Perjalanan Pengabdianku di Desa Sombo Poncol Magetan
Perjalanan Pengabdianku di Desa Sombo Poncol Magetan
Yeni Eka Purwidhayanti
KPM Multidisiplin Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam
Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM) atau sering juga disebut Kuliah Kerja Nyata (KKN)
merupakan bagian dari program Pendidikan dari kurikulum di beberapa perguruan
tinggi di Indonesia. Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini bertujuan untuk
memberikan kesempatan dan pengalaman kepada mahasiswa untuk terlibat langsung
dalam kegiatan sosial di masyarakat sebagai bentuk pengabdian dan penerapan
ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Selama menjalankan program
kpm ini mahasiswa biasanya bekerja dalam kelompok untuk mengidentifikasi
masalah di masyarakat dan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut
yang sering kali melalui berbagai proyek dan kegiatan sosial. KPM juga
bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam berkomunikasi,
bekerja sama, dan memahami kebutuhan masyarakat.
Satu
minggu sebelum pelaksanaan kegiatan kuliah pengabdian masyarakat, melakukan
kegiatan survey ke lokasi kpm yang tepatnya berada di desa Sombo yang menjadi
tempat untuk mengabdi. Penulis beserta anggota kelompok lainnya melakukan
konfirmasi dengan Bapak Lurah Sombo. Desa Sombo merupakan salah satu desa yang
terletak di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur. Daerah
tersebut merupakan daerah pegunungan yang memiliki pesona dengan keindahan alam
dan kearifan lokal. Desa Sombo terletak di lereng gunung lawu yang berudara
sejuk dan dingin di setiap paginya. Sepenggal kisah ini menceritakan perjalanan
para mahasiswa kuliah pengabdian masyarakat (KPM) di Desa Sombo dengan harapan
dapat membawa perubahan positif bagi desa tersebut.
Pada
tanggal 1 Juli 2024 penulis beserta anggota kelompok melakukan bersih-bersih
posko kpm yang akan ditempati, selain itu anggota kelompok yang lainnya
mengikuti kegiatan penerimaan peserta kpm di kabupaten Magetan yang bertempat
di GOR Ki Mageti Kabupaten Magetan. Pada tanggal 2 Juli 2024 dilakukannya
kegiatan pelepasan peserta KPM 2024 yang diikuti oleh seluruh peserta kpm,
dosen pembimbing lapangan, dan pimpinan IAIN Ponorogo yang bertempat di Graha
Watoe Dhakon Kampus 1 IAIN Ponorogo. Kuliah pengabdian masyarakat dilaksanakan selama
40 hari dimulai pada tanggal 2 Juli sampai dengan 10 Agustus 2024. Hari pertama
di Desa Sombo diisi dengan pengenalan dan sosialisasi bersama aparat desa dan
tokoh masyarakat. Kehangatan sambutan yang diberikan membuat para mahasiswa
merasa diterima dan semakin termotivasi untuk melaksanakan program kerja. Pembukaan
kpm dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2024 yang bertempat di balai desa Sombo yang
diikuti oleh bapak lurah, perangkat desa, dan dosen pembimbing lapangan.
Hari
ketiga melaksanakan kpm di desa Sombo tepatnya pada tanggal 3 Juli 2024 kami
melakukan kegiatan mendaki ke puncak gunung blego. Kegiatan pendakian tersebut
dilakukan tanpa adanya persiapan dan pemanasan dari anggota kelompok. Jalur
pendakian menuju puncak blego tidaklah mudah. Kami harus melewati berbagai
medan yang menguji kekuatan fisik dan mental. Di sepanjang perjalanan mendaki
kami disuguhi pemandangan alam yang sangat indah dengan pepohonan tinggi. Di
tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk istirahat sambil menunggu teman
lainnya yang masih berjalan di belakang. Ketika kami semakin mendekati puncak
blego, jalur pendakian semakin menantang. Terdapat pepohonan yang jalur
pendakiannya sangat sempit yang menjadi rintangan yang harus kami lewati dengan
hati-hati. Sesampainya di puncak kami melihat pemandangan yang sangat indah
dari ketinggian puncak blego. Di puncak blego, kami merasakan kebanggaan dan
kepuasan yang tak ternilai. Perjalanan mendaki di puncak blego desa Sombo bukan
hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang proses perjalanan itu sendiri.
