GEMERCIK CERITA DI DESA SOMBO

 

GEMERCIK CERITA DI DESA SOMBO

Enok Intan Aprilianti

(KPM Multi Disiplin  (Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah))

 

Pendahuluan

    KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) adalah kegiatan partisif yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dimana mahasiswa peserta KPM dan Masyarakat melembur menjadi satu dan bersama-sama secara aktif partisipasi melakukan proses pencarian dan menemukan jalan terbaik dalam menggali potensi dan menyelesaikan persoalan yang di hadapi masyarakat.  

   Kegiatan KPM bertujuan mempraktekkan ilmu yang telah di dapatkan di bangku kuliah dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga menghasilkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat menjadi meningkat. Mahasiswa peserta kegiatan pengabdian di harapkan mampu bersinergi dengan masyarakat sehingga problem sosial masyarakat dapat terpecahkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial sesuai dengan visi, misi, dan fungsi pergurun tinggi agama islam.

   Desa Sombo terletak di Kabupaten Magetan Jawa Timur. Berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Kabupaten Ponorogo. Desa ini diapit oleh hamparan sawah hijau dan hutan-hutan yang masih alami.  Pecahyarian sebagaian Petani dan Peternak meskipun itu mereka juga terlibat membuat oalahan dan jamu tradisional sendiri.

   Keunikan Desa Sombo tidak hanya terletak pada alamnya yangy indah, tetapi juga pada keragaman budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Dan Di Desa Sombo mempunyai Sumber Mata air yang diberi nama Sumber Mata Air Sirah Wetan dan Sumber Mata Air Sirah Kulon. Masyatarakat hidup dalam harmoni dengan alam sekitar, dan nilai-nilai seperti gotong-royong, kekeluargaan, dan kebersamaan masih sangat kental.

 

     Di dalam perjalanan hidup setiap mahasiswa, Program kuliah pengabdian masyarakat (KPM) adalah salah satu momen yang tak terlupakan. Bagi saya pribadi, pengalaman KPM di Desa Sombo menjadi suatu pengalaman yang mendalam dan berkesan. Desa Sombo terletak di pedalaman, jauh dari perkotaan besar, namun disitulah keindahan dan keunikan pengalaman KPM  saya terkambar.

    Sebelum berangkat ke Desa Sombo, kami sebagai mahasiswa peserta KPM telah menjalani persiapan yang cukup matang. Mulai dari memahami kondisi sosial, budaya, dan geografis Desa Sombo hingga menyusun rencana kegaiatan yang akan dilakukan selama 40 hari ke depan. Perjalanan menuju Desa Sombo sendiri memkan waaktu yang tidak sebentar. Dari kampus, kami harus menempuh perjalanan yang melewati berbagai medan, dari jalan asmpal sampai jalan naik yang begitu curam.

    Tiba di Desa Sombo, kami disambut hangat oleh masyarakat setempat. Wajah-wajah ramah dan senyum hangat menghiasi setiap sapaan mereka. Desa Sombo yang terletak di lereng bukit dengan pemandangan hijau sawah dan perbukitan seakan menjadi oasis ketenanagan bagi kami yang selama ini terbiasa denga kehidupan perkotaan yang padat.

     Salah satu fokus utama KPM kami di Desa Sombo adalahh melakukan kegiatan sosisal dan pemberdayaan masyarakat. Kami membantu dalam berbagai kegiatan seperti pengajar di sekolah, sosialisasi Biopori kepada masyarakat, serta mendukung kegiatan pertanian yang merupakan Sumber utama mata pencarian mereka. Setiap harinya, Gemercik tawa anak-anak sekolah dan semanagat bagi kami untuk memberikan yang terbaik.

     Selama tinggal di Desa Sombo, kami tidak hanya berinteraksi dengan masyarakat dan juga dengan masyarakat,  tetapi juga dengan alam dan budaya lokal. Setiap pagi kami bangun di sambut oleh suara ayam yang sering berkokok di pagi harinya. Dengan view keindahan langit yang begitu indah. Merasakan  udara  segar pegunungan  menjadi pengalaman yang jarang dapat dinikmati di tengah kehidupan perkotaan.

