Seuntai Kenangan Yang Singkat Nan Melekat Di Tepi Lereng Gunung Sombo
Seuntai
Kenangan Yang Singkat Nan Melekat Di Tepi Lereng Gunung Sombo
Rin
Nadatul Jannah
(Peserta
Kpm Multi Disiplin Di Desa Sombo Kabupaten Magetan)
Kegiatan pendidikan yang di lakukan sebagai
bentuk penelitian serta pengabdian pada lingkungan masyarakat serta terstruktur
atau yang dapat di sebut sebagai kuliah pengabdian masyarakat. Kuliah
pengabdian masyarakat (kpm) merupakan kata lain dari kuliah kerja nyata (kkn)
yang memiliki tujuan yang kurang lebih sama yaitu suatu kegiatan yang di
wajibkan dari kampus yang memberi kesempatan kepada mahasiswanya untuk belajar
mencari pengalaman dan mengamalkan ilmu yang sudah di dapat dari kampus kepada
masyarakata. Kpm di iain ponorogo sifatnya wajib yang di ikuti oleh mahasiswa
semester 6 masuk ke 7 karena harus memenuhi syarat sks dengan ketentuan yang
telah di tentukan oleh lppm. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan masyarakat
baik di pedesaan maupun di perkotaan sesuai dengan kebijakan dari lppm. Kpm ini
di bagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari kpm multi disiplin, kpm mono
disiplin, kpm tematik inisiatif mandiri terpogram dan kpm responsif terpogram.
Kami adalah kelompok kpm multi
disiplin yang terdiri dari beberapa fakultas dan pogram kerjanya juga
menyesuaikan dengan kegiatan yang ada pada masyrakat tersebut. Di iain ponorogo
kelompok kpm terdiri dari banyak kelompok dan kita mendapatkan kelompok dengan
urutan 81 yang bertempat di desa sombo kecamatan poncol kabupaten magetan yang
berangotakan 20 orang yang terdiri dari 6 laki laki dan 14 perempuan yang di
lakukan selama 40 hari mulai tanggal 3 juni sampai 10 agustus. Kpm kita menempati
rumah mbahnya pak lurah. Kita berangkat dari rumah masing-masing sebelum kita
menempati di desa ini kita terlebih dahulu survei sebelum tanggal yang
ditetapkan dari kampus. Kita mengikuti pembukaan di gor mageti yang mana 10
anak mengikuti pembukaan dan yang 10 anak bersih-bersih di posko. Ketika kita
di gor mageti kita berangkat dari rumah masing-masing dan ada yang berangkat
dari posko. Kegiatan pembukaan ini di ikuti oleh 3 anggota yaitu dari institut
agama islam negri ponorogo (iain ponorogo), unuversitas gajah mada (ugm) dan
universitas brawijaya malang (ub). Di sini pembukan di mualai jam 13.00 akan
tetapi setelah kita datang ke lokasi sesuai jam yang di beri kita di suruh
sholat terlebih dahulu dan kita memutuskan untuk sholat di masjid agung dekat
alun-alun magetan. Kita berangkat ke masjid agung mengunakan mobil yanag di
dalamnya di isi oleh ke-10 angota kita. 30 menit kemudian kita sudah kembali ke
gor mageti dan mengikuti pembukaan dengan hikmat. Dan setelah pembukaan kita
pulang kerumah masing-masing akan tetapi ada juga yang kembali keposo.
