SELASA 2 JULI SAMPAI SABTU 10 AGUSTUS

 

SELASA 2 JULI SAMPAI SABTU 10 AGUSTUS

Oleh:Alda Dista Afanda ( Manajemen Pendidikan Islam/FTIK)

Pendahuluan

Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) merupakan salah satu kegiatan akademik yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Program KPM ( Kuliah Pengabdian Masyarakat )  ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah doperoleh selama masa studi di perguruan tinggi, dengan cara langsung terjun dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Melalui KPM, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep di dalam kelas, tetapi juga memahami dan mengatasi berbagai permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap peduli, tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak di lingkungan yang berbeda.

Selain memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajar di perguruan tinggi dalam konteks myata, tujuan lain dari adanya KPM yaitu, Berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat, mengembangkan sikap sosial, tanggung jawab, empati, dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat, membantu masyarakat dalam meningkatkan kapasitas diri, kemandirian, serta kualitas hidup melalui berbagai program edukasi, pelatihan, dan pemberdayaan, Kolaborasi dan kerja sama, membangun kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya memecahkan masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengembangan kemampuan beradaptasi untuk melatih mahasiswa untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda, serta mengembangkan kemampuan problem solving dan kerja tim.

Tahun ini, LPPM IAIN Ponorogo menyelenggarakan  KPM selama 40 hari yang berlokasi tersebar di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Magetan. Ribuan mahasiawa IAIN Ponorogo dilepas ke masyarakat dengan beberapa pembekalan dari pembimbing lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. KPM terdiri dari KPM Mono Disiplin Satu tim/kelompok terdiri dari satu jurusan atau rumpun keilmuan yang sama.

Untuk KPM Multi Disiplin Satu tim/kelompok terdiri dari gabungan mahasiswa antar jurusan, penentuan anggota kelompok dan lokasi KPM dilaksanakan oleh tim  panitia. Untuk KPM Tematik Inisiatif Mandiri (TIM) Tema KPM TIM Tahun 2024 yaitu 1. Moderasi Beragama 2. Berbasis Usaha Dan Perkonomian Rakyat 3. Halal Center 4. Ramah Anak Dan Gender 5. Mengabdi Untuk Desaku. Diinisiasi oleh gabungan mahasiswa dan/atau calon dosen pembimbing lapangan mengusung tema yang sesuai dengan ketentuan di pedoman. Untuk KPM Responsif, mahasiswa penyandang disabilitas yang tidak memungkinkan tinggal di lokasi KPM, mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit yang tidak memungkinkan tinggal di lokasi KPM (dibuktikan dengan surat keterangan dokter).

Isi

Perkenalkan nama saya Alda Dista Afanda, mahasiswi dari Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan(FTIK) IAIN Ponorogo semester 7. Ini adalah sedikit cerita saya mengenai perjalanan selama mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) selama 40 hari. Saya memilih KPM Multi Disiplin, tepatnya di kelompok 81 dengan jumlah anggota 20 orang, 6 laki-laki dan 14 perempuan. Yang bertempat di Desa Sombo Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan.

Pada hari Selasa, tanggal 2 juli 2024 waktunya untuk pemberangkatan  KPM ke Desa Sombo, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 08:00 bersama teman saya naik motor, untuk hari pertama kami menata barang dan merapikan barang-barang agar terlihat lebih rabi, setelah beberapa jam bekerja , posko kami akhirnya terlihat bersih dan nyaman. Kami merasa puas dengan hasil kerja kami dan yakin posko ini akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk bekerja dan beristirahat selama kegiatan KPM.

Pada malam harinya, kami mengadakan acara tahlil di posko yang dipimpin oleh ketua kelompok. Ini merupakan momen penting bagi kami untuk memohon doa dan restu agar kegiatan KPM kami berjalan lancar dan bermanfaat. Semua anggota kelompok berkumpul dengan khidmat di ruang tengah posko. Ketua kelompok memimpin acara dengan tenang dan penuh penghayatan. Kami membaca doa bersama-sama, memohon perlindungan dan keberkahan. Suasana terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan. Tahlil ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antar anggota kelompok.

