“Membangun Kecerdasan Emosi dengan Sosialisasi Anti Bullying Pada Anak-Anak di SD Negeri Sombo”
“Membangun
Kecerdasan Emosi dengan Sosialisasi Anti Bullying Pada Anak-Anak di SD Negeri Sombo”
AQILLAH
VITA SORAYA
Pendahuluan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan kegiatan
belajar yang dilakukan di perkuliahan dengan mengintegrasikan pelaksanaan Tri
Dharma Perguruan Tinggi melalui metode pemberian pengalaman belajar dan bekerja
kepada mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan
Kuliah Kerja Nyata akan mampu menumbuhkan daya kritis dan pengalaman bagi
mahasiswa. Maka dari itu, program Kuliah Pengabdian Masyarakat ini menjadi
salah satu mata kuliah intrakulikuler yang wajib ditempuh oleh mahasiswa pada
setiap program studi jenjang S-1.
Kegiatan KPM bukan hanya upaya transfer atau praktek
ilmu pengetahuan kepada masyarakat, tetapi KPM juga merupakan upaya pemberdaya
sebagai proses pencarian kembali yang dilakukan bersama masyarakat untuk
mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Pada
tahun ini, kegiatan KPM Multi Disiplin menjadi nama resmi kegiatan KPM yang
dilakukan oleh mahasiswa Institut Agama Islam Ponorogo (IAIN), Kegiatan KPM ini
dilakukan secara berkelompok dan luring, laporan kegiatan mingguan dan harian
dilaporkan melalui digital dengan media sosial. Para peserta KPM Multi Disiplin
disebar menjadi 3 kecamatan yaitu, kecamatan Magetan, Wonogiri, dan Ponorogo
dengan periode pelaksanaan pada tanggal 2 Juli sampai dengan 10 Agustus.
Desa Sombo yang berada di Kecamatan Poncol, Kabupaten
Magetan menjadi tempat kegiatan KPM yang dilaksanakan oleh kelompok kami, yakni
kelompok 81 KPM Multi Disiplin. Selama kurang lebih satu bulan kami mengabdikan
diri pada desa ini, banyak kegiatan masyarakat yang kami ikuti dan program
kerja yang sudah kami rencanakan sebelumnya, telah terlaksana sesuai dengan
usaha maksimal yang kami berikan. Salah satu program yang kami laksanakan
adalah terkait dengan pemberdayaan anak-anak melalui kegiatan Sosialisasi
Pencegahan Bullying.
ISI
Bullying merupakan kasus yang tidak asing lagi bagi
masyarakat Indonesia, sebab tanpa sadar masyarakat membiarkan hal itu terjadi
pada lingkungan mereka. Berlindung dari kata bercanda, mereka mengesamping rasa
kepedulian akan sikap dan tingkah laku dalam bergaul yang memiliki batasan
serta etika. Tidak hanya dalam bentuk tindak kekerasan pada fisik secara
langsung, bullying juga dapat dilakukan melalui perkataan.
Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia
(KPAI) terhadap kasus bullying pada anak Sekolah Dasar di tahun 2011 terdapat
56 kasus, tahun 2012 terdapat 130 kasus, tahun 2013 terdapat 96 kasus, tahun
2014 terdapat 159 kasus, tahun 2015 terdapat 154 kasus, tahun 2016 terdapat 122
kasus, tahun 2017 terdapat 129 kasus, tahun 2018 terdapat 107 kasus, tahun 2019
terdapat 46 kasus dan tahun 2020 terdapat 76 kasus serta tahun 2021 terdapat 17
kasus yang baru terkonfirmasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia, 2021
(Novitasari, 2019).
Dikutip dari portal resmi KOMPAS.com, Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan telah menerima aduan kekerasan
kepada anak di lingkungan Pendidikan sebanyak 64 aduan per tanggal 31 Maret
2023. Bentuk kekerasan yang diterima cukup beragam, diantaranya yaitu kekerasan
fisik, bullying, kekerasan seksual, korban diskriminasi kebijakan satuan
Pendidikan, sehingga kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperhatikan
prinsip hak partisipasi anak.
Bullying adalah tindakan kekerasan yang dilakukan
dengan sengaja dan bertujuan untuk menyakiti orang lain. Tindakan kekerasan ini
dapat dilakukan secara fisik, verbal, atau psikologis. Bullying dapat terjadi
di mana saja, termasuk di sekolah. Oleh karena itu, penting untuk memberikan
pemahaman tentang bullying kepada anak-anak agar mereka dapat mengenali
tindakan kekerasan tersebut dan mengambil tindakan yang tepat.