Besoknya
kita berangkat dari rumah masing-masing dan kesoknya kita sowan ke kelurahan
yaitu sowan kepada bapak perangkat dan rekan-rekannya di sana di desa sombo
memiliki 11 perangkat desa. Di situ kita berbicara banyak hal yang mana
mengungkit salah satu aset yang ada di desa yaitu bukit blego. Bukit blego
adalah sebuah gunung yang berada di perbatasan provinsi jawa tengah dengan jawa
timur. Gunung blego mencangkup kecamatan parang dan kecamatan poncol, kabupaten
magetan di wilayah provinsi jawa timur serta kecamatan puhpelem, kabupaten
wonogiri di provinsi jawa tengah. Setelah soan kita pamit untuk naik ke bukit
blego yang di ikuti seluruh anggota kpm. Antusias teman teman menuju bukit
blego sangat bersemangat. Disana kita naik montor terlebih dahulu setelah itu
di seperempat jalan kita jalan kaki sampai ke puncak blego. Jalan menuju bukit
blego sangat ekstrem ada naik turun yang sangat menguji nyali kita karena kita
kebanyakan belum pernah muncak, akan tetapi ada satu dua orang yang sudah
pernah muncak. Ketinggian puncak blego yaitu 996 mpdl atau 3.267 kaki. Kita
naik puncak blego pada pukul 09.00 dan sampainya di atas yaitu saat azan dzuhur
yaitu pukul 12.00. Yang mana dari ke 20 anggota kita ada beberapa yang tidak
sampai ke atas puncak bukit blego di karenakan ada yang tidak kuat dan ada yang
kakinya lecet. Di samping itu ada yang
memakai sepedah motor CB GL 100 yang mana untuk melihat kondisi jalan yang akan
di tempuh teman-teman dan untuk alat alternatif ketika teman kita ada yang
cidera mendadak ketika di perjalanan ataupun di atas bukit blego. Tujuan utama
dari menaiki puncak blego ialah survai jalan dan berkeinginan membuat plang
jalan untuk proker utama juga di
karenakan dari bapak lurah dan beberapa msyarakat mengusulkan untuk membuat itu
karena dulu dari warga sudah membuat tetapi tidak berjalan. Di samping bukit
blego ada tempat yang dulunya di buat untuk para layang akan tetapi tidak jalan
di karenakan ada suatu kendala. Setelah
kita sudah menempuh beberapa jam untuk menaiki puncak blego kita mendapatkan
hasil yang memuaskan yaitu pemandangan yang sangat indah di atas sana. Kita
membuat vidio dan dokumentasi di atas sana setah selesai kita turun dari puncak
blego. Setelah melewati beberapa turunan dan tanjakan di sana ternyata di
temukan sebuat batu yang menandakan sudah pernah ada kkn dan adik-adik pramuka
yang sudah sampai bukit blego ini dan kita ikut serta mengukir kelompok kita di
atas batu tersebut. Setelah sudah puas di atas sana kita mengusulkan untuk
pulang keposko. Di perjalana pulang kita mendapatkan teman kita yang kram
kakinya dan di pulangkan membawa montor GL tersebut. Malam setelah kita menaiki
bukit blego tersebut kita mengadakan evaluasi untuk mengetahui bagaimana
perkembangan untuk hari kedepanya.
Ke
esokan harinya kita membersihkan balai desa untuk mengadakan pembukaan kpm kita
di desa sombo dan mengadakan rapat bersama dpl (dewan pembimbing lapangan). Dan
kita juga mengunjungi rumah kamituo yang ada di desa sombo. Beliau menceritakan
banyak hal ketika kita soan dirumah beliau, salah satunya tentang bank sampah
yang pernah di kelola di desa ini yang mana dulunya di pekerjakan oleh
masyarakat kepada pemuda-pemudi di desa sombo, alhasil pendapatkan yang di
peroleh dengan tingkat antusias pemuda tidak sebanding dikarenakan mengumpulkan
sampahnya berbulan-bulan tetapi hanya memperoleh uang sebesar Rp. 500.000 ribu
saja. Di desa ini juga memiliki 2 sumber mata air yaitu sumber mata air sirah
wetan dan sumber mata air sirah kulon yang mana sumber ini sudah pernah mau di
ambil dari pemerintah untuk di jadikan air minum kemasan, akan tetapi dari
pandangan masyarakat di desa saja masih sulit atau kekurangan air jadi dari
warga tidak memberi izin untuk di produksi lebih lanjut. Pada hari suro
(muharom) dari pihak desa mengadakan bersih-bersih sumber mata air dari 2 mata
air di desa sombo. Dan bertepatan pada 1 muharom pihak warga mengadakan
sholawatan dan kirim doa kepada leluhur dan juga mengadakan wayangan dan
santunan anak yatim dalam rangka bersih desa pada bulan muharrom.
Disini kita memiliki 2 proker
(program kerja) yaitu proker penunjang dan proker inti. Dihari
berikut-berikutnya kita sudah menemukan 2 proker kami yaitu dari proker
penunjang ada seminar bullying untuk anak SD kelas 1, seminar pemulasaran
jenazah untuk warga, pemberdayaan masjid, mpls (masa pengenalan lingkungan
sekolah), mengajar mengaji (TPQ), membantu kegiatan di balai desa, posiandu balita,
posiandu lansia, yasinan, rutina solawatan, senam lansia, jumat bersih, kataman
al- qur’an, tahlilan dan seman pagi. Dan proker intinya yaitu pengelolaan
sampah organik dengan teknik biopori.