      

     Kemudian kami melanjutkan tugas yang disudah dibagi, ada yang jadwal masak, piket bersih-bersih, dan senam pagi bersama. Setelah itu melakukan aktivitas yang sudah di rencanakan. Sorenya Berlanjut mengajar TPQ di masjid Miftakhul Jannah samapai jam 17.00 WIB. Berlanjut kami langsung  sholat berjamaah bersama di masjid. Dan malamnya berkumpul untuk membahas kegiatan yang akan di lakukan besoknya, sekalian mengevaluasi kegiatan yang sudah dilakukan.

      Tidak lama kami ditinggal di Desa Sombo  bertepatan tanggal 12 Juli 2024. Ada acara Wayang Kulit. Disitu mahasiswa Peserta KPM 81 Iain Ponorogo ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Dimana acara itu dibukak untuk umum. Wayang kulit dimulai jam 20.00 WIB dan teman-teman mahasiswa berperan menjadi panitia yang dimana membantu mempersiapkan acara yang berlangsung. Berjalanya acara wayang kulit tersebut ada perwkilan teman kami untuk tampil menyayikan lagu di depan panggung.

      Setelah acara malamnya wayang kulit, kita berlanjut untuk survei tempat Sumber Mata Air diDesa Sombo. Kami berangkat bersama-sama dan setelah sampai, beberapa mengambil dokumentasi dan seklaian foto bersama dan membuat konten untyuk plafon di media sosial KPM kami. Setelah itu berlanjut untuk survei Sumber Mata Air yang ke2. Yaitu Sumbermata air Sah Kulon. Dimana 2 sumber itu menjadi sumber air yang digunakan sehari-harinya oleh masyarakat.

      Uniknya 2 Sumber Mata Air tersebut Dibersihkan hanyan 1 tahun sekali. Dan itu pun beriringan dengan adanya makan bersama setelah bersih-bersih Sumber Mata Air tersebut.  Selain itu masyarakat sekitar lebih memanfaatkan hasil perkebunan mereka untuk menyukupi kebutuhan sehari-harinya.

      Hari selanjutkan kita melaksanakan Sosialisasi Anti Bullying bertempat di SDN Sombo. Sasaran untuk sosialisai tersebut adalah kelas 4,5,6. karna tujuan kami mengadakan sosialisasi Anti Bullying agar tidak ada korban bullying di sekolah-sekolah dasar. Yang dimana akan menganggu mental dan psikis anak dini. Acara berlangsung dengan partisipasinya adek-adek SDN Sombo mengikuti Sosialisai tersebut.

        Dari teman Mahasiswa peserta KPM 81 IAIN Ponorogo Merangkai acara yang sangat seru dan tidak membosankan. Dimana saat pemateri menyampaikan materi, di selingi dengan yel-yel anti bullying dan tepuk anti bullying. Setalah selesai Sosialisai Anti Bullying kami berfoto bersama bersama adek-adek yang mengikuti sosialisi Anti Bullying. setelah itu kembali posko dan berlanjut sorenya yang terjadwal mengajar ngaji di TPQ.

       Selain itu juga mengikuti Posyandu yang berada di 3 tempat yaitu dusun Sombo , Lembar dan njahe. Yang dimana di ikuti oleh  semua teman-teman perempuan KPM 81 IAIN Ponorogo yang di bagi 3 kelompok tersebut. Posyandu yang dihadiri itu berlangsung dengan posyandu lansia dan balita. Posyandu dilakukan 1 bulan yang dilakukan 3 tepat tersebut dengan bergantian.

   Diposyandu sendiri itu juga teman-teman KPM 81 IAIN Ponorogo untuk membantu berjalanya posyandu tersebut dari membantu menimbangkan berat badan anak-anak, sampai tinggi badanya juga.  Dan yang beberapa teman yang lain juga membantu ibu bidan untuk merekap dan mencatat buku posyandu tersebut. Usai itu kami kembali keposko dan beristirahat.

     Setelah itu sorenya teman-teman beranjak Kemasjid untuk Mengajar adek-adek mengaji sekalian memberi materi yang sudah terjadwal sebelumnya. Disitu juga diajarkan sholat ashar jam’ah bersama dan adek-adek yang mengaji sangat aktif. ada yang masih iqro’ dan al-qur’an  dan untuk teman-teman juga menyesuaikan dengan keahlian mereka untuk mengajari dan menyimak saat adek-adek mengaji. setelah itu selesai sholat ashar jama’ah bersiapmuntuk pulang dan bersaliman dengan ustadz dan kakak KPM 81 IAIN Ponorogo. 

