PESONA INDAH DESA SOMBO DIBALIK LENSA KAMERA
PESONA
INDAH DESA SOMBO DIBALIK LENSA KAMERA
Dimas
Wisnu Prasetya
KPM
Multidisiplin Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Desa Sombo, sebuah tempat yang mungkin belum begitu
dikenal oleh banyak orang, namun menjadi destinasi kami selama 40 hari dalam
rangka kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Terletak di Poncol,
Magetan, Desa Sombo memiliki daya tarik tersendiri yang kami temukan melalui
lensa kamera saya. Sebagai bagian dari tim dokumentasi, saya memiliki
kesempatan untuk menyaksikan serta mengabadikan keindahan dan kekayaan Desa
Sombo melalui bidikan kamera yang saya miliki.
Melalui judul "Pesona Indah Desa Sombo dibalik
lensa Kamera", saya ingin mengajak pembaca untuk memahami pesona dan
keunikan Desa Sombo yang tak tergambarkan secara verbal, tetapi dapat terlihat
jelas melalui karya tulisan sederhana yang saya hasilkan. Dari kegiatan
pengabdian masyarakat hingga keindahan alam serta kehidupan masyarakatnya, kami
berusaha menangkap momen-momen berharga tersebut dengan penuh rasa dan
keindahan yang kami rasakan di Desa Sombo. Dalam essay ini, saya akan berbagi
pengalaman kami selama 40 hari di Desa Sombo, merangkumnya dalam uraian yang
dapat membawa pembaca ikut merasakan keindahan dan kedamaian yang kami alami
selama mengabdi di desa tersebut. Semoga tulisan ini dapat menginspirasi dan
membuat pembaca semakin mengapresiasi keindahan dan keberagaman yang terdapat
di desa-desa Indonesia yang belum banyak terjamah oleh banyak orang.
Pada hari pertama kami tiba di Desa Sombo, Poncol,
Magetan, saya merasakan udara segar dan suasana yang begitu tenang. Desa ini
terletak di lereng Bukit Bukit Blego yang berdampinggan sejajar dengan gunung lawu, dikelilingi oleh
hamparan sawah hijau dan pepohonan yang rindang. Dari kejauhan, rumah-rumah
penduduk berjajar indah di tengah kehijauan alam. Sinar matahari pagi yang
menyinari desa ini memberikan kesan tersendiri, membuat setiap sudut terlihat
begitu mempesona. Sebagai bagian dari tim dokumentasi dalam kegiatan KPM ini,
saya merasa beruntung bisa menyaksikan keindahan Desa Sombo dari berbagai sudut
pandang. Bersama kamera yang selalu setia menemani, saya berusaha menangkap
setiap momen yang berkesan selama 40 hari kami berada di desa ini. Dari
kegiatan bersih-bersih lingkungan, penyuluhan kesehatan, hingga acara
kebersamaan dengan warga, semua kami abadikan dalam bentuk gambar dan video.
Melalui lensa kamera, saya ingin memperlihatkan kepada
orang lain betapa istimewanya Desa Sombo. Selain kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa dan warga desa, keindahan alam yang masih asri dan
alami merupakan daya tarik utama yang memikat hati siapa pun yang melihatnya.
Setiap langkah yang kami ambil di desa ini seolah membawa kami lebih dekat pada
keindahan alam dan kedamaian yang jarang ditemui di tengah keramaian kota. Desa
Sombo bukan hanya sebuah tempat, namun lebih dari itu, desa ini adalah rumah
bagi semua orang yang tinggal di dalamnya. Suhu udara yang sejuk dan hembusan
angin yang menyejukkan membuat setiap aktivitas terasa lebih menyenangkan.
Terlebih lagi, keramahan dan keakraban warga desa membuat kami merasa seperti
keluarga sendiri. Mereka dengan tangan terbuka menerima kehadiran kami,
mahasiswa dari kota yang datang membawa semangat dan ide-ide segar untuk
memajukan desa mereka. Dari balik lensa kamera, saya ingin menunjukkan bahwa
keindahan Desa Sombo tidak hanya terlihat dari segi fisiknya, melainkan juga
dari kehangatan dan kebersamaan yang tercipta di antara para penghuninya.