di hari-hari berikutnya kita
mengikuti aktifitas yang sudah di jadwalkan oleh teman-teman. Dipagi hari kita
melakukan piket desa sampai puluk 12.00, disana kita di beri tugas membenahi
kk, membuatkan kopi bapak-bapak perangkat, membuat kop surat untuk amplop surat
dan masih banyak lagi jika di beri tugas oleh bapak perangkat jika ada. Sorenya
kita mengajar tpq yang di ampu oleh bu ika dan pak hendrik. Di tpq dulu
muritnya mencapai 60 murid akan tetapi dari beliau tidak bisa mengampu semua
karena beliau juga ada yang mengajar di sekolahan. Jadi sekarang muridnya tidak
genap 15 orang, tpq disana dilaksanakan pada hari senin, rabu dan jum’at di mulai
pada pukul 15.00- 16.30 sore. Ketika kita ikut mengajar di sana di karenakan
juga proker penunjangan kita jadi tpqnya di buat senin-jumat jadi liburnya
anak-anak hanya hari sabtu dan minggu. Di malam harinya kita setelah solat
isya’ sekitar jam 18.00 kita semua evaluasi kegiatan yang sudah dilaksankan
tadi pagi ketika kita semua malamnya ngak ada acara akan tetapi ketika kita ada
acara seperti yasinan jadi evaluasinya setelah yasinan. Yasinan di sini di bagi
dua ada yasinan untuk laki-laki dan perempuan. Yasinan laki-laki di laksanakan
pada malam jumat di masjid miftahul jannah dan kegiatan yasinan perempuan di
laksanakan pada malam minggu yang bertempat di tiga dusun yaitu dusun lembar,
dusun nduwet dan dusun sombo bertempat di rumah-rumah warga sekitar jadi dari
kita yang perempuan di bagi menjadi 3 kelempok dan 1 kelompok terdiri dari 4-5
anggota.
Dilain sisi kita juga di mintai
tolong untuk mengikuti mpls (masa pengenalan lingkungan sekolah) oleh pihak
sekolah di SDN Sombo. Mpls di lakukan 2 minggu awal masuk sekolah. Mpls
dilaksanakan pada semua jenjang sekolah tapi di utamakan pada kelas 1 dan kelas
2-6 di lakukan hanya 3 hari saja di awal sekolah selebihnya berfokus pada kelas
1. Pada kelas 1 mpls di isi mulai jam 07.00-10.00 yang di muali dengan kegiatan
sholat dhuha di masjid dan setelah itu di isi materi pengenalan huruf, angka,
gambar dan mewarnai. Setelah itu jam 08.30-09.00 di isi istarat dan di
lanjudkan pengenalan lingkungan sekolah oleh wali kelas sampai jam 10.30.
Posiyandu di sombo di bagi menjadi
2 posiyandu balita dan posiyandu lansia. Di bulan ini posiyandu di lakukan pada
tgl 7-9 juli 2024. Kegiatan posiyandu balita di isi dengan pengukuran berat badan,
tinggi badan dan besar kepala. Tidak kalah dengan kegiatan posiyandu lansia
juga di isi dengan tensi darah, pengecekan sakit, tinggi badan dan berat badan.
Ada pula bansos (bantuan sosial)
yang di lakukan di balai desa ketika tangal 10 juli 2024 yaitu memberikan beras
sembako. Setelah itu kita ikut mempersiapkan acara yang di adakan oleh balai
desa yaitu acara bersih desa dalam rangka menyambut hari suro. Desa mengadakan
wayangan dan santunan anak yatim. Dari pihak laki-laki ikut mempersiapkan terop
dan membersihkan balai desa dan yang perempuan ikut mempersiap konsumsi. Acara
ini mengundang banyak pihak antara lain dari pihak rekan-rekan perangkat
se-kecamatan poncol, bapak kepolisian dan bapak tentara. Dan di sambung dengan
acara santunan anak yatim oleh ranting NU. Santunan anak yatim disini di
berikan oleh bu ika dan pak hendrik selaku pengurus renting NU. Dari kita ada
yang menjadi mc yaitu el nada dan yeni eka dan sebagian lainya kita ikut pramusaji
pada acara itu. Sebelum acara wayangan di mulai di lakukan sambutan dan foto
bersama dan kita ikut foto bersama bapak lurah dan para tamu yang di undang di
atas panggung. Acaranya sangat meriah dan semakin malam acaranya di tambah
dengan teman kita ada yang duet lagu di atas. Setelah itu kita memutuskan untuk
pulang ke posko di karenaka waktu sudah menunjukkan pulul 00.00.
