PERJALANAN KPM YANG BERKESAN DI DESA SOMBO

 

PERJALANAN KPM YANG BERKESAN DI DESA SOMBO

Nanda Marselina Putri

KPM Multidisplin Bimbingan Penyuluhan Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

 

Kegiatan KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) merupakan suatu program yang dilaksanakan setiap tahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo. KPM merupakan suatu program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan melakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan KPM ini diawali dengan pembekalan yang dilaksanakan pada 26-27 Juni 2024. Pembekalan pada hari Rabu tanggal 26 Juni 2024 dilaksanakan di GOR Mahad putri IAIN Ponorogo. Hasil dari pembekalan tersebut adalah mengenai pedoman KPM yang akan dilaksanakan selama 40 hari kedepan. Mulai dari bagaimana membuat program kerja, persyaratan-persyaratan, hingga masalah terkait persuratan. Program kerja KPM ini difokuskan pada aset ABCD, yakni aset yang dimiliki oleh desa yang akan ditempati. Pembekalan pada hari Kamis tanggal 27 Juni 2024 bertempat di Gedung Indrakila IAIN Ponorogo. Hasil dari pembekalan tersebut adalah mengenai aset desa yang dimiliki oleh setiap desa yang akan ditempati dan disampaikan oleh Bapak Camat dari setiap kecamatan meliputi Kecamatan Pulung, Kecamatan Pudak, Kecamatan Sooko, Kecamatan Poncol, Kecamatan Parang, Kecamatan Bulukerto, dan Kecamatan Purwantoro. KPM ini dilaksanakan selama 40 hari yang dimulai pada tanggal 2 Juli sampai dengan tanggal 10 Agustus 2024. Penulis ditempatkan di Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.

Dari hasil pemaparan yang didapatkan ketika pembekalan hari Kamis tanggal 27 Juni 2024 adalah mengenai aset yang dimiliki oleh desa. Desa Sombo memiliki aset yang masih sangat asri, seperti adanya puncak Gunung Blego dan Sumber Mata Air Sirah Etan dan Sirah Kulon. Sebelum melaksanakan kegiatan KPM, tentunya langkah awal yang dilakukan adalah survei lokasi. Survei lokasi ini dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2024 dan diikuti oleh seluruh anggota KPM kelompok 81. Hasil survei lokasi ini meliputi silaturahmi dengan perangkat Desa Sombo, kemudian pengenalan Desa Sombo, dan juga terkait posko KPM. Tidak lupa kita juga menanyakan terkait dengan aset desa yang dimiliki, dan benar saja aset desa meliputi Puncak Gunung Blego dan Sumber Mata Air.

Desa Sombo terletak jauh dari rumah penulis, dari rumah penulis sekitar satu jam setengah. Desa Sombo merupakan Desa yang masih asri dengan pemandangan alam yang sangat menakjubkan, namun dinginnya sangat terasa apalagi ketika malam hari menjelang pagi. Ketika siang hari maka akan terasa sangat panas, tetapi ketika menikmati angin sepoi-sepoi di teras maka rasa panas itu tidak akan terasa dan lama kelamaan akhirnya ketiduran. Hari pertama datang ke Desa Sombo, penulis sangat speechless dengan jalanan menuju Desa Sombo yang penuh dengan lika-liku dan naik turun. Semua hal itu alhamdulillah teratasi, meskipun awalnya belum terbiasa namun lambat laun hal tersebut menjadi hal yang biasa. Berawal dari keterpaksaan tersebut akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dan menciptakan sebuah kenyamanan.

Hari pertama datang ke Desa Sombo dengan agenda bersih-bersih posko, kelompok 81 IAIN Ponorogo ditempatkan di rumah Mbah Sarbi tepatnya di Dusun Sombo, Desa Sombo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Penulis dan seluruh anggota kelompok berangkat sekitar pukul 08.00 WIB pada hari Senin 1 Juli 2024. Kami membersihkan posko dan menata tempat untuk beristirahat. Tempat posko yang kami tinggali cukup luas dan tempatnya juga strategis, dekat dengan toko serba ada, dekat dengan masjid, dan tentunya dekat dengan para tetangga. Masyarakat Desa Sombo juga sangat ramah, dan sangat membantu dalam kegiatan KPM yang dilaksanakan oleh IAIN Ponorogo. Setelah selesai membersihkan posko, kami beristirahat dan melaksanakan sholat dhuhur di posko. Sekitar pukul 14.00 WIB kami pun pulang ke rumah masing-masing terlebih dahulu untuk persiapan esok hari. Hari pertama yang sangat berkesan dan menyenangkan.

