LINIMASA 40 HARI DI DESA SOMBO
LINIMASA 40
HARI DI DESA SOMBO
Muhammad Amirul
(KPM
Multidisiplin(IAIN Ponorogo/KPI/FUAD))
PENDAHULUAN
KPM adalah kegiatan perkuliahan pengabdian mahasiswa dalam bentuk
belajar, meneliti dan bekerjasama dengan anggota kelompok dan masyarakat
setempat. KPM ini merupakan kegiatan perkuliahan pengabdian masyarakat yang
dilaksanakan oleh mahasiswa IAIN Ponorogo semester 7, kegiatan ini sebagai
salah satu bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diorganisir oleh
salah satu lembaga yang ada di IAIN Ponorogo yaitu LPPM atau Lembaga Penelitian
dan Penelitian Masyarakat. Berdasarkan Permendikbud 3 tahun 2020 tentang
Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kegiatan pengabdian masyarakat adalah
kegiatan yang wajib untuk dilaksanakan dan diikuti setiap mahasiswa perguruan
tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui KPM merupakan salah satu bentuk
pembelajaran mahasiswa yang sistematis dan terstruktur dibawah bimbingan dosen
pembimbing lapangan. KPM adalah kegiatan perkuliahan pengabdian mahasiswa dalam
bentuk belajar, meneliti dan bekerjasama dengan anggota kelompok dan masyarakat
setempat.
KPM dalam artian panjangnya adalah Kuliah Pengabdian Masyarakat
yang seperti umum dilakukan oleh kampus kampus lainnya walaupun ada sebagian di
jurusan kampus lain yang tidak diadakannya KPM atau Kuliah Pengabdian
Masyarakat. Kegiatan ini tujukan oleh mahasiswa untuk terjun langsung ke
masyrakat desa yang diharapkan dapat membantu masyarakat menyukseskan,
memeriahkan, memberikan suatu ilmu kepada masyarakat sesuai tema yang diangkat
oleh kelompok mahasiswa tersebut.
Mahasiswa
yang diterjunkan kedesa yang telah ditentukan atau dipilih maka diharuskan
untuk memberikan kontribusi yang nyata kepada desa tersebut. Dengan adanya
Kuliah Pengabdian Masayarakat ini mahasiswa harapannya dapat
memajukan masyarakat tersebut dari berbagai aspek agar lebih maju dan lebih baik.
KPM merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa di masyarakat dalam bentuk belajar,
meneliti, dan bekerja bersama masyrakat.
Tujuan atau hasil dari Kuliah Pengabdian Masyarakat
ini adalah agar mahasiswa dapat memberikan ilmu yang dijalaninnya selama diperkuliahan,
serta mempraktikkannya langsung kepada masyarakat agar dapat memngembangkan
desa tersebut menjadi lebih baik. Adapun tujuan lain adalah agar mahasiswa
dapat bersosialisasi dan berkomunikasi kepada masyarakat yang lebih baik,
mengetahui cara mengatasi dan meyikapi problematika didesa, dan banyak lagi
ilmu yang didapatkan selama KPM.
Penulis adalah seorang mahasiswa yang sedang
menajalani KPM Multisiplin Kelompok 81 yang ditempatkan dari kampus, yang
tepatnya didesa Sombo kecamatan Poncol kabupaten Magetan. Desa Sombo adalah
desa yang terletak diperbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah yaitu
Kabupaten Wonogiri.
Kelompok
Multisiplin 81 sebelum datang didesa membentuk sebuah kepengurusan kelompok
yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekertaris satu dan dua, bendahara satu
dan dua, serta devisi yang dibuat juga yang terdiri dari devisi kepemudaan,
devisi keagamaan dan pendidikan, devisi kerumah tanggaan. Kami berangkat dengan
beranggotakan 20 orang yang terdiri dari 6 laki laki dan 14 perempuan yang
karena kelompok kami adalah kelompok Multidisiplin maka kami belum begitu
menganal dekat dengan anggota lain. Dalam setiap kelompok KPM terdapat DPL atau
Dosen Pembimbing Lapangan . Dalam kelompok KPM saya terdapat Dosen Pembimibing
yatiu Ibu Yulia Anggaini M,M
KPM di IAIN Ponorogo dilaksanakan selama 40 hari, Pembukaan seluruh kelompok
KPM dilaksankan di kampus I IAIN
Ponorogo dimulai pada pukul 07.00 WIB dihalaman Graha Watoe Dakon dengan menggunakan
jas alamamater. Kelompok
KPM 81 Sombo melakukan pembukaan pada tanggal 4 Juli 2024 yang bertempat di
Balai desa Sombo, pembukaan ini dihadiri oleh Kepala Desa Sombo berserta
jajaran perangkatnya. Kehadiran kelompok kami di desa Sombo disambut baik oleh
perangkat desa serta masyarakat desa Sombo.
