WAKTU YANG SINGKAT, NAMUN MEMBERIKAN PENGALAMAN DAN PEMBELAJARAN YANG BEGITU HEBAT DI DESA SOMBO
WAKTU YANG SINGKAT, NAMUN MEMBERIKAN
PENGALAMAN DAN PEMBELAJARAN YANG BEGITU HEBAT DI DESA SOMBO
Ibtidaus Sholekhah
(Peserta KPM Multidisiplin)
KPM atau Kuliah Pengabdian Masyarakat
merupakan suatu wujud dari ilmu yang tertuang secara teoritis di bangku kuliah
untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari dimasyarakat yang
luas. Dalam Kuliah Pengabdian Masyarakat atau KPM mahasiswa diharapkan dapat
menjadi suatu pengalaman belajar yang baru untuk menambah pengetahuan,
kemampuan, dalam hidup bermasyarakat. Dalam kesempatan ini mahasiswa dapat
melakukan kegiatan perkuliahan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk
belajar, meneliti, dan bekerjasama dengan masyarakat, sehingga kehadiran
mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang apapun
yang ada dalam masyarakat. Hal ini selaras dengan pengalaman Tri Dharma
perguruan tinggi yang wajib ditempuh oleh mahasiswa IAIN Ponorogo dan berfungsi
sebagai jembatan (komunikasi) dalam proses pembangunan dan penetapan ilmu
pengetahuan dan teknologi pada khususnya.
Kuliah Pengabdian Masyarakat atau KPM
merupakan bagian dari kegiatan intrakurikuler yang memberi kesempatan kepada
mahasiswa untuk belajar, melakukan proses pencarian (research) dan bekerja
bersama masyarakat. KPM bukan kegiatan kerja bakti sosial, KPM adalah kegiatan
partisipatif yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat dimana mahasiswa
peserta KPM dan masyarakat melebur menjadi satu dan bersama-sama secara aktif
partisipatif melakukan proses pencarian dan penemuan jalan terbaik dalam
menggali potensi dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan
pengabdian bertujuan mempraktekkan ilmu yang telah didapatkan dibangku kuliah
dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga menghasilkan kualitas dan
kesejahteraan masyarakat sehingga problem sosial masyarakat dapat terpecahkan.
Dalam pelaksanaan KPM ini saya memilih jenis KPM Multi
disiplin, yang mana pembagian kelompoknya dari berbagai jurusan dan fakultas
yang berbeda-beda yang ada di IAIN Ponorogo, setiap kelompok terdiri dari
19 sampai 20 mahasiswa. Pelaksanaan kuliah pengabdian masyarakat ini menerapkan
metode ABCD (Asset Based Community Driven Development) yaitu dengan
mengutamakan pemanfaatan aset dan juga potensi yang dimiliki masyarakat,
sehingga kami harus menggali informasi yang ada di desa tersebut. KPM (Kuliah
Pengabdian Masyarakat) saya ditempatkan di Poncol tepatnya di Desa Sombo
kabupaten Magetan Jawa Timur yang perjalanannya kurang lebih satu jam dengan
menggunakan motor. Sebelum keberangkatan kami berkumpul mendiskusikan mengenai
desa dan membentuk panitia inti yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris,
serta pembagian divisi kelompok seperti pendidikan, keagamaan, kepemudaan,
kesekretariatan dan rumah tangga. Sebelum keberangkatan KPM, kami melakukan
survey tempat melihat keadaan lingkungan desa Sombo, berkunjung ke kantor desa
untuk menggali informasi mengenai desa Sombo. Survey pertama dilakukan pada
tanggal 25 juni 2024 kami menuju ke balai desa dengan memberikan surat dari
LPPM. Pada survey pertama ini kami berangkat pada pukul 08.00 dengan dua titik
kumpul, sesampainya disana kami disambut dengan baik oleh kepala desa
serta perangkat desa Sombo. Setelah itu berkumpul di gedung febi ruang C207
untuk mengikuti pembekalan dengan DPL
kelompok kami yaitu, Ibu Yulia Anggraini, M.M selaku dosen Fakultas Febi.
Pembekalan membahas tentang tujuan, lokasi, metode, contoh program kerja utama KPM
Multi disiplin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu juga perkenalan
dengan seluruh anggota KPM multidisiplin kelompok 81 dari berbagai fakultas dan
jurusan di IAIN Ponorogo.
