PESONA INDAH DESA SOMBO DIBALIK LENSA KAMERA

 

PESONA INDAH DESA SOMBO DIBALIK LENSA KAMERA

Dimas Wisnu Prasetya

KPM Multidisiplin Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

 

              Desa Sombo, sebuah tempat yang mungkin belum begitu dikenal oleh banyak orang, namun menjadi destinasi kami selama 40 hari dalam rangka kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Terletak di Poncol, Magetan, Desa Sombo memiliki daya tarik tersendiri yang kami temukan melalui lensa kamera saya. Sebagai bagian dari tim dokumentasi, saya memiliki kesempatan untuk menyaksikan serta mengabadikan keindahan dan kekayaan Desa Sombo melalui bidikan kamera yang saya miliki.

Melalui judul "Pesona Indah Desa Sombo dibalik lensa Kamera", saya ingin mengajak pembaca untuk memahami pesona dan keunikan Desa Sombo yang tak tergambarkan secara verbal, tetapi dapat terlihat jelas melalui karya tulisan sederhana yang saya hasilkan. Dari kegiatan pengabdian masyarakat hingga keindahan alam serta kehidupan masyarakatnya, kami berusaha menangkap momen-momen berharga tersebut dengan penuh rasa dan keindahan yang kami rasakan di Desa Sombo. Dalam essay ini, saya akan berbagi pengalaman kami selama 40 hari di Desa Sombo, merangkumnya dalam uraian yang dapat membawa pembaca ikut merasakan keindahan dan kedamaian yang kami alami selama mengabdi di desa tersebut. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi dan membuat pembaca semakin mengapresiasi keindahan dan keberagaman yang terdapat di desa-desa Indonesia yang belum banyak terjamah oleh banyak orang.

Pada hari pertama kami tiba di Desa Sombo, Poncol, Magetan, saya merasakan udara segar dan suasana yang begitu tenang. Desa ini terletak di lereng Bukit Bukit Blego yang berdampinggan  sejajar dengan gunung lawu, dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan pepohonan yang rindang. Dari kejauhan, rumah-rumah penduduk berjajar indah di tengah kehijauan alam. Sinar matahari pagi yang menyinari desa ini memberikan kesan tersendiri, membuat setiap sudut terlihat begitu mempesona. Sebagai bagian dari tim dokumentasi dalam kegiatan KPM ini, saya merasa beruntung bisa menyaksikan keindahan Desa Sombo dari berbagai sudut pandang. Bersama kamera yang selalu setia menemani, saya berusaha menangkap setiap momen yang berkesan selama 40 hari kami berada di desa ini. Dari kegiatan bersih-bersih lingkungan, penyuluhan kesehatan, hingga acara kebersamaan dengan warga, semua kami abadikan dalam bentuk gambar dan video.

Melalui lensa kamera, saya ingin memperlihatkan kepada orang lain betapa istimewanya Desa Sombo. Selain kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa dan warga desa, keindahan alam yang masih asri dan alami merupakan daya tarik utama yang memikat hati siapa pun yang melihatnya. Setiap langkah yang kami ambil di desa ini seolah membawa kami lebih dekat pada keindahan alam dan kedamaian yang jarang ditemui di tengah keramaian kota. Desa Sombo bukan hanya sebuah tempat, namun lebih dari itu, desa ini adalah rumah bagi semua orang yang tinggal di dalamnya. Suhu udara yang sejuk dan hembusan angin yang menyejukkan membuat setiap aktivitas terasa lebih menyenangkan. Terlebih lagi, keramahan dan keakraban warga desa membuat kami merasa seperti keluarga sendiri. Mereka dengan tangan terbuka menerima kehadiran kami, mahasiswa dari kota yang datang membawa semangat dan ide-ide segar untuk memajukan desa mereka. Dari balik lensa kamera, saya ingin menunjukkan bahwa keindahan Desa Sombo tidak hanya terlihat dari segi fisiknya, melainkan juga dari kehangatan dan kebersamaan yang tercipta di antara para penghuninya. Setiap senyuman, setiap tawa, dan setiap kebersamaan yang kami abadikan menjadi bukti betapa berharga setiap momen yang kami lalui selama di desa ini.