1.
MINGGU PERTAMA
Pada hari pertama kami di posko
kami melakukan bersih bersih yang dilakukan diposko kami yang dimulai dari
membersihkan halaman depan dan samping rumah serta menyapu dan mengepel posko
yang dilakukan oleh semua anggota kelompok. Dilanjutkan malamnya dilakukan
sholat maghrib dan setelahnya dilakukan tahlilan bersama semua anggota
kelompok, tahlilan tersebut dilakukan sebagai wujud permohonan atau do’a awal
kelancaran KPM kami. Setelah melakukan tahlil bersama dilanjutkan dengan sholat
Isya bersama. Setelah itu kami sekelompok berkumpul bersama untuk melakukan
rapat evaluasi untuk membicarakan kegiatan yang dilakukan besok.
Pada minggu awal kami, kami
melakukan kunjungan atau sowan kepada tokoh desa dan perangkat desa Sombo
sebagai salam hormat kelompok KPM kami didesa Sombo. Kegiatan ini adalah rasa
hormat kami sebagai tamu dan memperkenalkan diri kami pribadi serta membangun
komunikasi dan manjalin hubungan baik terhadap tokoh masyarakat dan perangkat
desa. Setiap kunjungan atau sowan kami sekelompok menjalani dengan rasa rendah
diri dan rasa hormat, kami melakukan sembari memperkenalkan diri dan juga
mengadakan diskusi singkat mengenai proker yang dibutuhkan serta berguna bagi
masyarakat. Tak lupa kami mengdengarkan dan menrima masukan dari tokoh
masyrakat dan para perangkat yang kami sowan atau kami kunjungi sebagai
pertimbangan untuk membuat proker yang akan kita lakukan didesa Sombo
selnajutnya.
v
Sirah Kulon
Di desa Sombo terdapat dua sumber
mata air yang sebagai mata air tiap rumah masyarakat. Pada akhir minggu kami
beserta semua kelompok menghadiri kerja bakti yang dilakukan sirah kulon, yang
sebelumnya sudah diberitahu oleh masyarakat dan perangkat desa bahwasanya
dilakukan kerja bakti di sirah wetan yang dilakukan rutin oleh warga masyarakat
desa Sombo setiap tahunnya.
Kegiatan ini dilakukan RT atau RW
masyarakat yang berdekatan oleh sumber sirah wetan. Kegiatan ini dilakukan oleh
masyarakat sebagai sedekah bumi atau wujud rasa syukur masyarakat yang telah
menggunakan air mata terserbut sebagai kebutuhan sehari hari. Kegiatan awal
kegiatan ini adalah dengan melakukan kerja bakti atau bersih bersih di area
sumber mata air dan dilanjutkan dengan doa bersama. Setelah doa bersama par
warga masyarakat membawa tumpeng dan makanan dari rumah, dan dilanjutkan makan
bersama sama. Tetapi ada hal yang perlu digaris bawahi, bahwasannya kegiatan
ini ditujukan kepada Allah SWT, jadi tidak adanya hal yang menyeleweng atau menyimpang
dari agama Islam, karena syukuran ini dipimping oleh ustadz dan juga menjabat
sebagai kamituwo didesa Sombo.