Setiap senyuman, setiap tawa, dan setiap kebersamaan yang kami abadikan menjadi
bukti betapa berharga setiap momen yang kami lalui selama di desa ini.
Minggu pertama kami menjalani kegiatan KPM di desa
Sombo, Poncol, Magetan sungguh mengesankan. Agenda kami di minggu pertama
adalah mendaki puncak gunung Blego yang menawarkan keindahan yang memukau.
Dibalik lensa kamera, kami bisa menangkap panorama yang begitu indah, dengan
perpaduan langit biru yang cerah dan hamparan hijau pepohonan yang membentuk
landscape yang memukau. Saat turun dari gunung, kami disambut dengan hangat
oleh warga desa Sombo. Mereka dengan senang hati menerima kami dan berbagi
cerita tentang kehidupan sehari-hari mereka. Kami juga mendapat kesempatan
untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh warga, mulai dari
berkebun, menanam padi, hingga berolahraga volly. Salah satu kegiatan yang
paling menarik adalah partisipasi warga dalam turnamen volly desa. Olahraga ini
sangat digemari oleh warga Sombo, dan menjadi ajang perlombaan yang
dinanti-nanti setiap bulannya. Suasana yang penuh keceriaan dan persatuan
terasa begitu membumi, menjadikan kami merasa seperti bagian dari komunitas
yang hangat dan ramah.
Setelah mengenal lebih dekat kehidupan warga Desa
Sombo, kami pun mulai mengikuti mereka dalam menjelajahi wilayah sekitar desa,
termasuk sungai yang berlimpah di desa tersebut. Sungai Desa Sombo begitu
jernih dan mengalir dengan tenang, membentang di antara hamparan sawah dan
perkebunan yang memikat. Kami diajak oleh warga untuk menjelajahi sepanjang
sungai tersebut, menikmati keindahan. Sungai ini juga menjadi tempat rekreasi
dan bersantai bagi warga saat cuaca sedang cerah. Selain menjelajahi sungai,
kami juga turut serta dalam berbagai kesibukan bersama warga, seperti berkebun,
menanam, dan aktivitas olahraga. Kami dibimbing untuk belajar cara bertani dan
merawat tanaman, mulai dari cara penyemaian hingga perawatan tanaman yang baik.
Kesibukan bersama warga Desa Sombo membawa kami lebih dekat dengan kehidupan
mereka sehari-hari, merasakan kebersamaan dan keceriaan dalam menjalani
berbagai aktivitas. Kami belajar banyak hal baru dan merasakan banyak
pengalaman berharga selama ikut serta dalam berbagai kegiatan di desa ini. Kami
merasa terhubung dengan warga desa dan semakin menghargai kehidupan sederhana
namun penuh makna di Desa Sombo.
Warga desa Sombo juga seringkali bercerita tentang
pengalaman uniknya saat mengikuti tradisi malam satu suro mengirimkan tumpeng ke
Bukit Blego. Menurutnya, tradisi tersebut telah dilakukan sejak nenek moyang
mereka dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa Sombo.
Warga desa sombo dengan penuh kebanggaan menceritakan bagaimana keseluruhan
warga desa turun tangan untuk menyelenggarakan acara tersebut. Mulai dari
mempersiapkan tumpeng, menyiapkan peralatan, hingga melakukan prosesi ke Bukit
Blego tengah malam. Menurutnya, momen tersebut selalu menjadi saat yang sarat
makna, di mana rasa syukur dan kebersamaan terpancar dengan kuat.