Minggu pertama kami menjalani kegiatan KPM di desa Sombo, Poncol, Magetan sungguh mengesankan. Agenda kami di minggu pertama adalah mendaki puncak gunung Blego yang menawarkan keindahan yang memukau. Dibalik lensa kamera, kami bisa menangkap panorama yang begitu indah, dengan perpaduan langit biru yang cerah dan hamparan hijau pepohonan yang membentuk landscape yang memukau. Saat turun dari gunung, kami disambut dengan hangat oleh warga desa Sombo. Mereka dengan senang hati menerima kami dan berbagi cerita tentang kehidupan sehari-hari mereka. Kami juga mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh warga, mulai dari berkebun, menanam padi, hingga berolahraga volly. Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah partisipasi warga dalam turnamen volly desa. Olahraga ini sangat digemari oleh warga Sombo, dan menjadi ajang perlombaan yang dinanti-nanti setiap bulannya. Suasana yang penuh keceriaan dan persatuan terasa begitu membumi, menjadikan kami merasa seperti bagian dari komunitas yang hangat dan ramah.

Setelah mengenal lebih dekat kehidupan warga Desa Sombo, kami pun mulai mengikuti mereka dalam menjelajahi wilayah sekitar desa, termasuk sungai yang berlimpah di desa tersebut. Sungai Desa Sombo begitu jernih dan mengalir dengan tenang, membentang di antara hamparan sawah dan perkebunan yang memikat. Kami diajak oleh warga untuk menjelajahi sepanjang sungai tersebut, menikmati keindahan. Sungai ini juga menjadi tempat rekreasi dan bersantai bagi warga saat cuaca sedang cerah. Selain menjelajahi sungai, kami juga turut serta dalam berbagai kesibukan bersama warga, seperti berkebun, menanam, dan aktivitas olahraga. Kami dibimbing untuk belajar cara bertani dan merawat tanaman, mulai dari cara penyemaian hingga perawatan tanaman yang baik. Kesibukan bersama warga Desa Sombo membawa kami lebih dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, merasakan kebersamaan dan keceriaan dalam menjalani berbagai aktivitas. Kami belajar banyak hal baru dan merasakan banyak pengalaman berharga selama ikut serta dalam berbagai kegiatan di desa ini. Kami merasa terhubung dengan warga desa dan semakin menghargai kehidupan sederhana namun penuh makna di Desa Sombo.

Warga desa Sombo juga seringkali bercerita tentang pengalaman uniknya saat mengikuti tradisi malam satu suro mengirimkan tumpeng ke Bukit Blego. Menurutnya, tradisi tersebut telah dilakukan sejak nenek moyang mereka dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa Sombo. Warga desa sombo dengan penuh kebanggaan menceritakan bagaimana keseluruhan warga desa turun tangan untuk menyelenggarakan acara tersebut. Mulai dari mempersiapkan tumpeng, menyiapkan peralatan, hingga melakukan prosesi ke Bukit Blego tengah malam. Menurutnya, momen tersebut selalu menjadi saat yang sarat makna, di mana rasa syukur dan kebersamaan terpancar dengan kuat.

Ia juga bercerita tentang suasana magis dan keagungan alam yang tercipta saat mereka berkumpul di puncak Bukit Blego. Cahaya remang-remang bulan purnama nampak menerangi seluruh acara, menciptakan atmosfer yang begitu mendalam dan sakral. Warga Sombo percaya bahwa tradisi ini adalah jalinan batin antara manusia dengan alam semesta, serta sebagai ungkapan terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan. Kisah budaya warga tentang tradisi malam satu suro ini menjadi inspirasi bagi generasi muda desa Sombo untuk tetap melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang mereka, serta menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam bermasyarakat.

Tak selesai sampai situ, Keesokan paginya, kami bergabung dengan warga desa dalam membantu merayakan hari besar tersebut. Kami menuju dua Sirah, yaitu mata air di desa ini yang disebut Sirah Etan dan Sirah Kulon. Warga desa sudah menyiapkan acara bersih-bersih dan mempersiapkan potongan kambing untuk dimasak bersama. Setelah selesai dengan kegiatan membersihkan dan mempersiapkan masakan, kami semua berkumpul untuk makan bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Suasana kebersamaan dan kebahagiaan terasa begitu kental, hingga membuat kami merasa seperti bagian dari keluarga besar desa Sombo. Setelah makan bersama selesai, kami melanjutkan perayaan dengan kegiatan tradisional selanjutnya yaitu pembagian Makanan terhadap warga sekitar sebagai kebersamaan di desa ini. Semua warga desa turut berpartisipasi dalam merayakan hari besar ini dengan penuh kebahagiaan dan semangat kebersamaan. Itulah salah satu momen tak terlupakan yang berhasil kami nikmati di desa Sombo.