Dengan kami mengikuti kegiatan masyarakat didesa Sombo
salah satunya adalah syukuran dan kerja bakti didesa Sombo yang tepatnya di
sumber mata air sirah wetan, hal ini dapat menambah erat hubungan kelompok kami
terhadap masyrakat desa Sombo. Melalui partisipasi aktif dalam acara kemasyarakatan ini, kami
berharap dapat lebih mudah diterima dan dipercaya oleh masyarakat, sehingga
program kerja kami dapat berjalan dengan lebih lancar dan mendapatkan dukungan
penuh dari warga desa.
2. MINGGU
KEDUA
Pada minggu kedua ini kami dimintai bantuan untuk
melaksanakan kegiatan rutinan desa Sombo yaitu kegiatan posyandu untuk lansia.
Hal ini dilakukan karena sedikitnya tenaga medis dan lansia yang banyak, maka
dari itu teman teman dari kelompok kami dimintai bantuan untuk memperlacar
acara kegiatan posyandu lansia tersebut.
Diminggu kedua ini kami juga melakukan kunjungan atau
sowan ke SDN Sombo, Pengurus TPQ/TPA yang bertempat di masjid Miftakhul Jannah,
dan juga ke ketua karang taruna desa Sombo. Setelah kunjungan atau sowan sowan
terhadap kepala sekolah, pengurus TPQ/TPA, dan Ketua karang taruna tersebut,
kami mendapatkan hasil yang kami harapkan yaitu kami diberi kesempatan untuk
mengajar di SDN Sombo dan mengajar di TPQ/TPA di Masjid Miftahul Jannaj,
kegiatan ini juga sebagai proker penunjang kami ketika menjalanankan KPM di
desa Sombo ini. Dilain itu kami melakukan kegiatan ini juga untuk menambah
relasi, mempererat hubungan komunikasi, dan juga memperkenalkan diri kami.
Dari hasil dari kunjungan tersebut, besoknya kami
langsung bisa ikut serta dalam hal ngajar mengajar di TPQ/TPA dan juga
mengikuti kegiatan rutin kumpul dan rapat karang taruna desa Sombo dan
melaksanakan piket kantor desa serta membantu kegiatan posyandu. Karena
banyaknya kegiatan masyarakat akhirnya waktu evaluasi kami membuat kelompok
untuk membagi dan membentuk kelompok agar tidak terjadi kekacauan pembagian
anggota disetiap kegiatannya.
v Sirah
Wetan
Pada minggu pertama ini kami juga ikut membantu
kegiatan masyarakat yang melaksanakan kegiatan kerja bakti di salah satu sumber
mata air di desa Sombo yaitu sirah wetan. Kegiatan ini hampir sama dengan yang
dilakukan di kegitan disumber sirah kulon, yaitu yang diawali dengan kerja
bakti bersama warga dan dilanjutkan doa bersama dan selanjutnya makan bersama
sama. Tetapi ada yang membedakan dari kagitan yang dilakukan di sirah kulon,
yaitu di sirah wetan ini dilakukannnya penyembelihan kambing yang dilakukan
untuk sedekah bumi dan untuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan
nikmat melalui sumber mata air yang sangat berguna terhadap masyarakat desa
Sombo untuk beruhan sehari hari.
Selain
dari hal itu, kegiatan ini menjadi ajang untuk lebih mengenal kehidupan dan
kebudayaan warga setempat dan ternyata di desa Sombo ini terdapat kehidupan dan
kebudayan yang bermacam macam sesuai dengan culture masyarakat. . Interaksi ini tidak hanya memperkaya pengalaman
kami, tetapi juga mempererat hubungan dengan warga Desa Sombo. Melalui
pengalaman mendadak ini, kami merasa semakin dekat dengan masyarakat dan
mendapatkan perspektif baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan program kerja kami
di Desa Sombo ini.
v Bersih
Desa (Wayangan)
Desa
Sombo setiap tahunnya mengadakan bersih desa dengan membuat acara utama yaitu
membuat pagelaran wayang kulit. Dalam hal ini kelompok KPM kami diikut sertakan
dalam persiapan yang diawali dengan membantu memasang panggung dan membantu
persiapan dari segi konsumsi.
Untuk
malam puncak kami diminta tolong untuk membantu sebagai pramusaji dan penerima
tamu dalam kegiatan tersebut. Karena banyaknya tamu undangan dan masyarakat
yang hadir membuat acara bersih desa menajadi lebih meriah.