    Selanjutnya hari Jum’at 21 Juli 2024. Mengadakan jum’at  bersih di masjid Miftakhul Jannah yang dimana agenda tersebut juga mencangkup proker penunjang kami. Semua teman- teman Mahasiswa KPM 81 IAN Ponorogo membersihkan seluruh area masjid, kamar mandi dan dapur masjid.  Setelah membersihkan itu berlanjut untuk mengechat ulang masjid tersebut dikarnakan warna cat yang sudah pudar. Sebelum di cat kembali teman laki-laki mengamplass tembok dan pager masjid. Tujuan diaplas supaya tembok yang di cat kembali menjadi lebih bagus lagi.

    Butuh Waktu 2 hari untuk meyelesaikan pengecatan masjid tersebut. Namun dengan adanya kerja sama dengan teman-teman yang lain, pekerjaan yang membesanku iku bisa terselesaikan dengan cepat. Dan setelah mengechat masjid tersebut dari Mahasiswa KPM IAIN Ponorogo Membuatkan plafon nama Masjid yang terpasang di atas pintu masuk masjid.

 

  Di tanggal 23 juli 2024 berlanjut acara Sosialisasi Perawatan Jenazah. Yang di hadiri perwakilan dan karang  taruna sekitar sekitar 30 peserta mencangkum dari 15 perempuan dan 15 laki-laki. kami mengadakan sosialisasi ini dikarnakan dari beberapa dusun yang bisa memandikan dan mensholatkan jenazah hanya ada 2-3 orang, dan jika ada yang meninggal perempuan, yangb memandikan jenazah tersebut kadang laki-laki maka dari itu kmi mengadakan Sosialisasi Perawatan jenazah agar masyarakat mengerti cara dan doa memandikan jenazah baik laki-laki maupun perempuan.

      Setelah itu pemateri sudah mencampaikan cara-cara merawat jenazah dengan baik dan benar dan doa apa saja yang di bacakan ketika  memandikan jenazah. Berlangsung dengan praktek perawatan jenazah, bergantian yang pertama perempuan baru laki-laki. setelah praktek dan membuka tanya jawab kepada tamu undangan yang di beri kesempatan untuk bertanya tentang keperawatan Jenazah tersebut. Setalah itu berfoto bersama dengan mahasiswa KPM 81 IAIN Ponorogo bersama pemateri dari KUA poncol Magetan.

      Kemudian  kami diminta untuk mendampingi lomba Ibu-Ibu lansia  yang dimana latihan setiap hari kecuali hari sabtu dan minggu. Dari kami mahasiswa IAIN Ponorogo bersepakat  membuat kelompok dari 20 peserta KPM 81 IAIN Ponorogo ini, membuat jadwal bergilir untuk mendampingi latihan Senam Ibu-Ibu Lansia bertempat di balai desa.

    Sabtu,  Tanggal 27 juli 2024  Seminar Biopori dilaksanakan di balai Desa Sombo, mendatangkan materi dari Kampus tau Dosen yang mempunyai ahli untuk mengisi materi Seminar Biopori tersebut. Dengan sasaran masyarakat Desa Sombo dan Karangtaruna yang ada diDesa Sombo ini. Acara Berlangsung Jam 09.00 sampai selesai, dihadiri oleh para perangkat desa, warga desa, dan Dosen Pewmbimbing KPM 81 IAIN Ponorogo.

    Berlangsungnya acara Seminar dan sekalian Praktek Biopori. Selesai acara Biopori tersebut Usai juga Proker Utama yang sudah teraksanakan. Dan posko kami dikunjungi sekalian dengan DPA pembimbing KPM 81 yang bertanggung jawab atas Mahasiswanya.  Setalah itu berkumpul dan membahas kegiatan dan tugas tugas yang di kumpulkan sebelum KPM usai. Dan setalah itu berbinjang-binjang yang dirasakan teman-taman sama DPA kami.

        Setalah itu kami berlangsung untuk mencari tempat refresing di tawangmangu untuk melepas kepenatan yang sudah dilalui,  setelah itu teman-teman bersamaan ke tempat wisata tawangmangu dengan keindahan alam yang sejuk dan suasana yang bisa menenangkan pikiran dan kami disana berhenti disalah satu tempat angkringan yang bisa untuk beristirahat dan memakan cemilan bersama. Setelah itu sebelum pulang, kita juga tidak lupa mengambil gambar momen bersama di tempat ankringan tersebut.

