SELASA 2 JULI SAMPAI SABTU 10 AGUSTUS
SELASA
2 JULI SAMPAI SABTU 10 AGUSTUS
Oleh:Alda Dista Afanda ( Manajemen Pendidikan Islam/FTIK)
Pendahuluan
Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM)
merupakan salah satu kegiatan akademik yang memiliki peran penting dalam dunia
pendidikan tinggi di Indonesia. Program KPM ( Kuliah Pengabdian Masyarakat
) ini bertujuan untuk memberikan
kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan
keterampilan yang telah doperoleh selama masa studi di perguruan tinggi, dengan
cara langsung terjun dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Melalui
KPM, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teori dan konsep di dalam kelas, tetapi
juga memahami dan mengatasi berbagai permasalahan nyata yang ada di masyarakat.
Program ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan sikap peduli,
tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dengan
berbagai pihak di lingkungan yang berbeda.
Selain memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah
dipelajar di perguruan tinggi dalam konteks myata, tujuan lain dari adanya KPM
yaitu, Berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui
berbagai program dan kegiatan yang bermanfaat, mengembangkan
sikap sosial, tanggung jawab, empati, dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi
dan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,
membantu masyarakat dalam meningkatkan kapasitas diri,
kemandirian, serta kualitas hidup melalui berbagai program edukasi, pelatihan,
dan pemberdayaan, Kolaborasi dan kerja sama, membangun kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan
masyarakat dalam upaya memecahkan masalah sosial dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, pengembangan kemampuan beradaptasi untuk melatih mahasiswa untuk beradaptasi dengan
berbagai situasi dan kondisi lingkungan yang berbeda, serta mengembangkan
kemampuan problem solving dan kerja tim.
Tahun ini, LPPM IAIN Ponorogo
menyelenggarakan KPM selama 40 hari yang
berlokasi tersebar di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten
Magetan. Ribuan mahasiawa IAIN Ponorogo dilepas ke masyarakat dengan beberapa
pembekalan dari pembimbing lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. KPM
terdiri dari KPM Mono Disiplin Satu tim/kelompok terdiri dari satu jurusan atau
rumpun keilmuan yang sama.
Untuk KPM Multi Disiplin Satu tim/kelompok terdiri dari gabungan
mahasiswa antar jurusan, penentuan anggota kelompok dan lokasi KPM dilaksanakan oleh
tim panitia. Untuk KPM Tematik Inisiatif Mandiri (TIM) Tema KPM TIM Tahun 2024 yaitu 1. Moderasi Beragama 2. Berbasis Usaha Dan Perkonomian
Rakyat 3. Halal Center 4. Ramah Anak Dan Gender 5. Mengabdi Untuk Desaku. Diinisiasi oleh gabungan mahasiswa dan/atau calon dosen
pembimbing lapangan mengusung tema yang sesuai dengan ketentuan di pedoman. Untuk KPM Responsif, mahasiswa penyandang disabilitas yang tidak
memungkinkan tinggal di lokasi KPM, mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit
yang tidak memungkinkan tinggal di lokasi KPM (dibuktikan dengan surat
keterangan dokter).
Isi
Perkenalkan nama saya Alda Dista Afanda, mahasiswi dari Fakultas
Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan(FTIK) IAIN Ponorogo semester 7. Ini adalah sedikit
cerita saya mengenai perjalanan selama mengikuti Kuliah Pengabdian Masyarakat
(KPM) selama 40 hari. Saya memilih KPM Multi Disiplin, tepatnya di kelompok 81
dengan jumlah anggota 20 orang, 6 laki-laki dan 14 perempuan. Yang bertempat di
Desa Sombo Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan.
Pada hari Selasa, tanggal 2 juli 2024
waktunya untuk pemberangkatan KPM ke
Desa Sombo, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 08:00 bersama teman saya
naik motor, untuk hari pertama kami menata barang dan merapikan barang-barang
agar terlihat lebih rabi, setelah beberapa jam bekerja , posko kami akhirnya
terlihat bersih dan nyaman. Kami merasa puas dengan hasil kerja kami dan yakin
posko ini akan menjadi tempat yang menyenangkan untuk bekerja dan beristirahat selama
kegiatan KPM.