Ia juga bercerita tentang suasana magis dan keagungan
alam yang tercipta saat mereka berkumpul di puncak Bukit Blego. Cahaya
remang-remang bulan purnama nampak menerangi seluruh acara, menciptakan
atmosfer yang begitu mendalam dan sakral. Warga Sombo percaya bahwa tradisi ini
adalah jalinan batin antara manusia dengan alam semesta, serta sebagai ungkapan
terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan. Kisah budaya warga
tentang tradisi malam satu suro ini menjadi inspirasi bagi generasi muda desa
Sombo untuk tetap melestarikan budaya dan tradisi nenek moyang mereka, serta
menjaga keharmonisan dan kebersamaan dalam bermasyarakat.
Tak selesai sampai situ, Keesokan paginya, kami
bergabung dengan warga desa dalam membantu merayakan hari besar tersebut. Kami
menuju dua Sirah, yaitu mata air di desa ini yang disebut Sirah Etan dan Sirah
Kulon. Warga desa sudah menyiapkan acara bersih-bersih dan mempersiapkan
potongan kambing untuk dimasak bersama. Setelah selesai dengan kegiatan
membersihkan dan mempersiapkan masakan, kami semua berkumpul untuk makan
bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Suasana kebersamaan dan
kebahagiaan terasa begitu kental, hingga membuat kami merasa seperti bagian
dari keluarga besar desa Sombo. Setelah makan bersama selesai, kami melanjutkan
perayaan dengan kegiatan tradisional selanjutnya yaitu pembagian Makanan
terhadap warga sekitar sebagai kebersamaan di desa ini. Semua warga desa turut
berpartisipasi dalam merayakan hari besar ini dengan penuh kebahagiaan dan
semangat kebersamaan. Itulah salah satu momen tak terlupakan yang berhasil kami
nikmati di desa Sombo.
Di minggu pertama di desa yang indah ini, kami mulai
berkenalan dengan warga setempat dan mulai memahami kehidupan dan budaya yang
ada di sini. Kami disambut hangat oleh para tetangga yang ramah dan bersedia
memperkenalkan kami pada tradisi dan adat istiadat yang mereka lestarikan. Kami
diajak untuk mengunjungi berbagai tempat penting di desa, termasuk 2 Sirah,
yaitu mata air suci yang diyakini memiliki kekuatan mistis dan memberikan
kesuburan bagi tanah. Saya ikut serta dalam acara bersih-bersih dan pembersihan
di sekitar mata air tersebut bersama warga setempat sebagai bentuk rasa syukur
atas berkah yang diberikan. Selain itu, kami juga diajak untuk merasakan
makanan khas desa yang disajikan dalam acara potong kambing dan masak bersama.
Rasa syukur dan kebersamaan begitu kental terasa saat kami semua duduk bersama
di bawah langit yang cerah, sambil menikmati hidangan lezat yang telah
disiapkan dengan penuh cinta oleh warga desa.
Minggu pertama ini sangat indah bagi saya, karena saya
bisa merasakan kehangatan dan keramahan masyarakat desa ini. Saya mulai
memahami betapa pentingnya menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi yang
telah diwariskan turun-temurun oleh para penduduk desa ini. Saya merasa
bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas yang begitu kaya akan nilai-nilai
tradisional dan kearifan lokal. Sejak saat itu, saya bertekad untuk belajar
lebih banyak tentang kehidupan dan budaya desa ini, serta ikut aktif dalam
menjaga dan melestarikan warisan yang ada dimulai dengan Lensa Kamera.
Di minggu kedua ini, saya semakin merasa diterima dan
diterima di desa ini. Saya mulai aktif membantu warga setempat dengan mengajar
di satu-satunya SD didesa ini yaitu SDN Sombo. Anak-anak di sekolah sangat
antusias belajar dan saya senang bisa berbagi pengetahuan dengan mereka. Minggu
Masuk Sekolah (MPLS) di SDN Sombo dimulai dengan penuh semangat dan keceriaan.
Setiap siswa baru diterima dengan hangat oleh seluruh siswa dan guru di
sekolah. Mereka diberikan sambutan meriah yang membuat mereka merasa nyaman dan
senang berada di sekolah baru.