3. MINGGU
KETIGA
Minggu ketiga, kelompok KPM mengawali dengan melakukan
MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SDN Sombo. Pada kesempatan ini
pihak sekolah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksakan MPLS ke siswa
dan siswi baru dengan mengisi materi yang sesuai dengan usia anak dan kelas
siswa/ siswi kelas satu.
Karena bertepatan denga akan adanya lomba senam lansia
dan lomba PBB linmas antar desa sekecamatan Poncol, Magetan maka dari pihak
desa memberi tahu untuk juga membantu dan berkontribusi pada lomba tersebut. Setiap
hari kelompok kami bergantian untuk mengikuti kegiatan latihan untuk perseiapan
penambilan lomba itu. Dari situ juga kami lebih mengenal masyarakat lebih jauh
dan bertukar pikiran dan pengalaman dari daerah kami masing masing.
v Seminar
Anti Bullying
Salah satu proker yang di angkat pada KPM ini adalah
seminar anti bullying yang ditujukan khusus untuk anak SD yang ada di SDN Sombo
yang kami tujukan kepada siswa siswi kelas 4,5,6. Hal ini kami mengatahui daya
serap anak yang dapat mencerna adalah dalam kelas 4,5,6 tersebut. Kegiatan ini
berjalanan dengan lanjar dan tanpa kendali, para siswa dengan cepat dan tanggap
atas apa yang disampaikan dan juga tak lupa dalam seminar, kami memberikan materi dan juga contoh apa yang
boleh dan tidak boleh juga apa akibat dari yang dilakukan ketika melakukan
bullying. Karena banyaknya kasusu yang terjadi yang terjadi dan yang tersebar
di media sosial, saya dan teman teman KPM memutuskan membuat proker ini untuk
meminalisir tingkat bullying yang dilakukan para siswa, maka dari itu kami
mengambil langkah dari bawah yaitu SD untuk meminimalisir hal yang tidak
diinginkan tersebut.
v Pemberdayaan
Masjid
Program ini dibuat untuk membuat masjid menjadi lebih menarik dari
sebelumnya, karena kurangnya identitas pada masjid dan warna cat masjid yang
sudah sedikit meluntur, saya dan teman teman berinisiatif untuk menjadikan
proker kami. Selain kami membantu mengajar TPQ/TPA di masjid tersebut alangkah
baiknya juga menjadinya masjid tersebut lebih menarik dan lebih baik.
Diawali dengan mengamplas masjid bagian pagar, tiang,
dan tembok dilanjutkan dengan mengecatnya. Dari permasalahan awal kurangnya
identifikasi masjid, maka kami juga memberikan figura kaligrafi beserta alamat
lengkapnya sebagai penanda dan penama masjid tersebut.
4. MINGGU
KEEMPAT
Pada
minggu ini kami disibukkan dengan persiapan proker kami yang ke tiga dan
keempat yaitu pemulasaraan jenzah dan seminar biopori dengan sampah organik,
proker ketiga ini adalah salah satu permintaan dari warga masyarakat desa Sombo
yang sangat kekurangan dalam hal menangani permasalahan yang ketika terjadi
dalam masyarakat, proker yang kami jalanankan adalah pemulasaraan jenazah.
v Pemulasaraan
Jenazah
Karena
kurangnya warga yang dapat mengurus jenazah yang kurang benar dalam syariat
islam, maka dari tokoh agama dan kamituwo Desa Sombo yaitu Bapak Hendri dan
Bapak Rohmadin meminta agar membuatkan acara kegiatan Sosialisasi Pemulasaraan
Jenazah. Dalam kegiatan ini kami mengundangan elemen masyarakat dari berbagai
dusun dan organisasai masyarakat.