Pada malam harinya, kami mengadakan
acara tahlil di posko yang dipimpin oleh ketua kelompok. Ini merupakan momen
penting bagi kami untuk memohon doa dan restu agar kegiatan KPM kami berjalan
lancar dan bermanfaat. Semua anggota kelompok berkumpul dengan khidmat di ruang
tengah posko. Ketua kelompok memimpin acara dengan tenang dan penuh
penghayatan. Kami membaca doa bersama-sama, memohon perlindungan dan
keberkahan. Suasana terasa sangat hangat dan penuh kebersamaan. Tahlil ini
tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antar
anggota kelompok.
Setelah tahlil selesai, kami
melanjutkan dengan rapat untuk membahas agenda kegiatan esok hari. Semua
anggota kelompok hadir dan terlibat aktif dalam diskusi. Ketua kelompok membuka
rapat dengan evaluasi kegiatan hari ini dan mengarahkan pembahasan untuk
rencana besok. Rapat berlangsung dengan lancar, penuh ide kreatif dan semangat
kolaboratif. Kami menyusun rencana dengan detail, memastikan semua aspek
dipertimbangkan. Setelah rapat selesai, kami beristirahat dengan tenang, merasa
siap menyambut hari kedua dengan semangat baru.
Pada minggu pertama ini terdapat
berbagai kegiatan seperti berkunjung ke rumah warga dan acara pembukaan Kuliah
Pengabdian Masyarakat (KPM), kami berkesempatan untuk berkunjung ke rumah
beberapa warga setempat, seperti kepala dusun, takmir masjid, dan masyarakat
sekitar. Kegiatan ini bukan hanya sekedar kunjungan biasa, tetapi merupakan
upaya untuk menjalin silaturahmi serta memperkuat hubungan dengan warga
lingkungan Desa Sombo. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga
tentang pentingnya kebersamaan dan gotong royong dalam masyarakat.
Kunjungan pertama kami adalah ke rumah
Kepala Dusun. Kepala Dusun memiliki peran dalam mengelola dan memimpin dusun,
sehingga pertemuan ini sangat penting untuk memahami kebutuhan dan masalah yang
dihadapi oleh warga. Kami disambut dengan ramah dan hangat oleh Kepala Dusun.
Dalam pertemuan tersebut, kami membahas berbagai isu yang relevan dengan
pengembangan dusun.
Kunjungan berikutnya adalah ke rumah
takmir masjid. Sebagai pengurus masjid, beliau memiliki tanggung jawab besar
dalam mengelola kegiatan keagamaan dan sosial di masjid. Takmir Masjid juga
mengungkapkan keinginan untuk memperbaiki fasilitas masjid agar lebih nyaman
bagi jemaah. Kami bersama-sama merencanakan gotong royong untuk membersihkan
dan memperbaiki beberapa bagian masjid ,karena pemberdayaan masjid juga
merupakan salah satu bagian proker penunjang kami.
Tanggal 3 dan 4 adalah hari yang
sibuk bagi seluruh anggota kelompok KPM 81. Kami telah berkumpul di balai desa
untuk membersihkan dan mempersiapkan tempat untuk acara pembukaan yang akan dilaksanakan
yaitu pembukaan di Balai Desa Sombo. Mulai dari menyapu, mengepel, menata
kursi, hingga menghias ruangan dengan dekorasi, semua dilakukan dengan penuh
semangat. Selama dua hari itu, kerja sama dan kekompakan kelompok benar-benar
terlihat. Kami saling membantu dan memastikan bahwa setiap sudut balai desa
terlihat bersih dan rapi.
Hari yang telah ditunggu-tunggu.