Acara MPLS diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik
dan mendidik. Mulai dari ice breaking yang menghangatkan suasana, hingga
permainan-permainan seru yang melibatkan banyak siswa. Ada juga sesi pengenalan
lingkungan sekolah, peraturan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat
diikuti. Seluruh siswa baru diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan
tersebut dengan penuh semangat dan antusiasme. Mereka saling mendukung satu
sama lain dan menjadikan MPLS sebagai momen yang menyenangkan dan berkesan. MPLS
di SDN Sombo bukan hanya sekedar memperkenalkan siswa baru dengan lingkungan
sekolah, namun juga memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi
mereka. Dengan atmosfer yang hangat dan kebersamaan yang terjalin, MPLS di SDN
Sombo menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi semua siswa.
Selain mengajar di SD, saya juga turut membantu
mengajar mengaji di masjid Sombo. Suasana di masjid begitu khidmat dan saya
merasa dihormati oleh para jamaah meskipun saya bukan seorang penduduk asli
desa. Di sela-sela kesibukan mengajar, saya juga menyempatkan waktu untuk
berinteraksi dengan warga setempat. Saya berjalan-jalan di sekitar desa,
berbicara dengan mereka, dan ikut serta dalam kegiatan sehari-hari. Saya
belajar banyak tentang budaya dan tradisi mereka, termasuk tentang cara hidup
yang sederhana namun penuh makna. Salah satu kegiatan yang saya sukai adalah
mengabadikan momen-momen indah dengan kamera saya. Saya memotret wajah-wajah
ramah warga desa, anak-anak yang riang, dan pemandangan alam yang memukau di
sekitar desa. Melalui fotografi, saya merasa bisa mengungkapkan keindahan dan
kehangatan dalam setiap momen yang saya alami di desa ini.
Mereka begitu antusias belajar, meskipun terkadang ada
yang masih kaku dalam memahami materi pelajaran. Namun, dengan kesabaran dan
ketekunan, mereka mulai memahami pelajaran dengan lebih baik. Melihat semangat
belajar mereka membuatku semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik bagi
mereka. Selain mengajar di sekolah, saya juga mengajar mengaji di masjid Sombo.
Anak-anak di desa Sombo begitu rajin belajar mengaji, meskipun terkadang mereka
masih agak sulit mengikuti bacaan. Namun, dengan metode pengajaran yang santai
dan penuh kesabaran, mereka mulai memahami bacaan-bacaan Al-Qur'an dengan lebih
baik.
Keseruan juga terjadi ketika saya mengajak mereka
bermain permainan edukatif setelah selesai mengaji. Mereka begitu antusias dan
senang bermain bersama. Melihat senyum bahagia di wajah mereka membuat hati ini
ikut bahagia. Selama minggu kedua ini, aku semakin merasakan kehangatan dan
kebersamaan di desa Sombo, Memahami budaya dan tradisi mereka membuatku semakin
mencintai desa ini. Saya bersyukur telah diberikan kesempatan untuk berkenalan
dengan warga dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Minggu kedua ini benar-benar memperkaya pengalaman
saya. Saya semakin mencintai desa ini dan terasa seperti rumah kedua bagi saya.
Saya bersyukur bisa mengenal dan memahami budaya serta kehidupan warga desa
ini, dan saya berharap bisa terus memberikan kontribusi positif bagi mereka
selama saya tinggal di sini.
Pada minggu ketiga ini, saya merasa sangat bersyukur
dapat terlibat dalam proker-proker yang bermanfaat bagi warga sekitar, terutama
bagi anak-anak SDN Sombo. Acara seminar Anti Bullying yang kami selenggarakan
sangat berkesan bagi saya, karena melihat antusiasme dan respon positif dari
para anak-anak yang mengikuti seminar sangat menyentuh hati. Mereka begitu
antusias dalam mendengarkan materi, aktif berpartisipasi dalam diskusi, dan
nampak terinspirasi untuk menjadi agen perubahan dalam mencegah bullying di
lingkungan sekitar. Selain itu, pengalaman mengajar mengaji di masjid Desa
Sombo juga membawa banyak kebahagiaan bagi saya. Melihat anak-anak kecil
belajar agama dengan penuh semangat dan antusiasme membuat saya semakin yakin
bahwa pendidikan agama merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk
karakter anak-anak.