Pada
hari berikutnya kami melaksanakan survey ke sumber mata air sirah wetan dan besoknya
melaksanakan kerja bakti di sumber mata air sirah kulon. Sumber mata air ini
merupakan mata air pegunungan atau mata air alami yang bersih dan jernih. Sumber
mata air ini penting bagi penduduk Desa Sombo dan sekitarnya karena menyediakan
air bersih untuk kebutuhan sehari-hari seperti konsumsi, mandi, dan pertanian.
Air dari mata air ini sering digunakan untuk mengairi sawah dan kebun di
sekitar daerah desa Sombo, yang mendukung kegiatan pertanian lokal. Selanjutnya,
kegiatan pada setiap malam sabtu yang dilaksanakan oleh anggota kelompok perempuan
yaitu mengikuti kegiatan yasinan rutin. Anggota kelompok perempuan dibagi
menjadi tiga yang dalam satu kelompok terdiri dari empat sampai lima orang
anggota karena jangka waktu perlaksanaan yasinan bersamaan dan tempat untuk
melaksanakan yasinan tersebut berbeda-beda yaitu di dusun sombo, dusun lembar,
dan dusun sawit. Setelah mengikuti kegiatan yasinan kami juga mengikuti
kegiatan istighosah untuk memperingati malam 1 suro. Setiap malam semua anggota
kelompok melaksanakan rapat yang membahas tentang agenda berikutnya dan
evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan pada hari itu juga.
Selain
itu, kami juga mengikuti acara posyandu yang terdiri dari posyandu balita dan
posyandu lansia. Sebagian juga ada yang melaksanakan piket kantor desa yang
dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Jum’at untuk membantu kegaiatan yang
ada disana. Kami juga melakukan kunjungan ke posko teman-teman kelompok lain
dan berbincang-bincang membicarakan mengenai proker yang akan dilaksanakan. Setiap
sore kami mengajar TPQ di masjid Miftakhul Jannah yang dibagi sesuai dengan
daftar nama kelompok yang sudah diberikan, TPQ tersebut berada di desa Sombo
khususnya di dusun sombo. Biasanya TPQ dilaksanakan setiap tiga kali dalam
seminggu. Santri TPQ berjumlah 13 anak dengan materi yang diberikan yaitu ngudi
susilo yang menjelaskan tentang akhlak dan budi pekerti untuk santri iqro dan
tajwid untuk santri yang sudah Al-Qur’an. Kegiatan mengajar TPQ tersebut
merupakan proker penunjang dari kelompok kami. Pada tanggal 12 Juli 2024 desa
Sombo mengadakan acara wayangan dan santunan untuk memperingati bersih desa. Pada
pagi harinya anggota kelompok perempuan melakukan kegiatan rewang di balai desa
untuk membantu mempersiapkan makanan yang akan dihidangkan pada saat acara.
Sore harinya melaksanakan kerja bakti di balai desa yang dilakukan oleh anggota
kelompok laki-laki dan dilanjutkan dengan gladi bersih. Pada malam harinya kami
ikut serta dan membantu memeriahkan dalam acara bersih desa atau wayangan dan
santunan anak yatim di balai desa Sombo. Kegiatan lain yang diikuti oleh
penulis dan teman-teman kpm yaitu mengikuti senam lansia di balai desa yang
akan dilombakan pada tanggal 6 Agustus 2024.