Semua anggota kelompok dan perangkat desa sudah berkumpul di balai desa untuk
acara pembukaan. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Yulia Anggraini juga hadir
dalam acara pembukaan tersebut, memberikan sambutan dan kata-kata motivasi
kepada semua yang hadir. Acara pembukaan berjalan lancar dengan berbagai
kegiatan. Setelah acara selesai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Yulia
Anggraini berkunjung ke posko, mengadakan evaluasi dengan seluruh anggota
kelompok. Dalam evaluasi ini, Dosen Pembimbing memberikan feedback mengenai
persiapan dan pelaksanaan acara pembukaan. Beliau juga memberikan beberapa
saran untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya agar berjalan lebih baik.
Rapat tersebut berlangsung dengan
diskusi yang konstrukti. Kami diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat
dan usualan. Menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama yang baik agar
semua program kerja dapat berjalan dengan sukses. Dengan semangat baru dan
bimbingan dari DPL, kelompok kami siap melanjutkan kegiatan mereka di desa
dengan penuh antusiasme dan dedikasi.
Di hari berikutnya kami pergi ke sebuah tempat yaitu sumber mata air yang ada di Desa Sombo.
Desa Sombo memiliki dua sumber mata air yang menjadi andalan bagi kehidupan
sehari-hari warga, yaitu Sumber Air Sirah Wetan dan Sirah Kulon. Sumber Sirah
Wetan terkenal dengan kejernihan dan kesegarannya, menyediakan pasokan air
bersih yang melimpah untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi pertanian.
Sementara itu, Mata Air Sumber Sirah Kulon juga menyediakan air bersih, dan
memiliki makna kultural yang mendalam bagi masyarakat setempat. Setiap
tahunnya, warga Desa Sombo mengadakan upacara adat di sekitar Mata Air sebagai
bentuk syukur dan penghormatan terhadap alam yang memberikan berkah kehidupan
Pada malam harinya, setelah selesai
sholat magrib, seluruh anggota kelompok perempuan berkumpul untuk mengikuti yasinan
bersama ibu-ibu di desa. Suasana di rumah ibu RT sangat khidmat. Bacaan Yasin
mengalun lembut, diiringi doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harapan dan
keikhlasan. Para anggota kelompok perempuan merasa sangat terhormat bisa ikut
serta dalam tradisi ini, merasakan kehangatan dan kebersamaan yang terjalin di
antara warga desa.
Setelah selesai yasinan dan makan
malam bersama, seluruh anggota kelompok bersiap-siap untuk menghadiri acara
istighosah. Malam itu, ada acara Istighosah yang juga dihadiri oleh seluruh
anggota kelompok. Kita berjalan bersama, sambil berbincang ringan, menikmati
udara malam yang sejuk. Di desa Sombo, Istighosah diadakan di lapangan desa
yang sudah dipenuhi oleh warga. Suara lantunan doa dan zikir bergema di seluruh
lapangan, menciptakan suasana yang penuh haru dan kekhusyukan. Para anggota
kelompok merasakan ketenangan dan kedamaian saat ikut berdoa bersama warga.
Setelah acara Istighosah selesai,
seluruh anggota kelompok berkumpul di posko untuk melakukan evaluasi. Malam
itu, agenda utama evaluasi adalah membahas rincian pembelanjaan selama
persiapan dan pelaksanaan acara. Rapat evaluasi malam itu ditutup dengan doa
bersama, memohon kelancaran dan kesuksesan untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.
Dengan semangat dan kebersamaan, kami siap menghadapi tantangan berikutnya dan
terus berkontribusi untuk acara selanjutnya.
Hari selanjutnya, seluruh anggota
kelompok sudah berkumpul dengan semangat baru. Setelah sarapan bersama di
posko, kami bersiap-siap untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti di sumber mata
air Sirah Wetan. Kegiatan ini penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian
sumber air . Seluruh anggota, baik perempuan maupun laki-laki, bergerak menuju
lokasi dengan membawa alat-alat kebersihan seperti sapu, cangkul, dan kantong
sampah. Setibanya di sumber mata air, mereka langsung membagi tugas. Beberapa
anggota bertugas menyapu dan membersihkan area sekitar sumber, sementara yang
lain membersihkan sampah yang ada di aliran air dan sekitar pepohonan. Kerja bakti berlangsung dengan penuh semangat
dan kekompakan.