Selama minggu ketiga ini, kami juga turut
berpartisipasi dalam memperindah kembali masjid Desa Sombo. Bersama-sama dengan
warga sekitar, kami membersihkan dan menghias masjid dengan berbagai cara salah
satunya mengecat ulang masjid Sombo sehingga terlihat lebih cantik dan nyaman.
Semua kegiatan ini membawa kesan yang sangat positif bagi saya, dan saya merasa
senang bisa memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan
kebahagiaan warga di sekitar.
Di minggu ketiga di SDN Sombo, selain mengadakan
seminar Anti Bullying bagi anak-anak, kami juga memutuskan untuk memperindah
kembali masjid desa Sombo. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan
sekitar dan untuk memberikan tempat yang nyaman bagi warga desa untuk
beribadah. Kami berkumpul di depan masjid pada pagi hari dengan penuh semangat
dan antusiasme. Bersama-sama, kami membersihkan dan merapikan halaman masjid,
membersihkan rumput yang tumbuh liar, membersihkan sampah dan debu, serta
membersihkan fasilitas-fasilitas di dalam masjid. Meskipun pekerjaan ini cukup
melelahkan dan membutuhkan kerja keras, tapi kami melakukannya dengan penuh
kebahagiaan dan kebersamaan. Semangat gotong royong dan rasa persaudaraan di
antara kami semakin terasa kuat.
Setelah beberapa jam bekerja, kita bisa melihat
perubahan yang signifikan. Masjid desa Sombo menjadi lebih bersih, rapi, dan
indah. Warga desa yang melintas pun memberikan pujian dan apresiasi atas hasil
kerja keras kami. Menghabiskan waktu bersama teman-teman di lingkungan yang
positif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat adalah
pengalaman yang sangat membanggakan dan berkesan bagi saya. Saya merasa bangga
bisa berkontribusi untuk memperindah masjid desa Sombo dan menginspirasi orang
lain untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini juga menjadi salah satu
momen indah dan berarti dalam perjalanan proyek sosial di desa Sombo.
Kami merasa senang bisa berkontribusi dalam kegiatan
ini dan melihat hasil kerja keras kami bersama. Momen ini membuat kami semakin
menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan tempat ibadah
kita. Semua anak-anak sungguh antusias dan penuh semangat dalam mengikuti
kegiatan ini, dan kami merasa bangga bisa membantu memperindah masjid desa
Sombo. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berharga bagi kami,
tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi-generasi selanjutnya untuk
selalu menjaga dan merawat tempat ibadah dengan baik. Semoga kita semua dapat
terus bersama-sama dalam kegiatan positif yang bermanfaat bagi banyak orang.
Pada minggu keempat ini, desa Sombo menjadi pusat
keceriaan dan keseruan yang tak terbendung, Seminar perawatan jenazah dihelat
dengan nuansa yang berbeda, di mana peserta diajak untuk berpartisipasi dalam
simulasi perawatan jenazah yang interaktif dan mendidik. Suasana gotong royong
dan kebersamaan begitu kental terasa, membuat acara ini tidak hanya informatif,
tetapi juga menyenangkan dan penuh tawa. Seminar perawatan Jenazah yang
diadakan di desa Sombo ini akan diselenggarakan dengan penuh keseruan dan
antusiasme. Acara ini tidak hanya berfungsi untuk memberikan informasi penting
kepada warga tentang bagaimana cara melakukan perawatan Jenazah secara benar,
tetapi juga akan diiringi dengan keseruan yang membuat acara ini menjadi lebih
menarik.