Pada
tanggal 15 Juli 2024 semua anggota laki-laki melaksanakan percobaan biopori
yang akan digunakan sebagai proker utama kami. Terdapat 4 program kerja yang
akan di jalankan oleh kelompok 81 IAIN Ponorogo antara lain yaitu seminar anti
bullying, pemberdayaan masjid, perawatan jenazah sebagai proker penunjang dan
pengelolaan sampah dengan teknik biopori sebagai proker utama. Tanggal 16 Juli
2024 semua anggota kelompok kpm mengikuti kegiatan MPLS di SD Negeri Sombo dari
kelas satu yang dilaksanakan selama dua minggu dan kelas dua sampai dengan
kelas enam dilakukan selama tiga hari yang sebelumnya sudah melakukan
koordinasi kepada kepala sekolah dan guru sd. Sungguh pengalaman yang luar
biasa melihat adik-adik sd antusias memasuki kelas setiap pagi. Mereka memiliki
semangat yang berapi-api, memiliki rasa ingin tahu, dan mereka siap menerima
pelajaran baru dengan antusiasme yang tinggi, nada bicara mereka dipenuhi
dengan kegembiraan dan antisipasi, menunjukkan betapa mereka menghargai setiap
kesempatan untuk belajar dan bermain. Tawa kegembiraan, pertanyaan-pertanyaan
penasaran, dan upaya antusias memahami materi menunjukkan betapa hidup dan
penuh warna suasana pembelajaran di sekolah dasar.
Program
kerja yang pertama yaitu seminar anti bullying dilaksanakan pada hari Kamis
tanggal 18 Juli 2024 yang diikuti oleh peserta dari siswa kelas empat sampai
dengan kelas enam. Seminar ini dirancang dengan tujuan untuk memberikan wawasan
mendalam tentang berbagai bentuk bullying, dampaknya pada korban, serta
strategi pencegahan dan penanganan yang efektif. Sepanjang seminar, para
peserta memperhatikan dan terlibat aktif, serta mengikuti berbagai sesi
interaktif yang dipandu oleh narasumber. Melalui kegiatan seminar ini,
diharapkan para siswa dapat lebih sadar akan pentingnya saling menghormati, dan
dapat meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya menciptakan lingkungan
sekolah yang aman dan nyaman bagi semua warga sekolah.
Program
kerja selanjutnya yaitu pemberdayaan masjid. Pemberdayaan masjid adalah
serangkaian usaha yang terstruktur untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai
pusat kehidupan masyarakat. Ini mencakup berbagai program seperti kelas pendidikan
dan bimbingan belajar bagi anak-anak. Dengan langkah-langkah ini, masjid dapat menjadi
lebih sekedar tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan yang mampu
meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat setempat. Pemberdayaan
masjid tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2024 dengan langkah pertama
yaitu mengamplas pagar masjid Miftakhul Jannah dan selanjutnya mengecat masjid
yang dilakukan oleh semua anggota kelompok. Selain itu kami dari anggota
kelompok juga melaksanakan kegiatan Jum’at bersih di masjid tersebut.
Perawatan
jenazah merupakan program kerja yang dilakukan di minggu ke empat tepatnya pada
hari Selasa tanggal 23 Juli 2024. Program kerja perawatan jenazah adalah
serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memastikan setiap proses perawatan
jenazah dilakukan dengan benar dan sesuai ajaran agama. Program ini meliputi
pelatihan bagi masyarakat tentang cara memandikan, mengkafani, dan menyalatkan
jenazah dengan tata cara yang benar. Proker ini bertujuan untuk memberikan
pelayanan yang penuh hormat dan berempati kepada keluarga yang berduka, serta
memastikan jenazah dirawat dengan baik sebelum dimakamkan. Program kerja ini
melibatkan narasumber yaitu Ibu Muslikah, S.Th.I. Beliau merupakan penyuluh KUA
Kecamatan Poncol yang sudah berpengalaman sehingga diberikan kepercayaan untuk memberikan
materi di acara sosialisasi perawatan jenazah tersebut.