Tawa canda sesekali terdengar,
menambah semangat kerja di antara mereka. Para anggota perempuan sibuk
membersihkan dedaunan dan sampah plastik, sementara anggota laki-laki membantu
mengangkat batu-batu besar dan membersihkan aliran air dari ranting-ranting
yang menghalangi.Tak hanya kelompok, beberapa warga desa juga turut serta
membantu. Kerja bakti ini menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan
antara mahasiswa dan warga desa. Sambil bekerja, kami saling berbagi cerita dan
pengalaman, menciptakan suasana akrab dan hangat.
Saat matahari mulai tinggi, hasil
kerja keras kami mulai terlihat. Area sekitar sumber mata air Sirah Wetan
menjadi lebih bersih dan rapi. Aliran air kembali jernih, tanpa sampah yang
mengganggu. Kerja bakti di sumber mata air sirah wetan menjadi pengalaman yang
berharga bagi seluruh anggota kelompok. Mereka tidak hanya belajar tentang
pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan
solidaritas yang kuat. Dengan hati yang puas dan penuh semangat, mereka kembali
ke posko, siap untuk melanjutkan kegiatan dan program kerja selanjutnya.
Pada minggu kedua ketiga kegiatan-kegiatan
selajutnya yaitu pengembangan proker per devisi seperti setiap sore mengajar
tpa, mengikuti acara posyandu balita dan lansia, piket kantor desa( 2 anak
setiap hari) mengajar mpls siswa SD, mengadakan sosialisasi anti bullying di
SDN Sombo dan pemberdayaan masjid.
Pertama mengajar di Taman Pendidikan
Al-Quran (TPA). Anak-anak desa sombo dengan antusias datang ke TPA untuk
belajar mengaji dan mendalami ilmu agama. Kami membagi diri menjadi beberapa
kelompok kecil, sehingga setiap anak mendapatkan perhatian yang cukup. Mereka
tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Quran, tetapi juga membimbing anak-anak
dalam memahami nilai-nilai moral dan etika yang terkandung di dalamnya. Suasana
belajar penuh kehangatan dan keceriaan, menjadikan sore hari di TPA sebagai
waktu yang dinanti-nantikan oleh anak-anak desa.
Kedua, untuk mendukung administrasi
dan kegiatan operasional di desa, dua orang mahasiswa setiap harinya bertugas
piket di kantor desa. Tugas kami beragam, mulai dari membantu mengelola arsip
dan dokumen, hingga menerima dan melayani warga yang datang untuk mengurus
berbagai keperluan. Kami belajar banyak dari kegiatan ini, terutama dalam hal pelayanan
masyarakat dan pengelolaan administrasi desa. Mereka juga mendapatkan
kesempatan untuk lebih mengenal para perangkat desa dan belajar dari pengalaman
mereka.
Keempat, Mengajar MPLS Siswa SD. Di
awal tahun ajaran baru, para mhasiswa kpm terlibat dalam Masa Pengenalan
Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Sombo selama 2 minggu. Kami membantu guru-guru
dalam memperkenalkan lingkungan sekolah kepada siswa baru. Kegiatan ini
meliputi pengenalan ruang kelas, perpustakaan, dan berbagai fasilitas sekolah
lainnya. Para mahasiswa juga mengadakan sesi permainan edukatif yang bertujuan
untuk membangun semangat kebersamaan dan kemandirian siswa. Dengan pendekatan
yang ramah dan menyenangkan, siswa baru merasa lebih nyaman dan antusias
memulai tahun ajaran mereka.