Setelah tahlil selesai, kami melanjutkan dengan rapat untuk membahas agenda kegiatan esok hari. Semua anggota kelompok hadir dan terlibat aktif dalam diskusi. Ketua kelompok membuka rapat dengan evaluasi kegiatan hari ini dan mengarahkan pembahasan untuk rencana besok. Rapat berlangsung dengan lancar, penuh ide kreatif dan semangat kolaboratif. Kami menyusun rencana dengan detail, memastikan semua aspek dipertimbangkan. Setelah rapat selesai, kami beristirahat dengan tenang, merasa siap menyambut hari kedua dengan semangat baru.

Pada minggu pertama ini terdapat berbagai kegiatan seperti berkunjung ke rumah warga dan acara pembukaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), kami berkesempatan untuk berkunjung ke rumah beberapa warga setempat, seperti kepala dusun, takmir masjid, dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini bukan hanya sekedar kunjungan biasa, tetapi merupakan upaya untuk menjalin silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan warga lingkungan Desa Sombo. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat.

Kunjungan pertama kami adalah ke rumah Kepala Dusun. Kepala Dusun memiliki peran dalam mengelola dan memimpin dusun, sehingga pertemuan ini sangat penting untuk memahami kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh warga. Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh Kepala Dusun. Dalam pertemuan tersebut, kami membahas berbagai isu yang relevan dengan pengembangan dusun.

Kunjungan berikutnya adalah ke rumah takmir masjid. Sebagai pengurus masjid, beliau memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola kegiatan keagamaan dan sosial di masjid. Takmir Masjid juga mengungkapkan keinginan untuk memperbaiki fasilitas masjid agar lebih nyaman bagi jemaah. Kami bersama-sama merencanakan gotong royong untuk membersihkan dan memperbaiki beberapa bagian masjid ,karena pemberdayaan masjid juga merupakan salah satu bagian proker penunjang kami.

Tanggal 3 dan 4 adalah hari yang sibuk bagi seluruh anggota kelompok KPM 81. Kami telah berkumpul di balai desa untuk membersihkan dan mempersiapkan tempat untuk acara pembukaan yang akan dilaksanakan yaitu pembukaan di Balai Desa Sombo. Mulai dari menyapu, mengepel, menata kursi, hingga menghias ruangan dengan dekorasi, semua dilakukan dengan penuh semangat. Selama dua hari itu, kerja sama dan kekompakan kelompok benar-benar terlihat. Kami saling membantu dan memastikan bahwa setiap sudut balai desa terlihat bersih dan rapi.

Hari yang telah ditunggu-tunggu. Semua anggota kelompok dan perangkat desa sudah berkumpul di balai desa untuk acara pembukaan. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Yulia Anggraini juga hadir dalam acara pembukaan tersebut, memberikan sambutan dan kata-kata motivasi kepada semua yang hadir. Acara pembukaan berjalan lancar dengan berbagai kegiatan. Setelah acara selesai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Yulia Anggraini berkunjung ke posko, mengadakan evaluasi dengan seluruh anggota kelompok. Dalam evaluasi ini, Dosen Pembimbing memberikan feedback mengenai persiapan dan pelaksanaan acara pembukaan. Beliau juga memberikan beberapa saran untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya agar berjalan lebih baik.

Rapat tersebut berlangsung dengan diskusi yang konstrukti. Kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan usualan. Menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang baik agar semua program kerja dapat berjalan dengan sukses. Dengan semangat baru dan bimbingan dari DPL, kelompok kami siap melanjutkan kegiatan mereka di desa dengan penuh antusiasme dan dedikasi.

Di hari berikutnya kami pergi ke sebuah tempat yaitu sumber mata air yang ada di Desa Sombo. Desa Sombo memiliki dua sumber mata air yang menjadi andalan bagi kehidupan sehari-hari warga, yaitu Sumber Air Sirah Wetan dan Sirah Kulon. Sumber Sirah Wetan terkenal dengan kejernihan dan kesegarannya, menyediakan pasokan air bersih yang melimpah untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi pertanian. Sementara itu, Mata Air Sumber Sirah Kulon juga menyediakan air bersih, dan memiliki makna kultural yang mendalam bagi masyarakat setempat. Setiap tahunnya, warga Desa Sombo mengadakan upacara adat di sekitar Mata Air sebagai bentuk syukur dan penghormatan terhadap alam yang memberikan berkah kehidupan

Pada malam harinya, setelah selesai sholat magrib, seluruh anggota kelompok perempuan berkumpul untuk mengikuti yasinan bersama ibu-ibu di desa. Suasana di rumah ibu RT sangat khidmat. Bacaan Yasin mengalun lembut, diiringi doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harapan dan keikhlasan. Para anggota kelompok perempuan merasa sangat terhormat bisa ikut serta dalam tradisi ini, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang terjalin di antara warga desa.