Hari selanjutnya adalah hari sesungguhnya yang akan penulis lalui selama 40 hari. Penulis dengan berat hati meninggalkan tempat tinggal demi sebuah tugas pengabdian kepada masyarakat. Hari ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, sebelum berangkat ke posko terlebih dahulu pihak kampus melaksanakan acara pelepasan peserta KPM yang bertempat di depan Graha Watoe Dakon IAIN Ponorogo pada tanggal 2 Juli 2024. Hari-hari berikutnya penulis dan anggota kelompok 81 mulai melakukan pengabdian kepada masyarakat. Agenda pada hari pertama ini adalah membersihkan posko dan menyiapkan tempat untuk masak, sholat, dan juga tidur. Setelahnya kami membangun chemistry dengan sesama anggota kelompok, karena sebelumnya kami memang belum saling mengenal jadi benar-benar kali pertama kami bertemu. Setelah kegiatan tersebut kami melaksanakan sholat magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tahlilan di posko, kemudian kami mulai melakukan rapat perdana kami dengan bahasan kegiatan yang akan kami laksanakan esok hari. Selepas rapat selesai kami pun memutuskan untuk ngobrol bareng-bareng sembari lebih mengenal satu sama lain dan setelah itu kami mengakhiri kegiatan pada hari ini dan beristirahat mengisi energi untuk esok hari.

Hari selanjutnya kami memiliki agenda untuk melakukan survei Puncak Gunung Blego dan juga sowan pada para perangkat Desa Sombo yang dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2024. Hal pertama yang kami laksanakan pada hari ini adalah sowan kepada para perangkat Desa Sombo yang bertempat di Kantor Desa Sombo. Alhamdulillah para perangkat Desa Sombo menerima kami dengan sangat baik, beliau-beliau ini memberikan banyak sekali arahan dan juga pertolongan kepada kami. Setelah kami berkenalan dengan perangkat Desa Sombo, kami izin pamit untuk meneruskan agenda selanjutnya yaitu survei Puncak Gunung Blego. Awalnya kami mengira Puncak Gunung Blego ini tidak setinggi itu, tetapi ternyata lumayan tinggi dan penuh rintangan. Kami berangkat dengan menggunakan sepeda motor, tetapi tidak sampai pada Puncaknya dan akhirnya kami jalan kaki sampai puncaknya. Perjalanan yang kami lakukan penuh dengan lika-liku, mulai dari jalanan naik dan juga jalanan turun. Kebetulan kami melakukan kegiatan muncak ini tanpa adanya persiapan sama sekali, jadi tanpa membawa air minum, tanpa adanya pemanasan langsung gas menuju Puncak Gunung Blego.

Salah satu dari teman kami akhirnya kembali lagi ke bawah untuk mengambil air, dia turun menggunakan motor dan kembali lagi membawa air minum. Melihat semangat teman-teman, penulis juga menjadi bersemangat apalagi melihat antusias teman-teman yang sangat menyala. Kami mulai naik pada pukul 09.00 WIB dan sampai puncak pada pukul 12.00 WIB,  jadi perjalanan kita sekitar kurang lebih 4 jam lamanya. Jalan menuju Puncak Gunung Blego sangatlah naik tajam, hingga kami agak kesulitan dalam perjalanan menuju puncak. Ada yang sampai terpeleset, hingga terjungkal namun hal  tersebut tidak menyurutkan semangat untuk sampai ke puncak. Kami harus berpegangan pada pepohonan di sekitar jalan yang kita daki. Ketika sampai pada puncak kami semua sangat speechless dengan pemandangan yang disuguhkan oleh Puncak Gunung Blego. Ketika sampai di puncak kami menikmati pemandangan desa di bawah Puncak Gunung Blego.