Kegiatan
ini kami mengundang pemateri dari KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan Poncol
yang sebelumnya sudah mengkomunikasikan terlebih dahulu serta datang ke kantor
KUA Poncol untuk memberikan surat permohonan untuk mendatangkan sebuah pemateri
dari KUA agar tidak adanya kesalah pahaman materi yang dijelaskan.
v Seminar
Biopori
Sebelum kami
melakukan proker inti yaitu seminar biopori dari sampah organik, terlebih
dahulu mencoba diminggu sebelumnya, dan akhirnya berhasil. Karena keberhasilan
dari percobaan ini maka kami langsung merancang sebuah acara yaitu seminar
biopori dari sampah organik. Kami mendatangkan dosen kami dari IAIN Ponorogo
yaitu Bapak Mufti Abrori, M.Si yang mengajar pada salah satu fakultas yaitu FTIK
dengan jurusan Tadris IPA. Setelah persiapan yang matang, pada hari yang
ditentukan dilakukan acara dan kegiatan ini berlangsung dengan lancar.
Proker
ini kami buat karena setelah survei yang kami lakukan banyaknya sampah organik
yang dibuang atau dibakar segitu saja, maka dari itu kami membuat kegiatan ini
karena tujuan awal kegiatan ini adalah mengurangi sampah organik dan juga
memanfaatkan sampah organik agar menjadi pupuk alami bagi masyarakat.
5. MINGGU
KELIMA
Pada
minggu kelima ini kami melakukan proker penunjang yang dilakukan biasanya yaitu
mengajr TPQ/TPA dan membantu senam lansia. Tetapi sebari juga memikirkan dan
merancang sebuah acara untuk penutupan KPM kami didesa Sombo ini. Setelah
memikiran dan mempertimbangkan acara apa yang bagus dan terkesan untuk
penutupan membuahkan keputusan yaitu mengadakan acara sholawatan yang
dikolaborasikan denga ranting NU dan Muslimat ranting Sombo.
v Pentupan
dan Sombo Bersholawat
Sebelumnya,
kami berkoordinasi dan melakukan rapat dengan ketua ranting NU dan musliat
ranting Sombo yang akan membuat acara tersebut, dari pihat terkait sangat
setuju dan akan membantu seadanya. Dukungan dari pihak terkait membuat semangat
kami untuk membuat acara ini. Maka dari itu teman teman sangat totalitas dalam
menyukseskan acara ini.
Sebelum
hari acara kami dan warga masyarakat bergotong royong membangun panggung,
memasang terop, memasang sound, dan perlengkapan lainnya. Kami dan warga
sekitar bahu membahu untuk mempersiapkan acara ini. Persiapan ini cukup
menguras tenaga dan pikiran yang dilakukan malam dan dilanjut pagi sampai sore.
Warga
masyarakat Desa Sombo sangat semangat dan antusias sehingga memenuhi halaman
yang disediakan, hal tersebut membuat kami senang karena acara terakhir yang
kami buat mendapatkan apresiasi penuh dari warga masyrakat sombo. Penutupan ini
diharapkan menjadi momen berkesan dan menyenangkan bagi seluruh warga desa,
serta memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berkonstribusi.
melalui kegiatan ini, saya berharap dapat meninggalkan kesan positif dan
kenangan manis bagi warga Desa Sombo.
PENUTUP
Banyak sekali hikmah yang saya peroleh ketika melaksanakan KPM di
Desa Sombo ini, mulai dari pelajaran yang ada dirumah/posko, cara hidup
bermasyarakat, cara membuat acara dengan menarik minat warga masyarakat desa,
dan banyak lagi hikmah yang diperoleh. Saya
dan kelompok banyak sekali mendapatkan hikmah yang berasal dari warga
masyarakat, Dan syukur Alhamdulillah warga masayrakat dapat menerima dan
menilai baik kelompok KPM kami yang dilaksanakan kegiatan di Desa Sombo.
Terima kasih khususnya Kepala desa Sombo berseta
jajarannya, warga masyarakat desa Sombo yang telah menerima baik kami sampai
kami hampir selesai melakukan kegiatan KPM ini dan selalu mendukung penuh
kegiatan yang kami lakukan selama di Desa Sombo ini, dan tidak lupa saya
ucapkan terima kasih banyak kepada teman teman kelompok KPM 81 yang telah
memberikan pikiran, waktu, tenaga, dan kekompakannya sehigga KPM kita menjadi
lancar. Dengan kekompakan kita selama 40 hari, kita dapat melalui pengalaman susah dan senang bersama sama.
Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat untuk warga masyarakat Desa
Sombo.
Comments
Post a Comment