Setelah selesai yasinan dan makan malam bersama, seluruh anggota kelompok bersiap-siap untuk menghadiri acara istighosah. Malam itu, ada acara Istighosah yang juga dihadiri oleh seluruh anggota kelompok. Kita berjalan bersama, sambil berbincang ringan, menikmati udara malam yang sejuk. Di desa Sombo, Istighosah diadakan di lapangan desa yang sudah dipenuhi oleh warga. Suara lantunan doa dan zikir bergema di seluruh lapangan, menciptakan suasana yang penuh haru dan kekhusyukan. Para anggota kelompok merasakan ketenangan dan kedamaian saat ikut berdoa bersama warga.

Setelah acara Istighosah selesai, seluruh anggota kelompok berkumpul di posko untuk melakukan evaluasi. Malam itu, agenda utama evaluasi adalah membahas rincian pembelanjaan selama persiapan dan pelaksanaan acara. Rapat evaluasi malam itu ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran dan kesuksesan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Dengan semangat dan kebersamaan, kami siap menghadapi tantangan berikutnya dan terus berkontribusi untuk acara selanjutnya.

Hari selanjutnya, seluruh anggota kelompok sudah berkumpul dengan semangat baru. Setelah sarapan bersama di posko, kami bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti di sumber mata air Sirah Wetan. Kegiatan ini penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber air . Seluruh anggota, baik perempuan maupun laki-laki, bergerak menuju lokasi dengan membawa alat-alat kebersihan seperti sapu, cangkul, dan kantong sampah. Setibanya di sumber mata air, mereka langsung membagi tugas. Beberapa anggota bertugas menyapu dan membersihkan area sekitar sumber, sementara yang lain membersihkan sampah yang ada di aliran air dan sekitar pepohonan.  Kerja bakti berlangsung dengan penuh semangat dan kekompakan.

Tawa canda sesekali terdengar, menambah semangat kerja di antara mereka. Para anggota perempuan sibuk membersihkan dedaunan dan sampah plastik, sementara anggota laki-laki membantu mengangkat batu-batu besar dan membersihkan aliran air dari ranting-ranting yang menghalangi.Tak hanya kelompok, beberapa warga desa juga turut serta membantu. Kerja bakti ini menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga desa. Sambil bekerja, kami saling berbagi cerita dan pengalaman, menciptakan suasana akrab dan hangat.

Saat matahari mulai tinggi, hasil kerja keras kami mulai terlihat. Area sekitar sumber mata air Sirah Wetan menjadi lebih bersih dan rapi. Aliran air kembali jernih, tanpa sampah yang mengganggu. Kerja bakti di sumber mata air sirah wetan menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh anggota kelompok. Mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan solidaritas yang kuat. Dengan hati yang puas dan penuh semangat, mereka kembali ke posko, siap untuk melanjutkan kegiatan dan program kerja selanjutnya.

Pada minggu kedua ketiga kegiatan-kegiatan selajutnya yaitu pengembangan proker per devisi seperti setiap sore mengajar tpa, mengikuti acara posyandu balita dan lansia, piket kantor desa( 2 anak setiap hari) mengajar mpls siswa SD, mengadakan sosialisasi anti bullying di SDN Sombo dan pemberdayaan masjid.

Pertama mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA). Anak-anak desa sombo dengan antusias datang ke TPA untuk belajar mengaji dan mendalami ilmu agama. Kami membagi diri menjadi beberapa kelompok kecil, sehingga setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup. Mereka tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Quran, tetapi juga membimbing anak-anak dalam memahami nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya. Suasana belajar penuh kehangatan dan keceriaan, menjadikan sore hari di TPA sebagai waktu yang dinanti-nantikan oleh anak-anak desa.