Setelah sekitar 1 jam di puncak, karena kami benar-benar sangat lelah akhirnya kami memutuskan untuk turun. Perjalanan turun tentunya tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 2 jam kami sudah berada di bawah. Hal tersebut terjadi karena faktor jalanan yang menurun, namun salah satu dari teman kami mengalami cidera karena memang kami tidak melakukan pemanasan dan  persiapan sama sekali. Permasalahan tersebut alhamdulillah dapat teratasi, dan semua anggota kelompok akhirnya sampai posko dengan selamat. Setelah kami sampai di posko kami beristirahat di teras posko dan meluruskan kaki agar tidak kram. Hampir semua anggota kelompok merasakan kram pada area paha, karena baru pengalaman pertama kami mendaki. Penulis juga merasakan kaki bagian paha kram hingga berhari-hari, dan agak sakit ketika ditekuk dan digunakan berjalan. Akhirnya setelah beberapa hari berlalu keadaan teman-teman KPM sudah membaik semua, dan sudah tidak mengeluh lagi. Sebuah pengalaman mendaki yang sangat fantastis dan menarik, tapi bagi penulis tidak untuk dicoba lagi. Dari pengalaman mendaki yang telah dilakukan penulis, penulis menyadari banyak hal seperti perlu adanya pemanasan terlebih dahulu agar tidak terjadi cidera dan perlu juga adanya persiapan logistik seperti air minum dan bahan makanan, agar tidak terjadi cidera dan juga kekurangan asupan.

Hari berikutnya adalah hari penting dalam kegiatan kami, yaitu pembukaan KPM yang dilaksanakan di Aula Balai Desa Sombo pada tanggal  4 Juli 2024. Kegiatan kami ini dilaksanakan pada siang hari pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota kelompok KPM Multidisiplin kelompok 81 IAIN Ponorogo, seluruh perangkat desa Sombo, dan dosen pembimbing lapangan yaitu Ibu Yulia Anggraini, M.M. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tanpa ada halangan suatu apapun, meskipun saat itu cuaca sedang hujan gerimis.

Setelah acara pembukaan selesai kami mengadakan rapat bersama DPL di posko IAIN Ponorogo. Hasil dari rapat tersebut terkait kegiatan yang akan dilaksanakan selama mengabdi di Desa Sombo. Kami juga membahas mengenai program kerja yang akan kami laksanakan selama 40 hari mengabdi di Desa Sombo. Setelah pembahasan tersebut tidak lupa kami juga membahas mengenai tugas-tugas yang diberikan oleh pihak kampus dan juga DPL. Sekitar pukul 16.30 WIB DPL mohon undur diri, dan kegiatan hari tersebut kami akhiri dengan rapat membahas proker inti yang akan dilaksanakan selama 40 hari kedepan.

Program kerja penunjang yang kami ambil ada beberapa diantaranya adalah:

1.      Mengajar TPQ di Masjid Miftakhul Jannah.

Program kerja ini kami lakukan selama 5 hari mulai dari hari Senin sampai Jum’at dimulai dari pukul 15.00 WIB sampai 17.00 WIB. Ada sekitar 13 santri di TPQ Miftakhul Jannah, yang terdiri dari anak-anak kelas 1 SD sampai kelas 6 SD. Alhamdullillah para santri sangat antusias untuk datang ke TPQ dan semangat untuk belajar mengaji. Tentunya saat kami mengajar TPQ membutuhkan kesabaran yang ekstra karena mengajar anak-anak bukanlah hal yang mudah bagi sebagian orang, contohnya penulis sendiri. Ada anak yang bandel dan ada juga anak yang mudah diatur, umumnya anak laki-laki akan sulit diatur daripada anak perempuan. Disana selain mengajar mengaji kami juga mengajar mengenai ilmu tajwid dan juga ngudi susilo. Ilmu tajwid diperuntukkan untuk santri yang sudah menginjak al-qur’an, sedangkan ngudi susilo diperuntukkan untuk santri yang masih iqra’. Materi ngudi susilo ini berisi tentang adab seorang anak dalam menuntut ilmu. Program kerja ini kami laksanakan bersama-sama dengan jadwal yang berbeda setiap harinya, selain dari teman-teman KPM ada 1 ustad yang mengajar TPQ yaitu Bapak Hendrik. Beliau adalah pimpinan dari TPQ Miftakhul Jannah.    

2.      Program lingkungan bersih (bersih-bersih masjid di lingkungan).

Program kerja ini kami laksanakan setiap hari Jum’at sebelum sholat Jum’at dilaksanakan. Masjid yang kami bersihkan adalah masjid Miftakhul Jannah yang berada di Desa Sombo, karena masjid tersebut adalah masjid yang terletak di lingkungan posko kami.