Di minggu pertama di desa yang indah ini, kami mulai berkenalan dengan warga setempat dan mulai memahami kehidupan dan budaya yang ada di sini. Kami disambut hangat oleh para tetangga yang ramah dan bersedia memperkenalkan kami pada tradisi dan adat istiadat yang mereka lestarikan. Kami diajak untuk mengunjungi berbagai tempat penting di desa, termasuk 2 Sirah, yaitu mata air suci yang diyakini memiliki kekuatan mistis dan memberikan kesuburan bagi tanah. Saya ikut serta dalam acara bersih-bersih dan pembersihan di sekitar mata air tersebut bersama warga setempat sebagai bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan. Selain itu, kami juga diajak untuk merasakan makanan khas desa yang disajikan dalam acara potong kambing dan masak bersama. Rasa syukur dan kebersamaan begitu kental terasa saat kami semua duduk bersama di bawah langit yang cerah, sambil menikmati hidangan lezat yang telah disiapkan dengan penuh cinta oleh warga desa.

Minggu pertama ini sangat indah bagi saya, karena saya bisa merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat desa ini. Saya mulai memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh para penduduk desa ini. Saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas yang begitu kaya akan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal. Sejak saat itu, saya bertekad untuk belajar lebih banyak tentang kehidupan dan budaya desa ini, serta ikut aktif dalam menjaga dan melestarikan warisan yang ada dimulai dengan Lensa Kamera.

Di minggu kedua ini, saya semakin merasa diterima dan diterima di desa ini. Saya mulai aktif membantu warga setempat dengan mengajar di satu-satunya SD didesa ini yaitu SDN Sombo. Anak-anak di sekolah sangat antusias belajar dan saya senang bisa berbagi pengetahuan dengan mereka. Minggu Masuk Sekolah (MPLS) di SDN Sombo dimulai dengan penuh semangat dan keceriaan. Setiap siswa baru diterima dengan hangat oleh seluruh siswa dan guru di sekolah. Mereka diberikan sambutan meriah yang membuat mereka merasa nyaman dan senang berada di sekolah baru.

Acara MPLS diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik dan mendidik. Mulai dari ice breaking yang menghangatkan suasana, hingga permainan-permainan seru yang melibatkan banyak siswa. Ada juga sesi pengenalan lingkungan sekolah, peraturan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat diikuti. Seluruh siswa baru diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan antusiasme. Mereka saling mendukung satu sama lain dan menjadikan MPLS sebagai momen yang menyenangkan dan berkesan. MPLS di SDN Sombo bukan hanya sekedar memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, namun juga memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mereka. Dengan atmosfer yang hangat dan kebersamaan yang terjalin, MPLS di SDN Sombo menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi semua siswa.

Selain mengajar di SD, saya juga turut membantu mengajar mengaji di masjid Sombo. Suasana di masjid begitu khidmat dan saya merasa dihormati oleh para jamaah meskipun saya bukan seorang penduduk asli desa. Di sela-sela kesibukan mengajar, saya juga menyempatkan waktu untuk berinteraksi dengan warga setempat. Saya berjalan-jalan di sekitar desa, berbicara dengan mereka, dan ikut serta dalam kegiatan sehari-hari. Saya belajar banyak tentang budaya dan tradisi mereka, termasuk tentang cara hidup yang sederhana namun penuh makna. Salah satu kegiatan yang saya sukai adalah mengabadikan momen-momen indah dengan kamera saya. Saya memotret wajah-wajah ramah warga desa, anak-anak yang riang, dan pemandangan alam yang memukau di sekitar desa. Melalui fotografi, saya merasa bisa mengungkapkan keindahan dan kehangatan dalam setiap momen yang saya alami di desa ini.