Program
kerja pengelolaan sampah organik dengan teknik biopori merupakan salah satu
program kerja utama dari kpm kami. Kami mengambil program kerja ini dikarenakan
banyaknya sampah yang sering kami jumpai di lingkungan sekitar. Program kerja
ini menghadirkan narasumber yang juga merupakan dosen dari Fakultas Tarbiah dan
Ilmu Keguruan yaitu Bapak Mufti Abrori, M.Si. Proker ini bertujuan untuk
mengurangi volume sampah organik dan meningkatkan kualitas lingkungan. Teknik
biopori melibatkan pembuatan lubang-lubang vertikal di dalam tanah yang
berfungsi sebagai tempat penyerapan air dan penguraian sampah organik. Dalam
pelaksanaannya, anggota tim kpm akan menggali lubang-lubang biopori di area
yang telah ditentukan, seperti halaman balai desa. Setiap lubang biopori akan
memiliki diameter sekitar 10-30 cm dan kedalaman 100 cm. Setelah lubang digali,
sampah organik seperti sisa-sisa makanan, daun kering, dan potongan rumput akan
dimasukkan ke dalam lubang. Sampah tersebut kemudian akan terurai secara alami
oleh mikroorganisme tanah, menghasilkan kompos yang dapat digunakan sebagai
pupuk organik. Selain penggalian dan pengisian lubang biopori, program ini juga
melibatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya
pengelolaan sampah organik dan manfaat teknik biopori. Edukasi ini bisa
dilakukan melalui seminar, penyebaran brosur, dan demonstrasi langsung. Dengan
demikian, diharapkan masyarakat dapat menerapkan teknik biopori secara mandiri
dan berkelanjutan, sehingga lingkungan sekitar menjadi lebih bersih, subur, dan
sehat.
Tibalah
di minggu ke lima yang merupakan minggu dimana dari kelompok mengadakan rapat koordinasi
terkait agenda penutupan kpm 81 IAIN Ponorogo bersama pengurus muslimat NU.
Acara penutupan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2024
yang bertempat di halaman mushola dusun Lembar. Koordinasi terkait agenda
penutupan adalah proses yang penting untuk memastikan kelancaran dan
keberhasilan acara penutupan kegiatan KPM. Langkah pertama dalam koordinasi ini
adalah menyusun rencana acara secara rinci, termasuk waktu, tempat, susunan
acara, dan daftar pihak yang akan terlibat, seperti dosen pembimbing, perangkat
desa, serta tokoh masyarakat. Setelah rencana disusun, tim KPM perlu melakukan
komunikasi intensif dengan semua pihak terkait. Tim KPM harus berkoordinasi
dengan perangkat desa untuk memastikan ketersediaan tempat dan fasilitas yang
diperlukan. Tim KPM juga harus menyebarluaskan informasi kepada masyarakat
tentang acara penutupan melalui surat undangan yang dibagikan oleh devisi humas,
pengumuman di kegiatan ibu-ibu yasinan rutin agar masyarakat setempat dapat
menghadiri acara tersebut.
Pada
hari penutupan, panitia acara harus memastikan semua persiapan berjalan sesuai
rencana, mulai dari dekorasi tempat, kesiapan panitia, hingga teknis
pelaksanaan acara. Tim pelaksana juga harus siap mengatasi kendala yang mungkin
muncul agar acara dapat berlangsung dengan lancar dan memberikan kesan positif
kepada semua pihak yang terlibat. Kegiatan penutupan ini mengadakan acara
simaan Al-Qur’an (khataman) di mushola Al-Ikhlas dusun Lembar dan dilanjutkan
dengan acara Sombo Bersholawat Dalam Rangka Memperingati Tahun Baru Hijriyah
Bersama Ranting NU Desa Sombo. Acara tersebut dihadiri oleh kepala desa beserta
perangkat, bapak NU ranting Sombo, ibu-ibu muslimat ranting Sombo, masyarakat
desa Sombo, dan teman-teman KKN dari Uniska Kediri. Acara penutupan dari kpm
dan Sombo bersholawat tersebut dimeriahkan oleh Jam’iyyah Sholawat Nurul Anam
yang berasal dari Madiun. Kegiatan acara tersebut tidak luput dari bantuan
masyarakat desa Sombo khususnya kepada ibu-ibu muslimat yang telah
berpatisipasi dalam proses kelancaran acara serta masyarakat yang turut hadir dalam
acara tersebut. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada kepala desa beserta
perangkat dan masyarakat yang sudah membantu kami dalam melaksanakan tugas
selama menjalankan kuliah pengabdian masyarakat.