3.      Mengikuti kegiatan posyandu.

Kegiatan posyandu di Desa Sombo ini terdiri dari dua kategori yaitu kategori balita dan juga lansia. Posyandu di Desa Sombo terbagi menjadi 3 tempat yang berbeda yaitu di Dusun Sombo, Dusun Lembar, dan Dusun Duwet. Kegiatan posyandu di setiap Dusun memiliki jadwal yang berbeda, dan kelompok kami dibagi menjadi 3 kelompok. Penulis kebagian jadwal posyandu lansia di Dusun Sombo, dan tentunya hal tersebut merupakan kali pertama penulis mengikuti kegiatan posyandu apalagi menghadapi para lansia. Ternyata menghadapi lansia bukanlah suatu hal yang mudah tapi bukan juga hal yang sulit. Para lansia di Dusun Sombo ini sangat ramah dan juga asik, para lansia ini juga sangat random tentunya juga masih sangat sehat bugar dan memiliki semangat seperti anak muda.

4.      Mengikuti kegiatan wayangan dan bersih desa di Desa Sombo.

Pada tanggal 12 Juli 2024 penulis dan seluruh anggota kelompok dimintai tolong untuk membantu kegiatan wayangan dan bersih desa yang dilaksanakan di Balai Desa Sombo. Acara tersebut merupakan acara rutinan yang dilaksanakan di Desa Sombo setiap  tahun, jadi merupakan sebuah tradisi yang sudah ada sejak dahulu. Sebelum acara wayangan kami juga membantu membungkus jajanan yang akan disuguhkan kepada para tamu dan juga menyiapkan tempat acara berlangsung. Pada saat acara berlangsung kami juga membantu mendistribusikan jajanan yang sudah disiapkan sebelumnya. Acara tersebut berlangsung dari pukul 20.00 WIB sampai pagi, karena memang acara yang dilaksanakan semalam suntuk. Teman-teman KPM dan juga penulis mengundurkan diri sebelum acara selesai, karena harus menyiapkan kegiatan kami besok.

5.      Mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar.

Kegiatan kami selama dua minggu adalah mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri Sombo. Kebetulan pada saat itu sekolah sedang mengadakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk murid baru selama dua minggu untuk murid baru dan 3 hari untuk murid lama. Penulis dan teman-teman KPM mengikuti kegiatan selama dua minggu dengan jadwal yang berbeda setiap harinya. Awalnya kami mengisi kegiatan MPLS di kelas 2 sampai 6 SD saja, dan semua itu berjalan lancar meskipun ada anak yang bandel tapi masih bisa ditoleransi. Akhirnya kami kebagian mengisi kegiatan MPLS di kelas 1 SD yang sangat menguji kesabaran penulis, sebelumnya penulis belum pernah mengajar di  SD karena memang jurusan yang diambil bukan jurusan keguruan. Alhamdullillah kegiatan mengisi kegiatan MPLS tersebut berjalan lancar meskipun sangat banyak drama yang  terjadi ketika mengisi kegiatan di SD. 

6.      Mengikuti senam bersama lansia.

Senam lansia ini merupakan program kerja yang selanjutnya, ternyata senam lansia ini dijadikan lomba di Kecamatan dan diikuti oleh seluruh lansia Kecamatan Poncol. Kami disini bertugas untuk mengatur dan juga ikut melatih para lansia, antara menyamakan gerakan dan juga irama. Ternyata memberi tahu lansia itu sama saja seperti memberi tahu anak-anak. Lansia Desa Sombo ini juga memiliki power yang kuat dan semangat yang kuat untuk mengikuti kegiatan senam ini. Para lansia ini sangat ramah dan sangat senang ketika kami ikut membantu melatih senam. Lomba senam lansia ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2024.

7.      Mengikuti kegiatan bulan muharram.

Dusun Sombo yang penulis dan teman-teman tinggali ini, memiliki sebuah tradisi yaitu melakukan istighotsah di  Dusun Sombo.  Penulis dan teman-teman menghadiri kegiatan tersebut yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 6 Juli 2024. Kegiatan tersebut dimulai pukul 20.00 WIB dan diakhiri pada pukul 00.00 WIB.

8.      Program khataman al-qur’an.

Khataman al-qur’an ini dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2024 yang bertempat di Musholla Al-Iklas di Dusun Lembar. Khataman ini dilaksanakan dalam rangka memperingati satu muharram dan juga penutupan KPM kelompok 81 IAIN Ponorogo. Acara ini dilaksanakan mulai dari hari Sabtu sore yaitu pembacaan al-qur’an sampai malam hari. Pada hari Minggu kami semua mengikuti kegiatan tersebut, pagi hari sampai sore hari kami semua berbagi tugas. Ada yang dibagian konsumsi, ada yang dibagian perlengkapan, dan ada yang dibagian dokumentasi. Penulis masuk kedalam divisi konsumsi, jadi penulis dan tim lainnya mulai menyiapkan masakan dari pagi hingga malam. Mulai dari menyiapkan jajanan bal-balan yang di masukkan kedalam plastik opp, ketela rebus, jagung rebus, kacang tanah rebus, dan juga ketela goreng.  Setelah itu sekitar pukul 14.30 WIB kami membantu ibu-ibu membungkus konsumsi yang akan dibagikan kepada masyarakat. Acara tersebut sangat meriah dan mengandung bawang karena kita harus berpisah dengan masyarakat Desa Sombo. Acara tersebut berjalan lancar tanpa ada halangan suatu apapun.