Mereka begitu antusias belajar, meskipun terkadang ada yang masih kaku dalam memahami materi pelajaran. Namun, dengan kesabaran dan ketekunan, mereka mulai memahami pelajaran dengan lebih baik. Melihat semangat belajar mereka membuatku semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi mereka. Selain mengajar di sekolah, saya juga mengajar mengaji di masjid Sombo. Anak-anak di desa Sombo begitu rajin belajar mengaji, meskipun terkadang mereka masih agak sulit mengikuti bacaan. Namun, dengan metode pengajaran yang santai dan penuh kesabaran, mereka mulai memahami bacaan-bacaan Al-Qur'an dengan lebih baik.

Keseruan juga terjadi ketika saya mengajak mereka bermain permainan edukatif setelah selesai mengaji. Mereka begitu antusias dan senang bermain bersama. Melihat senyum bahagia di wajah mereka membuat hati ini ikut bahagia. Selama minggu kedua ini, aku semakin merasakan kehangatan dan kebersamaan di desa Sombo, Memahami budaya dan tradisi mereka membuatku semakin mencintai desa ini. Saya bersyukur telah diberikan kesempatan untuk berkenalan dengan warga dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Minggu kedua ini benar-benar memperkaya pengalaman saya. Saya semakin mencintai desa ini dan terasa seperti rumah kedua bagi saya. Saya bersyukur bisa mengenal dan memahami budaya serta kehidupan warga desa ini, dan saya berharap bisa terus memberikan kontribusi positif bagi mereka selama saya tinggal di sini.

Pada minggu ketiga ini, saya merasa sangat bersyukur dapat terlibat dalam proker-proker yang bermanfaat bagi warga sekitar, terutama bagi anak-anak SDN Sombo. Acara seminar Anti Bullying yang kami selenggarakan sangat berkesan bagi saya, karena melihat antusiasme dan respon positif dari para anak-anak yang mengikuti seminar sangat menyentuh hati. Mereka begitu antusias dalam mendengarkan materi, aktif berpartisipasi dalam diskusi, dan nampak terinspirasi untuk menjadi agen perubahan dalam mencegah bullying di lingkungan sekitar. Selain itu, pengalaman mengajar mengaji di masjid Desa Sombo juga membawa banyak kebahagiaan bagi saya. Melihat anak-anak kecil belajar agama dengan penuh semangat dan antusiasme membuat saya semakin yakin bahwa pendidikan agama merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak.

Selama minggu ketiga ini, kami juga turut berpartisipasi dalam memperindah kembali masjid Desa Sombo. Bersama-sama dengan warga sekitar, kami membersihkan dan menghias masjid dengan berbagai cara salah satunya mengecat ulang masjid Sombo sehingga terlihat lebih cantik dan nyaman. Semua kegiatan ini membawa kesan yang sangat positif bagi saya, dan saya merasa senang bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kebahagiaan warga di sekitar.

Di minggu ketiga di SDN Sombo, selain mengadakan seminar Anti Bullying bagi anak-anak, kami juga memutuskan untuk memperindah kembali masjid desa Sombo. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan untuk memberikan tempat yang nyaman bagi warga desa untuk beribadah. Kami berkumpul di depan masjid pada pagi hari dengan penuh semangat dan antusiasme. Bersama-sama, kami membersihkan dan merapikan halaman masjid, membersihkan rumput yang tumbuh liar, membersihkan sampah dan debu, serta membersihkan fasilitas-fasilitas di dalam masjid. Meskipun pekerjaan ini cukup melelahkan dan membutuhkan kerja keras, tapi kami melakukannya dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan. Semangat gotong royong dan rasa persaudaraan di antara kami semakin terasa kuat.

Setelah beberapa jam bekerja, kita bisa melihat perubahan yang signifikan. Masjid desa Sombo menjadi lebih bersih, rapi, dan indah. Warga desa yang melintas pun memberikan pujian dan apresiasi atas hasil kerja keras kami. Menghabiskan waktu bersama teman-teman di lingkungan yang positif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat adalah pengalaman yang sangat membanggakan dan berkesan bagi saya. Saya merasa bangga bisa berkontribusi untuk memperindah masjid desa Sombo dan menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini juga menjadi salah satu momen indah dan berarti dalam perjalanan proyek sosial di desa Sombo.