Sosialisasi tentang bullying untuk anak-anak dapat
dilakukan dengan berbagai cara, seperti menggunakan metode ceramah, diskusi,
atau kegiatan yang melibatkan peran serta anak-anak. Dalam sosialisasi ini,
penting untuk memberikan pemahaman tentang pengertian, jenis-jenis, dan dampak
bullying baik pada korban maupun si pelaku. Selain itu, juga perlu memberikan
pemahaman tentang cara menghadapi tindakan kekerasan bullying, strategi
pencegahan tindakan kekerasan bullying, serta menciptakan lingkungan yang aman
dan kondusif untuk belajar. Mengajarkan cinta kasih antar sesama juga sangat
penting untuk mencegah anak menjadi korban bullying atau pelaku bullying di
kemudian hari. Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya saling
menghargai dan menghormati satu sama lain, serta tidak melakukan tindakan
kekerasan terhadap orang lain.
Dalam sosialisasi bullying untuk anak-anak, juga perlu
diberikan contoh tindakan bullying, seperti memukul, mendorong, menjambak,
menendang, menampar, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencekik,
menggigit, mengecualikan, mengisolasi, atau menyebarkan gosip dan fitnah
tentang korban. Anak-anak perlu diberikan pemahaman tentang dampak bullying,
seperti gangguan emosional dan mental pada korban, kecemasan, depresi, stres,
kehilangan kepercayaan diri, isolasi sosial, perasaan takut, dan lain
sebagainya. Dengan sosialisasi yang tepat, diharapkan anak-anak dapat mengenali
tindakan kekerasan bullying dan mengambil tindakan yang tepat untuk
mencegahnya. Selain itu, diharapkan anak-anak dapat menjadi agen perubahan
dalam mencegah tindakan kekerasan bullying di lingkungan sekitar mereka.
SD Negeri Sombo adalah salah satu satuan pendidikan
dengan jenjang sekolah dasar di Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan,
Jawa Timur. Dalam menjalankan kegiatannya, SD Negeri Sombo berada di bawah
naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah yang berada di Desa Sombo
ini adalah sekolah dasar dengan murid yang tidak begitu banyak, dikarenakan
banyak anak-anak di sekitar Desa Sombo lebih memilih sekolah swasta yang berada
di sekitaran Parang.
Keadaan lingkungan sekolah baik nyaman dan tentram,
murid-murid sekolah di SDN Sombo bersemangat dalam menuntut ilmu walau dengan
teman satu kelas yang tidak begitu banyak. Namun kurangnya pendidikan disana,
menjadikan anak-anak paud lulus tidak langsung ke TK melainkan langsung masuk
SD. Ini yang menjadikan anak-anak sekolah dasar ada yang beberapa tidak bisa
membaca dan kurangnya orang tua dalam mengawasi anak-anak ketika belajar.
Sebelum dimulainya tahun ajaran baru di SDN Sombo,
kemi melaksanakan kegiatan proker utama dari kelompok kami yaitu Sosialisasi
Pencegahan Bullying. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas 4-6 selama
1 hari yaitu dihari kamis telah kami ikuti dengan maksimal. Pada hari pertama
kegiatan belajar mengajar yaitu hari Kamis, kami memasuki ruang kelas 6 untuk
melakukan kegiatan sosialisasi stop bullying. Kegiatan ini bertujuan untuk
memberikan pengetahuan kepada siswa-siswi mengenai sebab-sebab munculnya
perilaku bullying, dampak negatif dari bullying, cara melawan tindakan
bullying, dan cara memilih teman yang baik. Dengan demikian, membangun
kecerdasan emosi melalui sosialisasi anti bullying pada anak-anak di SDN Sombo
dapat membantu menghentikan perilaku bullying dan menciptakan lingkungan
sekolah yang lebih harmonis dan positif.
Di saat acara tersebut semua anggota kelompok ikut
melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Bullying tersebut, yang diampu
oleh 20 mahasiswa. Sebelum melakukan sosialisasi, para guru, siswa/siswi, dan
mahasiswa/mahasiswi KPM Multi Disiplin melakukan senam kebugaran jasmani.