Pemateri dari KUA Poncol akan memberikan pengetahuan
dan panduan praktis tentang proses perawatan Jenazah sesuai dengan ajaran
agama. Selain itu, akan diadakan sesi tanya jawab dan simulasi langsung
mengenai teknik perawatan Jenazah. Para peserta akan diajak untuk
berpartisipasi aktif dalam acara ini sehingga mereka benar-benar dapat memahami
dan mengaplikasikan ilmu yang diberikan. Acara ini juga diisi dengan games
interaktif dan doorprize menarik bagi para peserta yang aktif dalam sesi tanya
jawab. Selain itu, akan disiapkan snack dan minuman segar untuk menambah
kenyamanan para peserta dalam mengikuti seminar. Dengan begitu, diharapkan
acara ini tidak hanya bermanfaat secara edukatif, namun juga dapat memberikan
kesan yang menyenangkan bagi semua yang hadir.
Tidak kalah seru, sosialisasi biopori di desa Sombo
juga menjadi sorotan utama. Warga diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan
pemanfaatan limbah sampah menjadi Biopori yang dapat berguna bagi kesuburan
tanah di Desa Sombo. Semangat kompetisi dan keceriaan melanda seluruh warga,
menciptakan atmosfer yang penuh warna dan semangat kolaborasi yang tinggi. Tren
positif dan semangat gotong royong semakin memuncak di desa Sombo, di mana
masyarakat bersatu untuk menciptakan perubahan positif dan menjaga lingkungan
sekitar. Semoga acara-acara ini berhasil menginspirasi dan memberikan dampak
yang positif bagi desa Sombo.
Di minggu keempat ini, acara seminar perawatan Jenazah
yang diadakan di desa Sombo telah memberikan kesan yang sangat bermanfaat bagi
warga. Mereka telah mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru dalam merawat
Jenazah sesuai dengan ajaran agama. Para peserta menjadi lebih aware dan siap
dalam menghadapi situasi yang seringkali dianggap tabu ini. Selain manfaat
secara praktis, acara ini juga memberikan kesan positif dalam mempererat tali
silaturahmi antarwarga. Mereka menjadi lebih terbuka dalam berdiskusi tentang
topik yang sensitif ini, dan saling mendukung satu sama lain dalam memahami
pentingnya pelaksanaan perawatan Jenazah yang benar. Selain itu, acara ini juga
memberikan kesempatan bagi warga untuk merasa teredukasi dan meningkatkan keimanan
mereka dalam menghadapi proses perawatan Jenazah. Mereka merasa lebih siap dan
mampu untuk melaksanakan tugas yang semestinya sebagai umat Islam. Dengan
begitu, acara seminar ini tidak hanya memberikan manfaat secara praktis, tetapi
juga memberikan manfaat psikologis yang positif bagi warga desa Sombo.
Di minggu kelima, Kami sebagai Tim KPM Desa Sombo
mulai mempersiapkan acara penutupan yang akan diisi dengan acara Sombo Bersholawat. Kami mulai dengan
mengadakan pertemuan rutin untuk membahas persiapan acara, mulai dari pemilihan
Acara, pembagian tugas, penyiapan venue, hingga pemenuhan kebutuhan teknis
seperti soundsystem dan pencahayaan. Panitia juga aktif berkoordinasi dengan
Pengisi acara yang akan diundang untuk memastikan segala persiapan terkait acara
bersholawat berjalan lancar. Kami juga melakukan promosi secara intensif kepada
warga Desa Sombo untuk memastikan acara ini dapat dihadiri oleh sebanyak
mungkin warga. Di sela-sela persiapan, panitia juga tidak lupa untuk mengadakan
sesi evaluasi untuk melihat progres persiapan acara dan menyelesaikan segala
kendala yang muncul. Semangat dan antusiasme panitia dalam mempersiapkan acara
penutupan ini semakin membesar menjelang hari-H.