Kami merasa senang bisa berkontribusi dalam kegiatan ini dan melihat hasil kerja keras kami bersama. Momen ini membuat kami semakin menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan tempat ibadah kita. Semua anak-anak sungguh antusias dan penuh semangat dalam mengikuti kegiatan ini, dan kami merasa bangga bisa membantu memperindah masjid desa Sombo. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berharga bagi kami, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk selalu menjaga dan merawat tempat ibadah dengan baik. Semoga kita semua dapat terus bersama-sama dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi banyak orang.

Pada minggu keempat ini, desa Sombo menjadi pusat keceriaan dan keseruan yang tak terbendung, Seminar perawatan jenazah dihelat dengan nuansa yang berbeda, di mana peserta diajak untuk berpartisipasi dalam simulasi perawatan jenazah yang interaktif dan mendidik. Suasana gotong royong dan kebersamaan begitu kental terasa, membuat acara ini tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan dan penuh tawa. Seminar perawatan Jenazah yang diadakan di desa Sombo ini akan diselenggarakan dengan penuh keseruan dan antusiasme. Acara ini tidak hanya berfungsi untuk memberikan informasi penting kepada warga tentang bagaimana cara melakukan perawatan Jenazah secara benar, tetapi juga akan diiringi dengan keseruan yang membuat acara ini menjadi lebih menarik.

Pemateri dari KUA Poncol akan memberikan pengetahuan dan panduan praktis tentang proses perawatan Jenazah sesuai dengan ajaran agama. Selain itu, akan diadakan sesi tanya jawab dan simulasi langsung mengenai teknik perawatan Jenazah. Para peserta akan diajak untuk berpartisipasi aktif dalam acara ini sehingga mereka benar-benar dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu yang diberikan. Acara ini juga diisi dengan games interaktif dan doorprize menarik bagi para peserta yang aktif dalam sesi tanya jawab. Selain itu, akan disiapkan snack dan minuman segar untuk menambah kenyamanan para peserta dalam mengikuti seminar. Dengan begitu, diharapkan acara ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, namun juga dapat memberikan kesan yang menyenangkan bagi semua yang hadir.

Tidak kalah seru, sosialisasi biopori di desa Sombo juga menjadi sorotan utama. Warga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemanfaatan limbah sampah menjadi Biopori yang dapat berguna bagi kesuburan tanah di Desa Sombo. Semangat kompetisi dan keceriaan melanda seluruh warga, menciptakan atmosfer yang penuh warna dan semangat kolaborasi yang tinggi. Tren positif dan semangat gotong royong semakin memuncak di desa Sombo, di mana masyarakat bersatu untuk menciptakan perubahan positif dan menjaga lingkungan sekitar. Semoga acara-acara ini berhasil menginspirasi dan memberikan dampak yang positif bagi desa Sombo.

Di minggu keempat ini, acara seminar perawatan Jenazah yang diadakan di desa Sombo telah memberikan kesan yang sangat bermanfaat bagi warga. Mereka telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam merawat Jenazah sesuai dengan ajaran agama. Para peserta menjadi lebih aware dan siap dalam menghadapi situasi yang seringkali dianggap tabu ini. Selain manfaat secara praktis, acara ini juga memberikan kesan positif dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga. Mereka menjadi lebih terbuka dalam berdiskusi tentang topik yang sensitif ini, dan saling mendukung satu sama lain dalam memahami pentingnya pelaksanaan perawatan Jenazah yang benar. Selain itu, acara ini juga memberikan kesempatan bagi warga untuk merasa teredukasi dan meningkatkan keimanan mereka dalam menghadapi proses perawatan Jenazah. Mereka merasa lebih siap dan mampu untuk melaksanakan tugas yang semestinya sebagai umat Islam. Dengan begitu, acara seminar ini tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi juga memberikan manfaat psikologis yang positif bagi warga desa Sombo.