Kemudian dilanjut dengan sosialisasi yang dilakukan di dalam ruang kelas.
Kegiatan dimulai dengan doa bersama dan perkenalan. Setelah sesi perkenalan,
siswa-siswi diberikan pertanyaan mengenai apa cita-cita mereka dan bagaimana
cara mewujudkan cita-cita itu.
Setelah sedikit menyinggung mengenai cita-cita,
barulah kami memberikan pertanyaan kepada siswa-siswi apakah ada diantara
mereka yang suka mengejek atau diejek. Dan berbagai pertanyaan tentang bullying
tersebut, dan disaat ada siswa yang bisa menjawab pertanyaan yang kita kasih
mereka mendapatkan hadiah. Ada beberapa orang siswa yang mengaku bahwa ia suka
diejek dan di bully oleh temannya. Lalu kami membahas mengenai apa itu
bullying, dan apa saja contoh dari tindakan bullying, dampak dari bullying, dan
dari mana sebab bullying tersebut bisa terjadi.
Kemudian setelah diberi pertanyaan dan kita kasih
hadiah kita juga mengasih satu snack yang dibungkus depannya dikasih kata-kata
tentang stop bullying, dan mereka kita suruh maju perwakilan untuk membacakan
isi dari tulisan yang ada disnack mereka.
Kami memberikan pengertian kepada mereka bahwa
bullying itu merupakan sikap yang tercela dan harus dihindari. Karena bullying
dapat memberikan dampak negatif yang salah satunya ialah tindakan tersebut
dapat tersimpan di memori dalam jangka waktu yang panjang. Kami memberitahu kepada mereka agar
jangan suka mengejek temannya, karena hal itu juga merupakan contoh dari
tindakan bullying. Kami berpesan kepada mereka bahwa sebelum berteman, alangkah
baiknya mereka memilih teman yang baik, yang tidak melakukan perilaku bullying.
KESIMPULAN
Serangkaian kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) telah kami laksanakan selama kurang lebih satu bulan dengan usaha yang
maksimal. Salah satunya yaitu melakukan kegiatan sosialisasi stop bullying di
sekolah dasar di Desa Sombo yang bernama SDN Sombo. Kami melakukan kegiatan ini
agar mereka menjadi generasi penerus bangsa yang tidak melakukan perilaku
bullying. Karena mengingat banyaknya kasus bullying yang tercatat oleh Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Dengan adanya kegiatan sosialisasi stop
bullying, diharapkan mereka sadar bahwa hal tersebut tidak baik untuk
dilakukan. Mari kita menjadi sosok pribadi yang baik agar menjadi generasi
bangsa dan negara yang lebih maju.
Kesan
Saya Selama KPM di Desa Sombo
Desa Sombo merupakan Desa yang terletak di Dataran
Tinggi teparnya di Lereng Gunung Blego. Sehingga merupakan daerah Penghasil
Kelapa Muda yang melimpah. Kelapa muda dapat ditemui dengan mudah di seluruh
Desa Sombo. Desa Sombo terletak di Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan Provinsi
Jawa Timur yang merupakan daerah pegunungan yang berketinggian 600,00 M di atas
Permukaan Air Laut , dengan batas wilayah Sebelah Utara berbatasan dengan Desa
Cileng Kecamatan Poncol, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Ngunut Kecamatan
Parang, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Trosono Kecamatan Parang serta
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sukorejo Kabupaten Wonogiri, dengan luas
wilayah 282,75 Ha, Desa Sombo terbagi dalam 3 Dusun, 6 RW, 15 RT
Masyarakat Desa Sombo mayoritas bekerja pada sektor
petanian, perkebunan dan peternakan. Akan tetapi, sektor peternakan bukan
merupakaan prioritas utama karena tidak setiap rumah mempunyai hewan ternak,
hanya sebagian masyarakat saja. Hasil dari peternakan di Desa Sombo ini adalah
ayam peterlur. Sedangkan pada sektor pertanian menjadi prioritas utama yang
dikembangkan oleh Masyarakat Desa Sombo, masyarakatnya banyak fokus pada hasil
pertanian dari padi, jagung, sayur. Selain pada sektor pertanian dan
peternakan, sektor dari Perkebunan juga menjadi fokus masyarakat, mayoritas masyarakat
memiliki kebun cengkeh, kelapa, dan ketela yang memang cocok ditanam pada
daerah dataran tinggi.