Kelima, Melihat pentingnya
menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, kami mengadakan
sosialisasi anti bullying di SDN Sombo. Kami menyusun program ini dengan
melibatkan, siswa kelas 4,5 dan 6. Kegiatan sosialisasi dimulai dengan
penjelasan materi pemutaran video edukatif tentang dampak buruk bullying,
dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kami menjelaskan berbagai jenis bullying,
bagaimana mengenalinya, dan cara menghadapinya. Sesi ini diakhiri dengan tepuk
anti bullying dan bernyanyilagu anti hullying dan pemberian reward
kecil-kecilan kepada siswa-siswi sd.
Keenam, kami juga melihat potensi
besar yang dimiliki masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan di desa
Sombo. Kami membantu memperbaiki fasilitas masjid, seperti pengecetan tembok
yang sudah terkelupas pemberian kaligrafi, dan pembersihan masjid yang
dilakukan setiap hari jum’at, sehingga masjid bisa menjadi tempat yang lebih
nyaman dan multifungsi bagi warga desa.
Selain itu terdapat juga proker
penunjang sosialisasi perawatan jenazah yang dihadiri oleh bapak dan ibu-ibu
desa sombo. Kami merencanakan sosialisasi perawatan jenazah dengan cermat. Kami
mengundang seorang pemateri dari Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Poncol,
seorang ahli dalam bidang ini, untuk memberikan pelatihan. Acara ini diadakan
di balai desa dan dihadiri oleh banyak warga, termasuk bapak-bapak dan ibu desa
Sombo beseta perangkat desa.
Pemateri dari membuka acara dengan
menyampaikan pentingnya memahami tata cara perawatan jenazah dalam Islam.
Beliau menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan mulai dari memandikan,
mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Penjelasan disertai dengan demonstrasi
langsung, sehingga peserta bisa melihat dan memahami setiap langkah dengan
jelas.
Saya dan teman- teman berperan aktif
dalam membantu jalannya acara. Kami mempersiapkan alat dan bahan yang
diperlukan untuk demonstrasi, serta membantu bapak dan ibu yang ingin mencoba
praktik secara langsung. Bapak-bapak dan Ibu-ibu desa tampak antusias belajar
cara mengkafani jenazah.
Pada tanggal 27 Juli tibalah pada proker utama yaitu
"Pemanfaatan Sampah Organik dengan Teknik
Biopori sebagai Pupuk Alternatif". Program ini bertujuan untuk mengedukasi
masyarakat tentang cara mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat,
sekaligus mengurangi dampak lingkungan negatif dari sampah. Acara sosialisasi diadakan di balai
desa, yang dihadiri oleh banyak warga dengan antusiasme tinggi. pemateri dari
Dosen IAIN Ponorogo beliau memulai dengan memberikan penjelasan tentang
pentingnya pengolahan sampah organik. Beliau menjelaskan bahwa sampah organik
yang biasanya hanya dibuang begitu saja dapat diolah menjadi pupuk yang sangat
bermanfaat bagi pertanian dan pekarangan rumah.
Setelah penjelasan teori, kami dan
para warga melakukan demonstrasi teknik biopori. Teknik ini melibatkan
pembuatan lubang-lubang kecil di tanah yang diisi dengan sampah organik. Sampah
organik akan terurai secara alami di dalam lubang tersebut, menghasilkan kompos
yang dapat digunakan sebagai pupuk. Para warga diajak untuk berpartisipasi
dalam pembuatan lubang biopori di sekitar balai desa. Bapak dan ibu desa
mencoba menggali lubang dan mengisi dengan sampah organik yang sudah disiapkan.
Demonstrasi ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias oleh semua
peserta.
Acara sosialisasi "Pemanfaatan
Sampah Organik dengan Teknik Biopori sebagai Pupuk Alternatif" di desa
Sombo berlangsung sukses dan memberikan dampak positif. Warga desa merasa
mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat dan siap untuk menerapkan teknik
biopori di rumah mereka. Kamipun merasa
puas dengan hasil acara ini, karena selain memberikan edukasi yang bermanfaat,
juga dapat melihat antusiasme dan keterlibatan aktif warga desa. Pengalaman ini
mengajarkan betapa pentingnya kesadaran lingkungan dan bagaimana upaya
sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan.
