasannya di Desa Sombo ini terdapat dua mata air yang biasanya warga sekitar menyebutnya
“Sumber Sirah Etan dan Sumber Sirah Kulon”. Dapat diketahui bahwasannya
kelompok kami ini melakukan surve di sumber sirah etan karena tempatnya mudah
dijangkau dan tidak begitu jauh dari pemukiman warga. Bukannya kami tidak
melakukan surve di lokasi sumber sirah kulon, akan tetapi kami juga melakukan
surve di sumber sirah kulon melainkan hanya tidak pada waktu itu karena sumber
sirah kulon yang jaraknya agak jauh dari posko kami dan pada waktu itu tidak
memungkinkan untuk juga mensurve sumber sirah kulon.
Singkat
cerita, kami satu kelompok melakukan surve di Sumber Sirah Kulon bersamaan
dengan adanya kerja bakti membersihkan tempat sumber tersebut dan kami juga
ikut serta dalam pelaksanaan kerja bakti tersebut, perlu diketahui kami tidak
dapat melakukan surve sebelu, adanya kerja bakti tersebut karena sebelumnya
tidak ada waktu untuk melakukan surve disana.
Selanjutnya,
setelah kami melakukan surve tersebut, dihari setelah itu kami dibagi beberapa
kelommpok untuk mengikuti posyandu balita dan posyandu lansia. Selain kelompok
yang mendapatkan bagian untuk posyandu balita dan lansia ada yang mendapatkan
bagian untuk piket di desa yang berjumlah dua orang serta yang tidak terjadwal
itu tadi mendapatkan bagian untuk piket masak dan piket membersihkan posko yang
kami tinggali di Desa Sombo ini.
Dihari
selanjutnya, kelompok kami yang terjadwal piket di Balai Desa melaksanakan
tugasnya, dan sebagian yang tidak terjadwal piket di Balai Desa ada yang piket
memasak dan yang lain membersihkan posko yang kami tempati. Selain terjadwal
piket di Balai Desa, pada hari ini juga bertepatan dengan diadakannya kegiatan
posyandu yang diadakan di Dusun Sombo. Sebagian dari kami yang tidak terjadwal piket
di balai Desa dan posyandu serta yang telah selesai melakukan piket memasak dan
membersihkan posko kami melaksanakan senam pagi yang bertujuan agar kami satu
kelompok diberi kesehatan dan kebugaran selama melaksanakan KPM ini oleh Allah
SWT. Selanjutnya hari sudah menjelang sore, sebagian dari kelompok kami
melaksanakan tugas yaitu mengikuti kegiatan mengajar ngaji disalah satu TPA
(Taman Pendidikan Al-Qur’an). Keesokan harinya, masih seperti biasanya yaitu
yang terjadwal piket di Balai Desa tetap melakukan piket tersebut, sedangkan
anggota kelompok lainnya dimintai oleh pihak perangkat desa untuk membantu membagikan
bantuan sosial kepada masyarakat Desa Sombo.
Pada
minggu ketiga Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kami mulai menjalankan satu
persatu program kerja utama kami, perlu diketahui bahwa pada saat kegiatan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini kelompok kami memiliki program kerja
penunjang dan program kerja utama. Adapun program kerja penunjang sudah saya
sebutkan diatas tadi dan sudah terlaksanakan, dan diminggu ketiga ini kami akan
memulai program kerja utama kami yaitu diklat perawatan jenazah. Pada diklat
ini kami mendatangkan pemateri dari KUA Kecamatan Poncol. Diklat ini dihadiri
oleh para tokoh-tokoh agama dan takmir-takmir masjid yang ada di Desa Sombo,
para undangan yang hadir pada saat diklat ini dengan antusias memperhatikan
penjelasan-penjelasan yang dijelaskan langsung oleh pemateri yang berasal dari
KUA Kecamatan Poncol. Setelah pemateri selesai menjelaskan semua penjelasan
tentang tata cara pengurusan jenazah dengan urutan yang runtut serta jelas, seluruh
tamu undangan diajak untuk melakukan praktik pengurusan jenazah tersebut.