Ketika
saya tidak ada kegiatan di posko saya dan teman-teman mengukur jalan atau
jalan-jalan turun ke parang untuk refresing yaitu membeli seblak, dan jajanan
yang sulit di gapai di di desa sombo, akan tetapi disini juga banyak pedagang
pentol, mie ayam, nasi goreng, dan masih banyak lagi, setiap pagi ada tukang
sayur keliling untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar dan untuk memenuhi nafkah
kelurganya. Ketika di pagi hari kita juga sering kepasar parang untuk membeli
sayur dengan suhu dinggin 17 derajat. Jika kita tidak jalan-jalan turun jadi
kita muter-muter naik motor tapi tidak tau mau kemana itu adalah hal yang
sangat menarik untuk saya sampai hanya melewati jalan makadaman saja tepatnya
jalan yang menuju sombo sampai wonogiri yang hanya di pandu oleh maps di hp.
Pada saat itu rasanya saya kangen sama jalanan aspal yang biasa saya lewati.
Jika tidak mengukur jalan hampir setiap sore sepulang mengaji melihat
pemandangan di sore hari. Di desa sombo ketika sore hari dan pagi hari
pemandangan disini sangat indah melihat matahari terbenam dan terbit sanggat
membuat hati tenang,
Di hari-hari berikutnya kita
mengerjakan proker (program kerja) yang membutuhkan persiapan matang yaitu
seminar bullying, pemulasaran jenazah, seminar biopori dan pemberdayaan masjid.
Disini kita membagi 4 kelompok agar poker ini cepat selesai. Kelompok 1
(seminar bullying), kelompok 2 (pemulasaraan jenazah), kelompok 3 (pemberdayaan
masjid) dan kelompok 4 (seminar biopori). Seminar bullying dan pemulasaraan
jenazah di target pada minggu ke-3 dan seminar biopori yang menjadi proker utama
di target pada minggu ke-4 di karenkan proker utama harus mendatangkan pemateri
dan kita baru bisa mendatangkan pemateri pada minggu ke-4 pada hari sabtu. Dan
seminar bullying di lakukan dengan target kelas 4-6 di sdn sombo, dan
pemulasaraan jenazah dan seminar biopori di lakukan di balai desa sombo dan
target pada kedua seminar ini adalah para penduduk di sombo yaitu 3 dukuh di
sombo. Pemberdayaan masjid disini di kerjakan di sela-sela minggu ke-3 dan
ke-4. Kegiatan pemberdayaan masjid disini antara lain membersihkan masjid,
mengecat dan membuatakan nama atau plang di masjid berupa kaligrafi.
Hari demi hari kita rasakan dengan
penuh kecerian, proker demi proker sudah dirasakan dengan penuh suka duka,
tibalah di penghujung kegiatan dari pihak warga meminta kita untuk menyatukan
acara yaitu dari acara ranting NU yaitu siman al-qur’an dan acara penutupan
kpm. Setelah kita rundingan dengan semua pihak berwenang akirnya kelompok kpm
81 dan renting NU mengadakan sombo bersolawat yang bertepat didusun lembar di
depan masjid al- ikhlas sombo. Kegiatan ini di bersamai oleh hadroh nurul anam
dari madiun. Di pagi hari dari pihak lai-laki menyiapkan panggung dan semua
yang di butuhkan untuk acara malam nanti, dan yang perempuan memasak untuk suguhan
tamu undangan dan hadroh. Di sore harinya kita membungkus nasi untuk para
jamaah yang datang di acara sombo bersholawat dengan jumlah 215 bungkus nasi.
Di malam hari yang gemerlap bintang nan banyak membuat suasana hati menjadi
haru di bersamai sholawat yang sangat merdu di telinga dan semua jamaah.
Kesan di awal bulan kemarin dan di
awal bulan ini di 2024 ini memberi pandangan dan bukti nyata bahwa allah
menganugrahkan teman dan tempat yang nyaman di mana semua itu bukan dari
lingkup keluarga akan tetapi akan menjadi keluarga yang sangat melekat nan
berkesan. Kpm kita di lakukan seumur hidup sekali jadi jangan sia-siakan
momen-momen yang mana tidak semua orang bisa mendapatkan yang kita pernah
alami. Di sisi lain huru-hara warga sekitar yang sanggat antusias kepada kita
yang sangat membuat kita lebih terharu dimana kita disini dianggap seperti anak
sendiri dan sangat di sambut hangat oleh warga sekitar entah itu di sombo,
nduwet maupun di lembar. Hanya orang tertentu dan sefrekuensi yang bisa merasakan
hal yang sama nan melekat ini. Salam trimakasih nan banyak untuk waktunya.
Comments
Post a Comment