Desa sombo adalah merupakan desa yang
terletak di Dataran Tinggi tepatnya di Lereng Gunung Blego. Desa Sombo yang
berada diwilayah kecamatan Poncol, magetan Jawa timur yang merupakan daerah
pegunungan yang ketinggian 600,00 M di atas permukaan Air laut, dengan batas
wilayah sebelah utara perbatasan dengan Desa Cileng kecamatan poncol, sebelah
timur berbatasan dengan desa ngunut kecamatan parang, sebelah Selatan
berbatasan dengan desa Trosono kecamatan parang serta sebelah barat berbatasan
dengan sukorejo kabupaten wonogiri, dengan luas wilayah 282,75 Ha. Desa Sombo
terdiri dari 3 Dusun yaitu Dusun sombo, dusun lembar, dan dusun duwet.
Kuliah Pengabdian Masyarakat atau KPM yang
bertempatan di magetan melakukan pembukaan tanggal 01 juli 2024 di gor Ki
Mageti karena barengan dengan Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Gadjah
Mada. Dari kelompok 81 ada 10 perwakilan yang menghadiri pembukaan dan yang
lainnya membersihkan posko. Saya perwakilan untuk mengikuti pembukaan di gor
magetan. Saya berangkat barengan dengan temen kami naik mobil sesampainya di gor sudah masuk
sholat dhuhur dan di suruh untuk melaksanakan sholat terlebih dahulu dan kelompok
kami ke masjid alun-alun Bersama-sama menaiki mobil yang didalamnya di isi 10
orang. Pelepasan dan pembukaan dari kampus dilaksanakan pada tanggal 2 jam
06.30. Yang diikuti ibuk dekan IAIN Ponorogo, sebagian dari LPPM dan perwakilan
5 orang dari peserta KPM yang seluruhnya harus ada perwakilannya. Kami serentak
berangkat ke posko pada tanggal 02 juli 2024. Malamnya kami sholat magrib
berjamaah dilanjutkan dengan tahlilan yang diikuti semua anggota kelompok KPM
81dan rapat mengenai agenda besok. Proker kami ada 2 yaitu proker utama dan proker
penunjang.
Pada minggu pertama yaitu keesokan hari,
paginya kami Bersama-sama satu kelompok ke balai desa untuk lapor ke kepala desa kalau KPM 81 IAIN
Ponorogo sudah berada di desa sombo. Di kantor desa kami mendapatkan informasi
mengenai aset desa sombo yaitu sumber gunung blego dan di desa sombo memiliki
dua sumber mata air yaitu sumber sirah wetan dan sumber sirah kulon. Masyarakat
desa sombo memanfatkan sumber mata air untuk keperluan rumah tangga, pengairan
sayuran dan sebagainya. Tujuan awal kita ingin menggambil proker utama yaitu
gunung blego seperti mengasih plang arah ke gunung blego karena dulu sudah
pernah ada tapi tidak berjalan maka dari itu kita ingin mengambil proker utama
mengenai gunung blego. Setelah itu kelompok kami langsung survey ke puncak
blego. Gunung ini dikenal sebagai salah satu desnati wisata alam yang popular
di Kawasan tersebut. Meskipun tidak terlalu tinggi, gunung blego menawarkan
pemandangan yang indah dan jalur pendaki pemula. Di puncak gunung, pengunjung
dapat menikmati panorama pegunungan yang memukau serta udara yang segar. Selain
mendaki, kami jugaa bisa menikmati keindahan alam sekitar, termasuk hutan
pinus. Gunung blego juga memiliki makna spiritual bagi Masyarakat setempat,
yang sering mengadakan ritual tertentu di gunung tersebut. setelah kami survey
mengenai gunung blego ternyata akses jalan menuju ke gunung blego tidak
mendukung dan sangat juram. Akhirnya kita melakukan rapat Kembali mengenai
proker utama yang mau di ambil dan membahas proker penunjang.