Dimulai dari tamu undangan yang perempuan terlebih dahulu karena pada saat
melakukan pemulasaraan jenazah mayat seorang perempuan tidak diperbolehkan
diurusi oleh orang laki-laki dan begitupun sebaliknya kecuali orang tersebut
mahrom dari simayit tersebut. Dan setelah selesai tamu undangan perempuan
praktek perawatan jenazah tersebut, dilanjutkan praktek perawatan jenazah tamu
undangan laki-laki. Haripun sudah menjelang siang, dan acarapun telah usai,
saya dan teman kelompok saya membersihkan tempat yang kami tempati untuk diklat
perawatan jenazah tadi.
Dihari
selanjutnya, kami mengikuti kegiatan MPLS disalah satu sekolah dasar yang ada di Desa Sombo. Kami ditugaskan oleh
guru-guru yang ada disekolah tersebut untuk mengisi kegiatan MPLS tersebut
selama satu minggu. Disela-sela waktu seminggu itu kami juga melakukan program
kerja utama kami yaitu “Seminar Anti Bulying” yang diperuntukkan untuk
anak-anak kelas 4 sampai kelas 6 SD, karena dengan harapan dari teman-teman
kelompok kami agar siswa-siswa tersebut tidak saling membuli teman-temannya.
Program
kerja yang akan kami laksanakan selanjutnya adalah pemberdayaan masjid dan
seminar biopori. Program pemberdayaan masjid ini kami lakukan dengan seluruh
anggota kelompok kami, program ini dibuat untuk memberdayakan masjid agar
menjadi lebih menarik dari sebelumnya, kami melakukan pengecatan pada masjid
tersebut karena warna cat sebelumnya sudah mulai pudar dan selain melakukan
pengecatan kami juga memberikan tulisan nama masjid tersebut. Dan program kerja
yang terakhir yang kami lakukan adalah seminar biopori dari sampah organik.
Sebelum melaksanakan seminar ini kami melakukan percobaan terlebih dahulu dan
percobaan kami alhamdulillah berhasil. Dengan berhasilnya percobaan kami ini,
kami langsung merencanakan sebuah acara yaitu seminar biopori dari sampah
organik. Pada seminar ini kami mendatangkan pemateri dari salah satu dosen yang
ada di IAIN Ponorogo yaitu Bapak Mufti Abrori, M.Si yang mengajar disalah satu
fakultas yaitu FTIK dijurusan Tadris IPA. Program kerja ini kami buat karena setelah
kami melakukan survei kami menemukan banyak sampah organik yang dibuang dan
dibakat begitu saja. Maka dari itu kami membuat kegiatan ini dengan tujuan agar
sampah-sampah organik ini dapat dijadikan sebagai pupuk organik bagi masyarakat
Desa Sombo.
Memasuki
minggu-minggu terakhir kami berada di Desa Sombo ini yaitu minggu kelima, pada
minggu kelima ini kami membuat acara penutupan KPM yang dimana acara ini diisi
dengan kegiatan sholawat bersama masyarakat Desa Sombo sekalian kami pamit
undur diri dari Desa Sombo ini dan tidak lupa kami mengucapkan terimakasih
kepada seluruh masyarakat Desa Sombo karena sudah menerima kedatangan kami
dengan lapang dada.
Ya
itu tadi sepenggal kisah perjalanan penulis pada saat melaksanakan tugas dari
kampus IAIN Ponorogo yang sebagian ada kisah nyatanya dan kebanyakan juga ada
kisah yang penulis mengada-ngada wkwkwkwkwk……, karena penulis sendiri juga
bingung mau menuliskan cerita apa yang dapat penulis tuliskan diessay ini
karena tidak semua kejadian yang penulis alami dapat diutarakan pada essay ini
wkwkwkwk….
Comments
Post a Comment