Hari pun tiba, warga Desa Sombo berkumpul dengan penuh
keceriaan dan semangat untuk menghadiri acara penutupan KPM yang diisi dengan
acara Sombo Bersholawat. Suasana semakin meriah dengan heningnya malam dan
riuhnya suara sholawat yang mengalun indah. Warga terlihat antusias dan terharu
dalam mengikuti acara bersholawat ini, semakin mempererat tali silaturahmi di
antara mereka. Akhirnya, acara penutupan KPM Desa Sombo ini sukses
terselenggara dengan lancar dan meriah. Semua panitia dan warga merasa senang
dan puas dengan keseruan acara ini, serta mengambil banyak manfaat dan
pelajaran dari setiap kegiatan yang telah dilakukan selama minggu kelima KPM
Desa Sombo.
Minggu keenam menjadi minggu paling berat bagi kami,
sebagai para peserta KPM, karena harus menghadapi momen perpisahan dengan warga
desa Sombo. Rasa sedih dan haru menyelimuti hati kami ketika harus meninggalkan
desa ini setelah menghabiskan waktu yang berharga selama enam minggu bersama
masyarakat yang ramah dan hangat. Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian
dari komunitas desa Sombo dan merasakan keramahan serta keakraban yang luar
biasa selama kami tinggal di sana. Selama enam minggu ini, kami telah belajar
banyak hal dari warga desa, baik nilai-nilai kebersamaan, gotong royong,
kearifan lokal, hingga kebiasaan dan tradisi yang menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari masyarakat Sombo.
Saat kami berpamitan dengan banyak pihak di desa,
terasa berat rasanya untuk meninggalkan setiap jejak kenangan yang telah
terbentuk selama kami berada di sana. Kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada seluruh warga desa Sombo yang telah menerima dan
mendukung kami selama ini. Kami juga berjanji untuk menjaga serta
mengaplikasikan nilai-nilai dan pelajaran yang telah kami dapatkan selama di
desa Sombo di kehidupan kami ke depan. Meskipun momen perpisahan ini penuh
dengan kesedihan, namun kami percaya bahwa hubungan yang telah terjalin akan
tetap terjaga dan menjadi kenangan indah yang akan selalu kita ingat. Kami
berharap suatu saat nanti dapat kembali berkunjung dan bertemu lagi dengan
warga desa Sombo yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kami. Semoga
desa Sombo terus berkembang dan sejahtera, dan semoga kebaikan dan kebahagiaan
selalu menyertai setiap langkah warga desa dalam menjalani kehidupan
sehari-hari.
Saat kami mengucapkan selamat tinggal pada Desa Sombo,
terbawa rasa sedih yang mendalam. Setiap sudut desa ini memancarkan pesona yang
begitu indah, terpantul jelas melalui lensa kamera yang selalu menemaniku
selama KPM. Keceriaan penduduk, keramahan masyarakat, serta keindahan alamnya
begitu memesona dan tak terlupakan. Namun, meskipun harus berpisah, harapan
tetap menyala di dalam hati kami. Semoga Desa Sombo terus berkembang dan
menjadi tempat yang semakin makmur dan sejahtera. Semoga kebersamaan dan
semangat gotong royong warganya tetap terjaga dengan baik. Semoga keindahan
alamnya tetap terjaga dan dijaga dengan cinta oleh seluruh masyarakatnya.
Meskipun perpisahan ini menyisakan luka, namun
kenangan indah yang kami bagi bersama Desa Sombo akan tetap melekat dalam
ingatan, tak terhapus oleh waktu. Terima kasih Desa Sombo, kami akan selalu
merindukanmu dalam situasi apapun yang kami hadapi, dalam setiap jengkal
kehidupan yang kami jalani. Selamat tinggal, semoga kita dapat bertemu lagi di
lain kesempatan, di lain waktu.
Terima kasih, Desa Sombo, sampai jumpa!
Comments
Post a Comment