Selama KPM berlangsung, saya banyak belajar tentang
arti kesederhanaan dan kebersamaan bersama teman-teman. Kami semua membiasakan
diri untuk selalu sederhana, terutama dalam menu makanan. Kami menumbuhkan dan
memupuk kebersamaan di setiap harinya. Kami selalu melakukan kegiatan
bersama-sama dan melakukan koordinasi dengan baik. Pengalaman tinggal bersama
warga desa juga memperkaya wawasan saya tentang budaya dan adat istiadat lokal.
Saya merasa sangat beruntung bisa menjadi bagian dari masyarakat desa dan semoga
dengan diadakannya setiap program kerja memberikan kontribusi yang berarti bagi
masyarakat.
KPM mengajarkan saya banyak hal, mulai dari cara
beradaptasi dengan lingkungan baru, bekerja sama dalam tim, hingga
mengaplikasikan ilmu yang telah saya pelajari di bangku kuliah. Pada awal
pemberangkatan, saya merasa sangat sulit beradaptasi dengan suhu yang rendah
dan lingkungan yang jauh dari pusat kota, namun dengan seiring berjalannya
waktu saya dapat beradaptasi dengan lingkungan hingga akhir masa Kuliah Pengabdian
Masyarakat (KPM). Dalam hal koordinasi dengan teman-teman sekelompok, saya
merasa sangat terbantu dengan ilmu-ilmu yang saya pelajari di bangku kuliah dan
juga ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama mengikuti organisasi mahasiswa.
Selama KPM saya harus melakukan interaksi yang intens
dengan warga desa yang membuat saya semakin peduli terhadap sesama dan
lingkungan sekitar. Selama KPM saya menuntut diri saya untuk bisa
bersosialisasi dengan baik, tentang bagaimana bisa membaur dengan masyarakat,
tentang bagaimana memahami kondisi masyarakat sekitar dan masih banyak hal yang
belum bisa saya ungkap kan.
Momen KPM ini juga mengajarkan saya tentang bagaimana
memahami dan menempatkan diri dengan sesama teman kelompok dengan bertukar
pemikiran, latar belakang jurusan yang berbeda serta pengalaman yang tentunya
banyak memiliki perbedaan. Untuk mendapatkan satu kesepakatan memerlukan waktu
yang cukup panjang, karena masing-masing memiliki argumen dan pemahaman yang
berbeda tetapi seiring berjalannya waktu setelah mamiliki tujuan yang sama pada
akhirnya kesepakatan lebih mudah tercapai.
Saya merasa sangat beruntung menjadi bagian dari
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) kelompok 81 Desa Sombo, saya mendapatkan
kehangatan dalam kebersamaan dalam setiap momennya. Semua anggota memiliki
pemikiran dan gagasan masing-masing tetapi mereka hebat karena mau mendengarkan
aspirasi dan argumen dari orang lain. Dan saya juga merasa sangat beruntung
bisa ditempatkan di Desa Sombo ini yang sangat kaya akan potensi alamnya, masyarakatnya
yang masih menjungjung tinggi budaya dan kearifan lokal serta masyarakatnya
yang sangat ramah-ramah dan baik. Untuk masyarakat Desa Sombo terimakasih telah
menerima kami dengan tangan terbuka dan senyum yang ramah, serta terimakasih
juga untuk semua bimbingan yang telah diberikan kepada kami, sehingga kami bisa
mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum pernah kami dapatkan pada bangku
perkuliahan, terimakasih untuk anak-anak desa yang dengan gembira menyambut
kami dengan antusiasme tinggi, dan terimakasih terhadap seluruh lapisan
masyarakat atas dukungannya selama 40 hari ini. Sehingga kami dan anak-anak di
lingkungan Desa Sombo mereka cukup marasakan kesedihan ketika KPM ini telah
usai. Saya merasa sangat senang karena bisa mengabdikan diri saya kepada masyarakat
tepatnya di Desa Sombo.
Terimakasih untuk rekan-rekan KPM atas kerjasama dan
solidaritasnya sehingga program-program kerja yang diagendakan selama 40 hari
ini dapat berjalan dengan baik. Dan terimakasih atas rasa kekeluargaan yang
sangat hangat yang kalian berikan ditengah dinginnya suhu desa ini, semoga
kebersamaan tetap terjalin seterusnya. Terimakasih Desa Sombo dan seisinya.
Comments
Post a Comment