Pagi pada tanggal 03 juli 2024 Kami
melakukan bersih-bersih desa untuk
melaksanakan pembukan di balai desa sombo yang dihadiri oleh kepala desa,
perangkat desa dan dosen pembimbing lapangan. Saat acara kami perkenalan dan di
kenalkan kepada seluruh perangkat desa. Setelah pembukaan di balai desa dosen
pembimbing lapangan kami mampir ke posko untuk evaluasi dan memberikan
pengarahan terkait program kerja dan tugas selama melakukan KPM. Pada minggu
pertama ini kami sowan-sowan ke kamituwo yang ada di desa sombo, pengurus TPQ
dan kakek dari salah satu anggota kelompok kami ada yang meninggal dunia, kami
sekelompok ta’ziah sekalian dengan berkunjung ke posko 80 di desa cileng. Pada
hari ke-5 kami melakukan survey sumber mata air sirah wedan. Pada minggu ini
kita hanya mengikuti kegiatan yang ada di Masyarakat sombo seperti rutinan
yasinan yang di lakukan malam jumat untuk bapak-bapak dan malam minggunya untuk
ibu-ibu. Untuk mengikuti rutinan yasinan anggota perempuan di bagi menjadi 3
bagian karena ada 3 tempat rutinan yang
dilaksanakan secara bersamaan di malam minggu setelah magrib dan aslinya ada 4
tempat rutinan tetapi yang satu tempat dilaksanakan pada hari jumat setelah
jumatan. Kami ikut bergabung dalam rutinan yasinan tersebut disambut dan diterima oleh ibu-ibu yang lainnya dengan
senang hati. setelah isya kami sekelompok melakukan istighosah dan di lanjutkan
dengan sholawatan dalam rangka menyambut tahun baru islam. Setelah istighosah
dan sholawatan dilanjutkan dengan doa dan makan bersama-sama dengan masyarakat
sekitar. Keesokannya kami kerja bakti di sumber air sirah kulon di lanjutkan dengan genduri (slametan) lalu
makan Bersama di sumber air sirah kulon, dan sudah menjadi adat desa sombo
Ketika tahun baru islam melakukan ritual dengan istilah genduri (slametan).
Memasuki minggu kedua, kami pembagian
tugas ada yang ke posyandu yang diwakili oleh 7 orang perempuan dari kelompok
kami untuk mengikuti kegiatan posyandu balita di dusun sombo yang diadakan
setiap tanggal 8 biasanya dalam posyandu di ukur berat badan, tinggi badan dan
lingkar kepala tujuan ini mencegah stunting pada anak dan biasanya bersamaan
dengan posyandu lansia, akan tetapi pada saat itu ada kendala sehingga posyandu
lansia di laksanakan besoknya. Bagi semua anggota kelompok laki-laki yang terdiri
6 orang dan 6 perwakilan dari Perempuan untuk sowan-sowan ke pak Rt tempat yang
kita tinggali, sowan ke SDN sombo dan sowan ke ketua karang taruna dan 2 orang
piket kantor desa yang di mulai dari kelompok 1. Sorenya dari kelompok kita
udah ada jadwal untuk mengajar TPQ di masjid miftakhul Jannah yang di mulai
dari kelompok 1 dan dilanjutkan malamnya Kumpulan karang taruna yang di hadiri
semua anggota laki-laki dan yang Perempuan hanya membantu di dapur untuk
mempersiapkan makanan. Pada tanggal 10 ada 5 orang perwakilan untuk membatu di
posyandu balita maupun lansia di dusun lembar. Kami kira posyandu balita dengan
posyandu lansia satu tempat dan ternyata ponyandu lansia berbeda tempat dan
akhirnya kami berlima di bagi ada 3 orang di posyandu balita dan 2 orang ke
posyandu lansia, yang di lakukan di posyandu lansia adalah berat badan, lingkar
perut, tensi darah, dan Kesehatan seperti di tanya batuk, pilek, keluarga yang
merokok dan sebagainya.
Pada tanggal 12 juli di balai desa akan
mengadakan wayangan dalam rangka bersih desa dari kelompok kami membantu dalam
acara tersebut. paginya semua anggota laki-laki kerja bakti di sumber air sirah
etan. Setelah kerja bakti di sumber air sirah etan menyembelih kambing dan
ibu-ibu bagian yang memasaknya. Menyembelih kambing di sumber air wetan sudah
menjadi tradisi desa sombo dan Sebagian yang Perempuan membatu mengemasi jajan
untuk para tamu. Dari kelompok kami di mintai bantuan untuk menjadi MC atau
pembaca acara dan ada 2 orang yag mewakilinya dan yang lain ikut membantu.
Setelah acara pembukaan selesai kami sekelompok di ajak oleh pak lurah dan para
undangan untuk berfoto. Di dusun sombo setiap 2 minggu sekali melakukan rutinan
sholawatan setiap habis isya’ dan kelompok kami di ajak untuk bergabung
mengikuti sholawatan tersebut. Berhubungan akan di adakan lomba senam lansia
maka kami di minta bantuannya untuk membantu melatih senang tersebut. pertama
kami sekolompok ikut semua dan setelah itu di jadwal setiap kelompok ada 4
orang dan Latihan di laksana hari senin sampai kamis jam 11.00, ada 15 ibu-ibu
yang mengikuti Latihan senam lansia. Ibu-ibu latihan senam dengan penuh
semangat dan sangat kompak. Pada minggu kedua inilah kita baru menemukan proker
utama yaitu seminar bullying yang dilaksanakan di SDN sombo yang di ikuti kelas
4 sampai 6, perberdayaan masjid seperti (mengecat, memberi nama masjid
menggunakan tulisan arab), seminar perawatan jenazah dan yang paling utama
yaitu seminar biopori.