Program ini juga mempererat hubungan
antara mahasiswa, warga desa, dan pihak akademisi, menciptakan sinergi yang
baik untuk kegiatan-kegiatan positif di masa depan. Selama beberapa hari ini,
kami telah belajar banyak dari kebersamaan dan gotong royong yang tercipta di
sini. Kami sangat terkesan dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan yang
ada di desa ini. Pengalaman ini tentu akan menjadi pelajaran berharga bagi kami
dalam memahami arti pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pada tanggal 4 Agustus yaitu acara
terakhir kami yaitu acara penutupan, acara penutupan di gabungan dengan khataman di desa
Sombo, dan sholawat bersama. Dalam suasana penuh kekhidmatan dan
semangat kebersamaan, Desa Sombo menggelar acara penutupan kuliah pengabdian
masyarakat yang dipadukan dengan khataman Al-Quran. Pembacaan Al-Quran dimulai
sehari sebelumnya, terus berlangsung hingga malam dini hari. Seluruh warga desa, turut serta
dalam acara ini, menciptakan suasana yang penuh berkah dan harmoni.
Dengan tema ‘'Sombo Bersholawat'’
dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah bersama rating NU dan penutupan
KPM 81 IAIN Ponorogo. Mengusung tema "Sombo
Bersholawat," yang dimeriahkan oleh Jamiyyah Sholawat Nurul Anam
Madiun acara ini menjadi momen istimewa dalam memperingati Tahun Baru Hijriyah.
Rating Nahdlatul Ulama (NU) Desa Sombo bersama para penutupan KPM 81 IAIN Ponorogo
berkolaborasi mengadakan acara ini dengan penuh semangat. Sholawat dilantunkan
dengan penuh rasa syukur dan doa untuk keberkahan desa dan seluruh warganya.
Acara tersebut terbuka untuk umum,
masyarakat datang dengan antusias. Antusiasme masyarakat Desa Sombo sangat
tinggi. Selesai salat Isya , warga mulai berdatangan ke lokasi acara. Pria,
wanita, anak-anak, hingga lansia, semuanya hadir dengan wajah ceria dan penuh
semangat. Mereka mengenakan pakaian terbaik mereka, seolah merayakan sebuah
hari besar. Acara dimulai dengan sambutan sambutan dan sambutan
dari ketua kelompok KPM 81 IAIN Ponorogo.
Acara berlanjut dengan sholawat
bersama, dipimpin oleh para Jamiyyah Sholawat Nurul Anam dan warga
setempat . Semangat kebersamaan begitu terasa, di mana semua elemen
masyarakat bersatu dalam doa dan harapan. Tidak hanya warga Desa Sombo, tetapi
juga masyarakat dari desa-desa tetangga turut hadir, menambah semarak acara.
Penutupan acara ini tidak hanya
menjadi akhir dari kuliah pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi awal dari
semangat baru bagi seluruh warga Desa Sombo. Dengan diadakannya acara ini,
diharapkan akan terjalin ikatan yang lebih erat antara warga dan mahasiswa,
serta semakin meningkatnya semangat kebersamaan dan keagamaan di desa tersebut.
Pesan dan Kesan
Kami berharap, program-program yang
telah kami lakukan di sini, baik dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan
bagi Desa Sombo. Semoga sinergi antara kami, mahasiswa, dengan warga desa dapat
terus terjaga, dan semoga kami bisa kembali lagi ke sini di masa yang akan
datang untuk melanjutkan pengabdian kami.
Saya merasakan kehangatan dan
kekeluargaan yang luar biasa dari seluruh warga Desa Sombo, warganya yang baik,
dan ramah. Banyak hal yang dapat dipelajari, mulai dari kearifan lokal hingga
semangat kebersamaan yang tinggi. Pengalaman ini tidak hanya memberikan wawasan
baru , tetapi juga memperkuat komitmen kami untuk terus berkontribusi kepada
masyarakat.
Comments
Post a Comment