      Kemudian berlanjut Malamnya mengikuti Rutinan ranting NU bersholawat, di rumah salah satu warga diDesa Sombo. Diikuti oleh semua teman-teman KPM 81 IAIN Ponorogo. sampai selesai. Disitu juga teman-teman KPM bisa belajar hadrohan bersama Ranting NU diDesa Sombo. Sealain belajar teman-temn juga di suruh untuk menjadi Vokal hadroh yang dimana disitu saling belajar dan mengenal  dan berbaur dengan warga sekitar. Dengan mengikuti rutinan tersebut.

     Hari Minggu, tanggal 4 Agustus 2024 kami melaksanakan penutupan dengan kaloborasi dengan rutinan Ranting NU yaitu dengan Tema SOMBO BERSHOLAWAT  dan dari situ partisipasi warga sangat mendukung dengan adanya kegiatan tersebut, yang menghadiri acara yang di laksnakan oleh Ranting NU dan Teaman-teman KPM 81 IAIN Ponorogo. sekitar 200 warga dan teman-teman dari KKN UNISKA menghadirinya dan teman- tema KPM yang dari Dea Cileng. 

       Sehabis itu perayakan Sombo Bersholawat dan penutupan dihadiri juga oleh seluruh perangkat desa yang dimana saat itu juga sekalian dari teman-tean mahasiswa KPM berpamitan dengan seluruh warga di desa sombo yang hadir. Acara selesai samapai larut malam karna warga sekitar sangat senang dengan acara Sombo bersholawat tersebut.

    Setelah kami membersihkan setelah acara tersebut menolak lupa untuk pengambil foto bersama dengan warga dan teman-teman kpm yang lainnya. 

   Esok harinya teman-teman bangun tidak seperti biasanya, mereka pada bangun terlambat dan jadwal piket masak dan bersih-bersih juga terlambat semua. Karna malamnya yang usai acara Sombo bersholawat tersebut. Namun tetap dilakukan dengan baik walaupun dengan bangun kesiangan. Karena teman-teman dibuat santai banget. Agak siangan teman-teman laki-laki melakukan pembongkaran panggung setelah acara tadi  malemnya. Dan yang sebagian memasak dan senam bersama diposko.    

       Perjalanan KPM tidaklah selalu mulus. Kami juga menhadapi berbagai tantangan seperti cuaca yang tidak menentu, kebatasan dalam berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeada. Namun, dari setiap tantangan itulah, kami belajar untuk bertahan, beraptasi, dan menemukan solusi bersama.

     Salah satu hal yang paling memuaskan dari pengalaman KPM di Desa Sombo adalah melihat perubahan positif yang terjadi baik dalam diri kami maupun di masyarakat setempat. Dari peningkatan kualitas hidup hingga semnagat gotong royong  yang semakin menguat. Setiap  usaha kecil yang kami lakukan telah memberikan dampak yang besar bagi mereka. Hal ini juga menjadi titik balik dalam pandangan kami tentang arti kehidupan dan makna dari pengabdian kepada masyarakat.

      Saat waktunya untuk meninggalkan Desa Sombo,kami merasa sedihh namun juga bangga deangan apa yang telah kami capai bersama. Kenangan Gemercik cerita KPM diDesa Sombo kelompok 81 IAIN Ponorogo. dengan ingatan kami sebagai  mahasiswa yang telah belajar banyak tentang hidup, cinta,dan pengabdian kepada sesama.

      Gemercik Cerita KPM di Desa Sombo bukan hanya sekedar sebuah pengalaman, tetapi sebuah perjalanan spiritual dan pembelajaran yang telah membentuk kami  menjadi pribadi terhadap sesama. Melalui pengalaman ini, kami belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak mengenal batas. Dan saling menghargai satu sama lain, belajar cara menghargai pendapat walaupun dengan pendapatan yang berbeda. Tapi aku belajar dari apa yang ku alami saat Pengabdian Masyarakat bersama teman-teman. Mengajarkan ku untuk lebih sabar, dengan apa yang dilarasakan, menguji bagai mana cara mengotrol emosional kita terhadap orang yang tidak sejalan dengan kita. Disitu aku belajar banget bagaimana menangani suasan yang berbgai drama setiap harinya. Terimakasih teman temanKPM 81 Desa Sombo  yang sudah menjadi 40 hari yang penuh lika lku. Permasalahan yang tidak habis habisnya namun, kita bisa mlewatinya dengan kedewasaanya

 

Comments

Popular Posts