Memasuki minggu ke 3 kami melakukan
percobaan biopori yang di lakukan oleh semua anggota laki-laki. Dan kami juga kami juga ke
sekolah untuk membantu MPLS. Hari pertama ke sekolah kami sekelompok ikut semua
ada perwakilan yang masuk ke setiap kelas mulai dari kelas satu sampai kelas 6.
Pada hari itu saya jadwal piket masak dan selesainya masak saya dan kelompok
masak ikut nyusul ke sekolahan, sesampainya di sekolahan saya langsung di
panggil untuk mengisi kelas satu. Saya mengisi kelas satu bersama 3 orang, kami
isi dengan ice breaking dan menulis. Tiba-tiba saya di ajak untuk mengisi kelas
6 karena belum ada yang mengisi dan kita isi dengan tepuk anti bullying dan
bernyanyi stop bullying karena berhubungan kita akan mengadakan seminar anti
bullying yang di adakan di SDN Sombo yang di ikuti kelas 4 sampai kelas 6 yang
di laksanakan pada hari kamis, 18 Juli 2024. Pagi sebelum acara seminar kami
berbagi tugas ada yang menyiapkan untuk konsumsi, ada yang menyiapkan
perlengkapan seperti laptop, LCD dan lain-lainnya. Pemateri bullying kita ambil
dari anggota kelompok kita sendiri ada 2 orang
dan saya di tugaskan untuk menjadi moderator seminar bullying padahal
sebelum-sebelumnya belum pernah menjadi moderator sempat takut kalau tidak bisa
dan akhirnya acara berjalan dengan lancar. Materi bullying yaitu meliputi pengertian bullying,
jenis-jenis bullying dan dampak dari bullying. Setelah selesai
acara kami sekelompok sepakat untuk berangkat ke tawang mangu sebagai perayaan
proker yang pertama kita sudah terlaksanakan. Sebelum berangkat ke tawang mangu
kami kembali ke posko terlebih dahulu mengambil helm dan ada juga yang ganti
baju, kami berangkat bersama-sama dari posko. sesampainya di tawang mangu kami
bingung untuk memilih warung dan akhirnya kami memilih warung barokah punokawan
di jl. Cemoro kandang dan kami memesan beberapa makanan dan camilan. Sambil
menunggu pesenan datang kita ngobrol- ngobrol bersama dan setelah pesenan
sampai kita makan terlebih dahulu. Sebelum pulang kami foto-foto terlebih
dahulu setelah itu kami pulang dan istirahat. Malamnya kami evaluasi untuk
membahas kegiatan besok, membahas mengenai proker yang akan di laksanakan pada
minggu ini juga yaitu pemberdayaan masjid, dan membahas mengenai proker
sosialisasi perawatan jenazah. Pada hari jumat pagi kami melakukan jumat bersih
yang di laksanakan di masjid miftakhul jannah desa sombo. Pada hari sabtu pagi
kita melakukan senam bersama di posko, setelah senam kita sarapan dan
melaksanakan proker kedua yaitu pemberdayaan masjid yang di laksanakan pada
tanggal 20 juli 2024. Kegiatan yang kita ambil dari pemberdayaan masjid yaitu
dengan mengecat masjid. Kami membutuhkan waktu 2 hari untuk mengecat masjid.
Memasuki minggu ke empat di desa sombo
kami mempersiapkan untuk acara sosialisasi perawatan jenazah yang akan di
laksanakan tanggal 23 juli 2024, sebelumnya kami membuat undangan yang akan
disebarkan ke beberapa ibu-ibu PKK, perangkat desa, perwakilan dari ibu-ibu
muslimat dan yang lainnya. Pemateri sosialisasi perawatan jenazah yaitu ibu
muslikah, S.Th.I. perwakilan langsung dari KUA poncol Magetan, setelah selesai
acara sosialisasi perawatan jenazah selanjutkan kita persiapan untuk
melanjutkan proker terakhir yaitu sosialisasi pemanfaatan sampah organik
melalui Teknik biopori yang akan dilaksanakan pada hari sabtu, 27 juli 2024.