Kedua, untuk mendukung administrasi dan kegiatan operasional di desa, dua orang mahasiswa setiap harinya bertugas piket di kantor desa. Tugas kami beragam, mulai dari membantu mengelola arsip dan dokumen, hingga menerima dan melayani warga yang datang untuk mengurus berbagai keperluan. Kami belajar banyak dari kegiatan ini, terutama dalam hal pelayanan masyarakat dan pengelolaan administrasi desa. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk lebih mengenal para perangkat desa dan belajar dari pengalaman mereka.

Keempat, Mengajar MPLS Siswa SD. Di awal tahun ajaran baru, para mhasiswa kpm terlibat dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Sombo selama 2 minggu. Kami membantu guru-guru dalam memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Kegiatan ini meliputi pengenalan ruang kelas, perpustakaan, dan berbagai fasilitas sekolah lainnya. Para mahasiswa juga mengadakan sesi permainan edukatif yang bertujuan untuk membangun semangat kebersamaan dan kemandirian siswa. Dengan pendekatan yang ramah dan menyenangkan, siswa baru merasa lebih nyaman dan antusias memulai tahun ajaran mereka.

Kelima, Melihat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, kami mengadakan sosialisasi anti bullying di SDN Sombo. Kami menyusun program ini dengan melibatkan, siswa kelas 4,5 dan 6. Kegiatan sosialisasi dimulai dengan penjelasan materi pemutaran video edukatif tentang dampak buruk bullying, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kami menjelaskan berbagai jenis bullying, bagaimana mengenalinya, dan cara menghadapinya. Sesi ini diakhiri dengan tepuk anti bullying dan bernyanyilagu anti hullying dan pemberian reward kecil-kecilan kepada siswa-siswi sd.

Keenam, kami juga melihat potensi besar yang dimiliki masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan di desa Sombo. Kami membantu memperbaiki fasilitas masjid, seperti pengecetan tembok yang sudah terkelupas pemberian kaligrafi, dan pembersihan masjid yang dilakukan setiap hari jum’at, sehingga masjid bisa menjadi tempat yang lebih nyaman dan multifungsi bagi warga desa.

Selain itu terdapat juga proker penunjang sosialisasi perawatan jenazah yang dihadiri oleh bapak dan ibu-ibu desa sombo. Kami merencanakan sosialisasi perawatan jenazah dengan cermat. Kami mengundang seorang pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Poncol, seorang ahli dalam bidang ini, untuk memberikan pelatihan. Acara ini diadakan di balai desa dan dihadiri oleh banyak warga, termasuk bapak-bapak dan ibu desa Sombo beseta perangkat desa.

Pemateri dari membuka acara dengan menyampaikan pentingnya memahami tata cara perawatan jenazah dalam Islam. Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Penjelasan disertai dengan demonstrasi langsung, sehingga peserta bisa melihat dan memahami setiap langkah dengan jelas.

Saya dan teman- teman berperan aktif dalam membantu jalannya acara. Kami mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk demonstrasi, serta membantu bapak dan ibu yang ingin mencoba praktik secara langsung. Bapak-bapak dan Ibu-ibu desa tampak antusias belajar cara mengkafani jenazah.

Pada tanggal 27 Juli tibalah pada proker utama yaitu  "Pemanfaatan Sampah Organik dengan Teknik Biopori sebagai Pupuk Alternatif". Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak lingkungan negatif dari sampah.  Acara sosialisasi diadakan di balai desa, yang dihadiri oleh banyak warga dengan antusiasme tinggi. pemateri dari Dosen IAIN Ponorogo beliau memulai dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya pengolahan sampah organik. Beliau menjelaskan bahwa sampah organik yang biasanya hanya dibuang begitu saja dapat diolah menjadi pupuk yang sangat bermanfaat bagi pertanian dan pekarangan rumah.

Setelah penjelasan teori, kami dan para warga melakukan demonstrasi teknik biopori. Teknik ini melibatkan pembuatan lubang-lubang kecil di tanah yang diisi dengan sampah organik. Sampah organik akan terurai secara alami di dalam lubang tersebut, menghasilkan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk. Para warga diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan lubang biopori di sekitar balai desa. Bapak dan ibu desa mencoba menggali lubang dan mengisi dengan sampah organik yang sudah disiapkan. Demonstrasi ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias oleh semua peserta.