9.      Mengikuti yasin dan tahlil.

Kegiatan rutinan ini dilaksanakan setiap hari Sabtu malam Minggu dan dilaksanakan di setiap rumah dari ibu-ibu, jadi setiap hari Sabtu di tempat yang berbeda.

Kami  juga memiliki program kerja inti yang diambil setelah  melakukan observasi yang dilakukan selama dua minggu dan rekomendasi dari pimpinan ranting NU diantaranya:

1.      Sosialisasi anti-bullying.

Sosialisasi anti-bullying ini dilaksanakan pada  hari Kamis tanggal 18 Juli 2024. Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya tindakan bullying di SDN Sombo, karena berdasarkan observasi yang telah dilakukan masih banyak anak SD yang melakukan tindakan bullying tanpa mereka sadari. Perilaku bullying tersebut berbentuk gunjingan, ejek-ejekan, pukul-pukulan, dan juga menjauhi teman. Akhirnya kami berinisiatif untuk melaksanakan sosialisasi ini, kegiatan pada hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada halangan suatu apapun. Memberikan sosialisasi kepada anak SD tentunya sangat melelahkan tetapi juga menjadi hal yang menyenangkan.

2.      Pemberdayaan masjid.

Pemberdayaan masjid yang kami lakukan meliputi membersihkan lingkungan sekitar masjid dan juga mengecat ulang masjid. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan semua anggota kelompok ikut aktif dalam kegiatan tersebut.

3.      Sosialisasi pemulasaraan jenazah.

Sosialisasi pemulasaraan jenazah ini dilaksanakan atas rekomendasi dari pimpinan ranting NU. Sosialisasi ini dilaksanakan karena masyarakat Desa Sombo masih minim mengenai pemulasaraan jenazah. Kami mengundang pemateri dari KUA Kecamatan Poncol, materi yang disampaikan sangat jelas dan juga menarik sehingga masyarakat mudah memahaminya. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 Juli 2024 yang bertempat di Aula Balai Desa Sombo. Diikuti oleh elemen masyarakat, perangkat desa, dan juga teman-teman KPM.

4.      Sosialisasi pemanfaatan sampah organik melalui teknik biopori.

Sosialisasi ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2024, kegiatan ini diikuti oleh elemen masyarakat, perangkat Desa Sombo, dan juga rekan KPM. Kami mendatangkan pemateri dari Ponorogo yaitu salah satu Dosen IAIN Ponorogo di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Sosialisasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengurangi sampah organik yang ada di masyarakat. Masyarakat Desa Sombo masih kurang kesadarannya akan sampah,  jadi masih banyak sampah yang berserakan di Desa ini. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB. Alhamdullillah masyarakat antusias untuk menghadiri kegiatan tersebut, sehingga kegiatan berjalan dengan lancar dan aman.

Kesan yang penulis dapatkan selama kegiatan KPM sangat banyak seperti cara hidup jauh dari orang tua, menahan rindu dengan rumah dan orang tua, hidup berdampingan dengan orang-orang yang belum dikenal sebelumnya, bersosialisasi dengan banyak orang, dilatih untuk bisa berbaur dengan masyarakat luas, dan masih banyak lagi. Tentunya kegiatan KPM merupakan suatu hal yang sangat berkesan dalam kehidupan yang selama ini dijalani oleh penulis dan hal yang tidak akan pernah dilupakan oleh penulis. Saat-saat terakhir penulis merasakan tidak ingin pulang karena sudah terlanjur merasa nyaman dengan teman-teman, tetapi kehidupan terus berjalan. Selamat berjuang teman-teman kelompok KPM multidisiplin 81 IAIN Ponorogo, terima kasih atas waktu yang sudah diberikan dan pelajaran-pelajaran yang sangat berharga itu. Tidak lupa juga dengan elemen masyarakat Desa Sombo yang sangat ramah dan juga sangat baik hati atas semua hal yang sudah diberikan kepada penulis dan juga teman-teman satu kelompok.

 

 

 

Comments

Popular Posts