Sebelumnya kami mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan saat praktek
seperti paralon yang sudah di lubangi. Pada hari jumat pagi yang laki-laki
memotong paralon dan melubangi kecil-kecil yang nantinya akan dibagikan ke
setiap perwakilan RT. Waktu itu saya dan teman saya lagi santay dan bosen di
posko akhirnya kita memutuskan untuk keluar jalan-jalan kearah wonogiri, tidak
sadar tiba-tiba kita sudah sampai wonogiri daerah bulukerto. Lalu kita puter
balik pulang dan mempersipkan semua buat acara sosialisasi biopori yang
nantinya akan di hadiri oleh perwakilan karang taruna, seluruh ketua Rt didesa
sombo dan ibu dosen pembimbing lapangan. Pemateri sari sosial biopori ini kita
mngambil dosen dari IAIN Ponorogo yaitu bapak Mufti Abrori, M.Si. dosen di
jurusan Tadris IPA. Setelah selesai materi langsung di lanjutkan dengan praktek
yang pandu oleh salah satu dari kelompok kami. Dalam seminggu kelompok kami
melaksanakan 2 proker sekaligus.
Memasuki minggu ke lima ada beberapa teman
saya dari kelompok lain berkunjung ke posko kami yaitu dari genilangit,
purwantoro, dan parang. Di minggu ini di kecamatan poncol ada lomba LINMAS maka
kami di suruh ikut untuk jadi supporter dan alhamdulillah desa sombo
mendapatkan juara satu. Pada hari selasa malam rabu kita rapat dengan pengurus
muslimat NU untuk membahas mengenai acara rutinan muslimat yang akan di
laksanakan tanggal 10 agustus 2024 dan berhubungan dari kami mau penutupan KPM
maka dari pengurus ranting desa sombo menawarkan untuk bergabung pada cara
tersebut. jika nanti kami bergabung dalam acara tersebut maka acara rutinan NU
akan di ajukan tanggal 4 agustus 2024. Akhirnya kami bergabung pada acara
tersebut dan kita melakukan rapat Kembali dengan masyarakat untuk membahas
susunan acara. Acara yang pertama yaitu khataman alquran yang dimulai setelah
isya sampai khatam yaitu besoknya sekitar dhuhur. Agar acara berjalan kami
membagi tugas ada yang pasang terop, membantu masak di rumah bu ika, ada yang
simaan dan ada yang bersih-bersih. Acara rutinan muslimat NU dan penutupan KPM
desa sombo dimulai dengan istighosah dan di lanjutkan dengan sholawatan yang
meriahkan jam’iyyah sholawat Nurul Anam dari Madiun yang dilaksakan di halama
mushola Al-Ikhlas desa sombo. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar dan
sangat meriah.
Dalam perjalanan yang
singkat KuliahPengabdian Masyarakat ini, saya merasakan getaran kehidupan
masyarakat yang begitu dekat dengan hati saya. Melalui setiap interaksi,
proyek, dan momen berharga bersama komunitas ini, saya merasakan kehangatan dan
kedalaman nilai-nilai yang mengikat kita sebagai satu keluarga besar.
Pengalaman ini telah mengajarkan saya bahwa transformasi nyata dimulai dari
kepedulian dan usaha kolektif. Saya berterima kasih kepada masyarakat yang
menerima kami dengan tangan terbuka, serta kepada dosen pembimbing yang memberikan
arahan dan dorongan yang tak ternilai. Semua teman sekelompok juga telah
menjadi mitra yang tak ternilai harganya dalam upaya kami untuk membawa
perubahan positif. Saat saya melihat kembali semua langkah kecil yang kami
ambil, dari menyediakan akses pendidikan hingga membangun kesadaran akan
kesehatan, saya menyadari bahwa ini hanyalah awal dari perjalanan panjang.
Melalui tangan yang bersatu, kita telah membentuk cerita baru untuk komunitas
ini, dan saya yakin bahwa cerita tersebut akan terus ditulis dengan penuh makna
oleh setiap individu yang ikut berpartisipasi. Mari kita terus berjalan
bersama, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Sebenarnya masih
banyak yang belum aku tulis di catatan ini tentang mereka tentang kebersamaan
kita tentang semua keluh kesah kita tentang perjalanan yang kita lewati di
hari-hari tertentu, tentang seluruh kegiatan yang membuat aku dan teman-teman
ingin terus bersama akan tetapi halangan dan rintangan itu pasti dalam sebuah
perjuangan dan sebuah pertemuan pasti juga ada perpisahan. Terima kasih
teman-teman selama 40 harinya semoga kita tetap Bersama walaupun berpisah.
Semua ini adalah kenangan yang berharga dan tidak akan terlupakan. Sukses buat
kita semua dan see you next time.
Comments
Post a Comment