Selama
melaksanakan kuliah pengabdian masyarakat penulis terlibat dalam berbagai
kegiatan seperti mengadakan sosialisasi, ikut kegiatan yasinan rutin dan
membantu mengajar siswa sekolah dasar. Bekerja sama dengan masyarakat sekitar
mengajarkan penulis tentang pentingnya kolaborasi dan empati. Pengalaman ini
juga memberi penulis kesempatan untuk merasakan dan menghargai kehidupan
pedesaan yang sederhana namun penuh kebersamaan. Secara keseluruhan kuliah
pengabdian masyarakat memperbanyak wawasan penulis dan membantu membentuk
karakter penulis menjadi lebih peduli terhadap sesama.
Kesan
Selama Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Sombo
Banyak
pengalaman dan pembelajaran berharga yang didapat selama mengikuti Kursus
Pengabdian Kepada Masyarakat (KPM) di Desa Sombo. Masyarakat desa Sombo sangat ramah
dan hangat menyambut kehadiran kami.
Mereka tidak hanya menyambut kami dengan tangan terbuka, mereka juga selalu
bersedia bekerja sama dengan kami dalam segala aktivitas kami. Rasa
kekeluargaan yang kuat membuat kita merasa seperti di rumah sendiri. KPM mengajarkan kami
pentingnya kemandirian dan kerjasama tim. Kita harus bisa bekerja sama dan
saling mendukung dalam melaksanakan program kerja yang berbeda-beda. Dari perencanaan hingga implementasi, setiap
anggota tim memainkan peran penting
dalam mencapai tujuan bersama
Melalui
berbagai program kegiatan, kami merasakan betapa pentingnya kontribusi kecil
kami bagi pembangunan desa. Melihat antusiasme dan respon positif masyarakat terhadap program kami memberikan
kepuasan dan motivasi bagi kami untuk
terus berkontribusi kepada masyarakat. Tentu saja tidak semuanya berjalan
mulus. Berbagai tantangan yang mereka hadapi, antara lain kurangnya air untuk
mandi karena tidak ada air mengalir dan
harus mandi di masjid-masjid sekitar
posko. Waktu yang saya habiskan bersama teman-teman KPM dan masyarakat Desa
Sombo akan menciptakan kenangan indah yang abadi. Mulai dari berkolaborasi,
berbagi cerita, hingga menikmati keindahan alam desa, semua momen ini
menghubungkan kita dengan kenangan manis
dan penuh makna.
Pesan
Selama Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Sombo
Penulis
berharap program-program yang telah kami jalankan dapat terus dilanjutkan dan
dikembangkan oleh masyarakat setempat. Program-program seperti pemanfaatan
biopori, perawatan jenazah, dan kegiatan sosial lainnya semoga dapat memberikan
manfaat jangka panjang. Semoga hubungan baik yang telah terjalin antara kelompok
KPM dan masyarakat Sombo dapat terus dipertahankan. Kolaborasi yang
berkelanjutan akan sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak dalam mengembangkan
potensi desa. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Sombo
yang telah menerima kami dengan baik dan mendukung setiap kegiatan yang kami
laksanakan. Kehangatan dan kebaikan hati kalian akan selalu kami kenang. Semoga
pengalaman dalam melaksanakan KPM ini menjadi awal dari kerjasama yang lebih
erat dan bermanfaat antara institusi pendidikan kami dan masyarakat
Sombo di masa depan.
Comments
Post a Comment