Di minggu kelima, Kami sebagai Tim KPM Desa Sombo mulai mempersiapkan acara penutupan yang akan diisi dengan acara  Sombo Bersholawat. Kami mulai dengan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas persiapan acara, mulai dari pemilihan Acara, pembagian tugas, penyiapan venue, hingga pemenuhan kebutuhan teknis seperti soundsystem dan pencahayaan. Panitia juga aktif berkoordinasi dengan Pengisi acara yang akan diundang untuk memastikan segala persiapan terkait acara bersholawat berjalan lancar. Kami juga melakukan promosi secara intensif kepada warga Desa Sombo untuk memastikan acara ini dapat dihadiri oleh sebanyak mungkin warga. Di sela-sela persiapan, panitia juga tidak lupa untuk mengadakan sesi evaluasi untuk melihat progres persiapan acara dan menyelesaikan segala kendala yang muncul. Semangat dan antusiasme panitia dalam mempersiapkan acara penutupan ini semakin membesar menjelang hari-H.

Hari pun tiba, warga Desa Sombo berkumpul dengan penuh keceriaan dan semangat untuk menghadiri acara penutupan KPM yang diisi dengan acara Sombo Bersholawat. Suasana semakin meriah dengan heningnya malam dan riuhnya suara sholawat yang mengalun indah. Warga terlihat antusias dan terharu dalam mengikuti acara bersholawat ini, semakin mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Akhirnya, acara penutupan KPM Desa Sombo ini sukses terselenggara dengan lancar dan meriah. Semua panitia dan warga merasa senang dan puas dengan keseruan acara ini, serta mengambil banyak manfaat dan pelajaran dari setiap kegiatan yang telah dilakukan selama minggu kelima KPM Desa Sombo.

Minggu keenam menjadi minggu paling berat bagi kami, sebagai para peserta KPM, karena harus menghadapi momen perpisahan dengan warga desa Sombo. Rasa sedih dan haru menyelimuti hati kami ketika harus meninggalkan desa ini setelah menghabiskan waktu yang berharga selama enam minggu bersama masyarakat yang ramah dan hangat. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari komunitas desa Sombo dan merasakan keramahan serta keakraban yang luar biasa selama kami tinggal di sana. Selama enam minggu ini, kami telah belajar banyak hal dari warga desa, baik nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, kearifan lokal, hingga kebiasaan dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sombo.

Saat kami berpamitan dengan banyak pihak di desa, terasa berat rasanya untuk meninggalkan setiap jejak kenangan yang telah terbentuk selama kami berada di sana. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga desa Sombo yang telah menerima dan mendukung kami selama ini. Kami juga berjanji untuk menjaga serta mengaplikasikan nilai-nilai dan pelajaran yang telah kami dapatkan selama di desa Sombo di kehidupan kami ke depan. Meskipun momen perpisahan ini penuh dengan kesedihan, namun kami percaya bahwa hubungan yang telah terjalin akan tetap terjaga dan menjadi kenangan indah yang akan selalu kita ingat. Kami berharap suatu saat nanti dapat kembali berkunjung dan bertemu lagi dengan warga desa Sombo yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kami. Semoga desa Sombo terus berkembang dan sejahtera, dan semoga kebaikan dan kebahagiaan selalu menyertai setiap langkah warga desa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Saat kami mengucapkan selamat tinggal pada Desa Sombo, terbawa rasa sedih yang mendalam. Setiap sudut desa ini memancarkan pesona yang begitu indah, terpantul jelas melalui lensa kamera yang selalu menemaniku selama KPM. Keceriaan penduduk, keramahan masyarakat, serta keindahan alamnya begitu memesona dan tak terlupakan. Namun, meskipun harus berpisah, harapan tetap menyala di dalam hati kami. Semoga Desa Sombo terus berkembang dan menjadi tempat yang semakin makmur dan sejahtera. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong warganya tetap terjaga dengan baik. Semoga keindahan alamnya tetap terjaga dan dijaga dengan cinta oleh seluruh masyarakatnya.

Meskipun perpisahan ini menyisakan luka, namun kenangan indah yang kami bagi bersama Desa Sombo akan tetap melekat dalam ingatan, tak terhapus oleh waktu. Terima kasih Desa Sombo, kami akan selalu merindukanmu dalam situasi apapun yang kami hadapi, dalam setiap jengkal kehidupan yang kami jalani. Selamat tinggal, semoga kita dapat bertemu lagi di lain kesempatan, di lain waktu.

Terima kasih, Desa Sombo, sampai jumpa!

Comments

Popular Posts