Acara sosialisasi "Pemanfaatan Sampah Organik dengan Teknik Biopori sebagai Pupuk Alternatif" di desa Sombo berlangsung sukses dan memberikan dampak positif. Warga desa merasa mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat dan siap untuk menerapkan teknik biopori di rumah mereka. Kamipun  merasa puas dengan hasil acara ini, karena selain memberikan edukasi yang bermanfaat, juga dapat melihat antusiasme dan keterlibatan aktif warga desa. Pengalaman ini mengajarkan betapa pentingnya kesadaran lingkungan dan bagaimana upaya sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.

Program ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, warga desa, dan pihak akademisi, menciptakan sinergi yang baik untuk kegiatan-kegiatan positif di masa depan. Selama beberapa hari ini, kami telah belajar banyak dari kebersamaan dan gotong royong yang tercipta di sini. Kami sangat terkesan dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang ada di desa ini. Pengalaman ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi kami dalam memahami arti pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pada tanggal 4 Agustus yaitu acara terakhir kami yaitu acara penutupan, acara penutupan di gabungan dengan khataman di desa Sombo, dan sholawat bersama. Dalam suasana penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan, Desa Sombo menggelar acara penutupan kuliah pengabdian masyarakat yang dipadukan dengan khataman Al-Quran. Pembacaan Al-Quran dimulai sehari sebelumnya, terus berlangsung hingga malam  dini hari. Seluruh warga desa, turut serta dalam acara ini, menciptakan suasana yang penuh berkah dan harmoni.

Dengan tema ‘'Sombo Bersholawat'’ dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah bersama rating NU dan penutupan KPM 81 IAIN Ponorogo. Mengusung tema "Sombo Bersholawat," yang dimeriahkan oleh Jamiyyah Sholawat Nurul Anam Madiun acara ini menjadi momen istimewa dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah. Rating Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sombo bersama para penutupan KPM 81 IAIN Ponorogo berkolaborasi mengadakan acara ini dengan penuh semangat. Sholawat dilantunkan dengan penuh rasa syukur dan doa untuk keberkahan desa dan seluruh warganya.

Acara tersebut terbuka untuk umum, masyarakat datang dengan antusias. Antusiasme masyarakat Desa Sombo sangat tinggi. Selesai salat Isya , warga mulai berdatangan ke lokasi acara. Pria, wanita, anak-anak, hingga lansia, semuanya hadir dengan wajah ceria dan penuh semangat. Mereka mengenakan pakaian terbaik mereka, seolah merayakan sebuah hari besar. Acara dimulai dengan sambutan sambutan dan sambutan dari ketua kelompok KPM 81 IAIN Ponorogo.

Acara berlanjut dengan sholawat bersama, dipimpin oleh para Jamiyyah Sholawat Nurul Anam dan warga setempat . Semangat kebersamaan begitu terasa, di mana semua elemen masyarakat bersatu dalam doa dan harapan. Tidak hanya warga Desa Sombo, tetapi juga masyarakat dari desa-desa tetangga turut hadir, menambah semarak acara.

Penutupan acara ini tidak hanya menjadi akhir dari kuliah pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi awal dari semangat baru bagi seluruh warga Desa Sombo. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan akan terjalin ikatan yang lebih erat antara warga dan mahasiswa, serta semakin meningkatnya semangat kebersamaan dan keagamaan di desa tersebut.

Pesan dan Kesan

Kami berharap, program-program yang telah kami lakukan di sini, baik dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Sombo. Semoga sinergi antara kami, mahasiswa, dengan warga desa dapat terus terjaga, dan semoga kami bisa kembali lagi ke sini di masa yang akan datang untuk melanjutkan pengabdian kami.

Saya merasakan kehangatan dan kekeluargaan yang luar biasa dari seluruh warga Desa Sombo, warganya yang baik, dan ramah. Banyak hal yang dapat dipelajari, mulai dari kearifan lokal hingga semangat kebersamaan yang tinggi. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan baru , tetapi juga memperkuat komitmen kami untuk terus berkontribusi kepada masyarakat.

 

 

Comments

Popular Posts